Kisah Cinta Sang Perawan Tua

Kisah Cinta Sang Perawan Tua
#60 Pamitan


__ADS_3

Sissy dan si kembar sudah keluar dari rumah sakit. Sissy memutuskan untuk merawat sendiri si kembar dibantu oleh mertua dan adik iparnya. Mama Yani sudah kembali ke Malang untuk memulihkan kembali kondisinya. Setiap hari Sissy selalu menyempatkan membesuk Rio.


"Assalamualaikum Mas. Kamu kapan mau bangun? Gak capek tidur terus?" Sissy mengusap lembut pipi suaminya.


"Mas, cepat bangun ya. Biar cepat kumpul dengan si kembar. Aku pengen kamu yang kasih nama lengkapnya Mas." kata Sissy sambil menghapus airmatanya. Sissy melihat Rio meneteskan airmata. Dihapusnya airmata itu dengan saputangan yang dibawanya.


"Mas, aku kangen sama kamu Mas." Sissy memeluk Rio dengan hati - hati agar tak mengenai selang yang terpasang di tubuh Rio.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=



Sissy memandangi wajah si kembar yang sedang tertidur pulas. Beruntung dia memiliki ibu mertua dan adik ipar yang baik yang mau membantunya mengurus si kembar.


"Nak, Bunda mau bicara sebentar." Bunda berbicara pelan pada Sissy dari depan pintu.


Sissy segera bangkit dan berjalan menuju Bunda. Disana sudah ada Haris, Ranti dan Widi.


"Ada apa Bun?" tanya Sissy.


"Nak, Rencana kamu ke depannya gimana?" tamya Bunda.


"Maksud Bunda apa? Rencana apa?" Sissy sedikit bingung dengan pertanyaan Bunda.


"Maaf sebelumnya. Rio kan masih kondisi koma, belum ada perkembangan. Kamu mau tinggal disini atau mau pulang ke Malang?" tanya Bunda.


"Kita kasihan dengan Mbak. Setiap hari harus capek bolak - balik antar ngurus si kembar dan Mas di rumah sakit." kata Ranti.


"Kalo kamu mau istirahat di Malang gak papa kok." Bunda ikut menambahkan.


"Gak Bun. Insha Allah aku akan disini sampai Mas sembuh." jawab Sissy dengan suara tercekat.


"Trus rencana kamu gimana Mbak?" tanya Haris.


"Kebetulan kamu ada disini. Aku mau minta tolong sama Haris buat nganter ke Surabaya." ujar Sissy.


"Mau apa Mbak?" tanya Haris.


"Aku harus membereskan barang - batang kami di Mess. Soal pekerjaan Mas Rio pun sudah diskusi dengan pihak kantor. Sementara Mas Rio akan resign dulu." jawab Sissy.


"Jadi disuruh berhenti Mbak?" Widi terdengar sedikit kesal.


"Bukan. Ini hasil diskusi Mbak dengan pihak kantor. Pekerjaan sangat banyak sedangkan Mas Rio juga kan belum tau kapan akan sembuh dan kembali bekerja. Mbak mengambil keputusan untuk berhenti dulu aja." jawab Sissy dengan tenang.


"Ooh. Kirain kantor mau lepas tangan." kata Widi.


"Itu juga pihak kantor sebenarnya gak mau melepas Mas Rio tapi Mbak yang gak enak. Pihak kantor inginnya kalo Mas sudah sembuh bisa kembali lagi kerja di kantor." kata Sissy.


"Bagus lah kalo gitu." kata Ranti.


"Terus kapan kita mau ke Surabaya Mbak?" tanya Haris.


"Nunggu 40 hari si kembar aja ya. Sekalian mau Mbak bawa ke Surabaya. Pamitan sama tetangga di Mess." kata Sissy.

__ADS_1


"Iya Mbak." kata Haris.


"Kamu yang sabar ya Nak. Berdoa saja semoga Rio segera sembuh dan bangun dari komanya." Bunda memeluk menantunya dengan erat.


"Aamiin. Insha Allah Bun." Sissy menangis dalam pelukan Bunda.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


"Mas, aku ijin mau ke kantor Surabaya. Mau pamit sama bos kamu dan beresin barang kita." Sissy berbicara dengan Rio yang masih tertidur dalam komanya.


"Aku sekalian mau bawa si kembar buat pamitan sama tetangga di Mess." Sissy mencium punggung tangan suaminya.


Tanpa disadari Rio mengeluarkan airmata sepeninggal Sissy.


Sissy menuju kantor pusat PT. Samudra steel ditemani oleh Haris dan Ranti. Sissy menyelesaikan pengunduran diri Rio sekaligus pamitan dengan Bosnya.


"Terima kasih ya pak atas kebaikannya pada suami saya." Sissy menjabat tangan Pak Damar, Direktur PT. Samudra Steel.


"Sama - sama Bu. Semoga Pak Mario segera sembuh dari koma nya dan bisa bergabung kembali dengan perusahaan kami." kata Pak Damar.


"Semoga Ibu sama anak - anak juga sehat selalu." tambah Pak Ahmad, wakil direktur PT. Samudra Steel.


"Aamiin. Makasih Pak." jawab Sissy lalu berpamitan.


Setelah urusan selesai mereka langsung menuju ke Mess, mau beres - beres sekalian agar si kembar juga bisa beristirahat.


"Mbak Sissy.." Mira memanggil Sissy yang datang sambil menggendong Khalid.


"Assalamualaikum Mbak, Bu." Sissy menyapa tetangga nya yang sedang kumpul di depan rumah Bu Yuli.


"Makasih ya Mbak. Alhamdulilah saya sudah pulih, ini si kembar juga sudah lahir." Sissy duduk di dekat mereka.


"Wah.. Lucunya. Siapa namanya Si?" tamya Bu Yuli.


"Ini yang cowok namanya Khalid, itu yang cewek namanya Khansa." Sissy menunjuk Khansa yang digendong Ranti.


"Mbak, Maaf ya saya mau ke rumah dulu biar si kembar bisa istirahat." Sissy menuju ke rumah.


"Iya. Nanti kita ke rumah kamu deh Si." kata Bu Yuli.


Sissy pun menuju rumah dan segera menyusui si kembar terlebih dahulu. Ranti dan Haris sedang menikmati makan siang mereka. Setelah si kembar tidur, Sissy membereskan pakaian di dalam lemari. Termasuk tas berisi perlengkapan bayi yang belum dibuka lagi.


Sissy baru akan keluar kamar ketika didengarnya pintu diketuk.


*tok.. tok.. *


"Assalamualaikum. Mbak Sissy nya lagi istirahat ya?" tanya suara milik Mbak Mira.


"Waalaikumsalam Mbak. Ini baru nidurin si kembar. Ayo silahkan masuk." jawab Sissy.


"Mbak Sissy langsung mau pindah hari ini ?" Bu Yuli bertanya saat melihat kardus dan tas yang bertumpuk di sudut ruangan.


"Iya Bu. Saya sudah pamit ke kantor pusat tadi. Kondisi Mas Rio kan belum tau kapan akan sadarnya jadi kami memutuskan untuk resign saja dulu." Sissy bercerita dengan menahan tangisnya.

__ADS_1


"Ya Allah Mbak. Yang sabar ya. Semoga Mbak selalu kuat mengurus suami dan juga si kembar?" kata Bu Yuli sambil mengusap punggun Sissy.


"Makasih Bu." Sissy menghapus airmatanya yang jatuh di pipi.


"Pindah ke Malang atau ke Jombang Mbak?" tanya Rani.


"Ke Jombang Mbak. Sekalian biar bisa jagain Mas Rio." jawab Sissy.


"Baru juga ketemu sama si kembar, udah pisah lagi ya kita." Mira terlihat sedih melihat keadaan Sissy.


"Iya Mbak. Insha Allah nanti kita bisa bertetangga lagi." kata Sissy.


"Belum lama Ayah nya Mbak Sissy meninggal sekarang malah suami yang sakit." Kata Bu Yuli.


"Iya Mbak, kita ikut prihatin." Mira ikut menambahkan.


"Makasih ya Bu Yuli, Mbak Mira dan Mbak Rani. Minta doanya aja supaya Mas Rio cepat sadar." kata Sissy sambil mencoba tersenyum.


"Kita pasti doain Mbak." kata Rani.


"Mungkin Mbak Sissy mau istirahat dulu. Kita pamit ya Mbak. Ini ada sedikit hadiah dari kita." Bu Yuli memberikan amplop pada Sissy.


"Maaf kita gak sempat belikan hadiah buat si kembar. Mungkin Mbak Sissy bisa belikan buat keperluan si kembar." tambah Mira sambil memeluk Sissy.


"Makasih ya Mbak, Ibu." Sissy memeluk mereka satu persatu sebelum menutup pintu rumahnya.


Dilihatnya barang sudah masuk ke tas dan kardus semua. Haris pun sedang bersantai di depan TV.


"Ranti kemana Ris?" tanya Sissy.


"Di kamar Mbak. Tadi Khansa bangun." jawab Haris.


"Kita mau langsung pulang Ris?" tanya Sissy lagi.


"Boleh Mbak. Saya beresin TV nya dulu." kata Haris.


"Iya Ris. Mbak juga mau lihat si kembar." Sissy masuk ke kamar.


Dilihatnya Ranti sedang tertidur menemani si kembar.


"Ran, Kita siap - siap pulang sekarang." Sissy berbisik sambil menepuk tangan Ranti pelan.


"Mau pulang sekarang Mbak?" tanya Ranti.


"Iya. Biar gak kesorean nyampe rumah." jawab Sissy.


Haris memanggil satpam untuk membantunya mengangkut kardus dan tas ke mobil. Setelah itu Sissy dan Ranti masing - masing menggendong si kembar dan berjalan menuju mobil. Mereka berpamitan dan langsung pulang kembali ke Jombang.


"Selamat tinggal Mess Samudra. Makasih buat semua kenangan indah selama setahun ini." kata Sissy dalam hati sambil menatap Mess dan pabrik itu.


Jangan lupa LikeπŸ‘, Komen dan Vote..


Makasih πŸ™πŸ™πŸ™

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2