Kisah Cinta Sang Perawan Tua

Kisah Cinta Sang Perawan Tua
#54 Kembar


__ADS_3

Tak terasa usia kandungan Sissy sudah masuk 5 bulan. Rasa mual dan lemas di pagi hari sudah tak terasa. Bentuk perut Sissy pun mulai membuncit. Setiap bulannya Sissy dan Rio pun lebih memilih memeriksa kandungannya ke bidan hanya untuk mengetahui kesehatan calon anak mereka. Tapi untuk kali ini mereka memilih periksa ke dokter dan melakukan USG karena sekalian ingin membawa foto janin mereka untuk Mama dan yang lainnya.


Sissy dan Rio sudah di Malang menyusul Mama dan berangkat ke Bandung untuk tahlilan 100 hari Almarhum Papa.


"Asssalamualaikum Ma." Sissy dan Rio memasuki rumah Mama.


"Waalaikumsalam. Gimana kabar kamu De?" tanya Mama sambil mengelus perut buncit Sissy.


"Alhamdulilah Baik Ma. Cucu Mama juga sehat." jawab Sissy sambil mengelus perutnya.


"Mantu mama ini juga sehat Ma." kata Rio sambil mencium punggung tangan Mama.


"Keliatan kamu mah. Makin sehat aja." Sindir Mama.


"Tuh liat Ma. Ikutan hamil dia juga." Sissy mengelus perut Rio yang sedikit buncit.


"Hehehe. Kan biar kompak." elak Rio sambil membawa tas mereka masuk ke rumah.


"Kalian tidur di kamar tamu aja ya. Kasian kalo naik turun." kata Mama yang disambut anggukan oleh Sissy dan Rio.


"Kamu ngidam gak De?" Mama duduk disamping Sissy sambil menikmati teh hangat.


"Ya ada kepengen makan apa gitu tapi ya tetep aja yang lebih sering ngidam tuh si Bapaknya." Sissy menunjuk Rio yang baru keluar dari kamar.


"Pantes makin gemuk aja." kata Mama sambil tertawa.


"Nanti sore aku mau periksa ke dokter Ma. Sekalian foto USG." kata Sissy.


"Iya. Sekalian ngintip jenis kelamin nya ya!" celetuk Mama.


"Iya Ma. Semoga aja keliatan." kata Sissy lagi.


Sore harinya Sissy pun periksa ke dokter kandungan, Dokter yang sama dengan saat pertama Sissy periksa kandungan.


"Sore Dok." Sissy masuk ke ruang praktek dokter diikuti oleh Rio.


"Selamat Sore Bu Rissya. Udah lama gak kesini." sapa Bu Dokter yang ternyata bernama Rahayu itu ramah.


"Iya Dok. Saya kan tinggal di Surabaya, jadi periksa ke bidan disana." jawab Sissy sambil berbaring sesuai perintah Suster.


"Oh gitu Bu. Tumben sekarang kesini lagi." tanya Dokter.


"Iya Dok. Sengaja periksa ke dokter sekalian USG nya. Sekarang kan udah 5 bulan." kali ini Rio yang menjawab.


"Ooh.. Baru masuk bulan ke 5. Tapi sepertinya kandungan Ibu cukup besar ya?" kata Dokter sambil menatap Susternya.


"Iya Dok. Saya juga merasa kok besar sekali." kata Sissy.


"Baiklah. Mari kita lihat Bu." Dokter mulai mengarahkan alatnya ke perut Sissy.


"Masya Allah. Lihat Bu." Dokter menunjuk ke arah layar monitor.


"Wajahnya sudah terbentuk ya Dok?" Sissy menatap takjub ke layar monitor.


"Iya Bu. Selain itu bisa dilihat. Disini ada 2 janin." kata Dokter sambil tersenyum menatap Sissy dan Rio bergantian.

__ADS_1


"Maksudnya Dok?" Rio terlihat bingung.


"Calon bayi Ibu dan Bapak kembar." kata Dokter yang membuat Sissy kaget dan terharu.


"Masya Allah. Mas, kita akan punya anak kembar." Sissy menggenggam tangan Rio.


"Iya Dek." mata Rio terlihat berkaca- kaca.


"Itulah kenapa perut Ibu sangat besar seperti mengandung 7 bulan." kata Dokter Rahayu.


"Alhamdulilah Dok. Penantian lama akhirnya dapat kembar." Sissy bersyukur dengan kejutan ini.


"Maaf, kalo boleh tahu memang sudah menunggu berapa lama?" tanya Dokter Rahayu.


"Hehehe. Gak lama sih Dok. Kalo nunggu hamilnya 4 bulan, tapi nunggu nikahnya yang lama." Kata Sissy sambil tersipu malu.


"Ooh, saya kira nunggu sampe bertahun- tahhun. Selamat ya Bu, Pak." Dokter kembali menyelamati mereka.


"Makasih Dok." Rio mewakili Sissy.


Sissy sudah tak sabar untuk memberitahu Mama soal calon cucunya yang ternyata kembar.


Dalam perjalanan pulang ke rumah, Sissy tiba - tiba ingin makan wedang ronde yang dijual di dekat SMA Pratama, tempat dia sekolah dulu.


"Mas, pengen makan ronde." kata Sissy manja.


"Nyari dimana Dek?" tanya Rio yang memang todak tahu daerah Malang.


"Deket SMA Pratama Mas. Itu langganan aku dulu." kata Sissy sambil menunjukkan jalan pada Rio.


Rio hanya tersenyum melihatnya. Gini nih rasanya nemenin orang ngidam.


"Udah Dek. Sekarang mau apa lagi?" tanya Rio setelah mereka kembali ke mobil.


"Beli jagung bakar Mas." Kata Sissy sambil mengusao perutnya yang kenyang.


"Oke." Rio pun menuruti permintaan sang istri.


Sissy membeli jagung bakar untuk dimakan di rumah. Sambil menunggu pesanannya selesai tak lupa dia juga membeli STMJ untuk Rio.


"Dek, masa Mas harus minum lagi?" Rio mengusap perutnya yang semakin buncit.


"Iya Mas. Aku pengen liat Mas ngabisin ini." Sissy menyodorkan segelas STMJ ke hadapan Rio.


"Iya deh." Rio pun meneguk STMJ nya.


"Bentar Mas. Jangan dihabisin. Aku juga mau." Sissy mengambil STMJ itu dari tangan Rio. Diminumnya 2 teguk.


"Udah. Sekarang Mas abisin." Sissy kembali memberikan gelas itu ke Rio.


"Hadeuh. Kembung deh ini." Rio bergumam pelan.


"Kenapa Mas? Gak mau ya?" Sissy mulai manyun.


"Gak Dek. Ini Mas abisin kok." Rio pun menghabiskan STMJ nya.

__ADS_1


"Alhamdulilah." Sissy tersenyum sambil. mengusap perutnya.


"Assalamualaikum Ma." Sissy langsung mencium dan memeluk Mamanya.


"Waalaikumsalam. Kenapa De kok kolokan gini, datang - datang meluk Mama." Mama mengusap lembut punggung anaknya.


"Lagi seneng dia Ma." celetuk Rio.


"Ada apa De? Malu tuh dilihat Rara." Sissy hanya melirik ponakannya yang sedang duduk menontin TV.


"Ate kayak anak kecil. Manja gitu. Malu sama perut yang udah gede Te." ledek Rara.


"Hehehe. Aku punya kabar gembira Ma." Sissy melepaskan pelukannya.


"Ada apa? Anakmu sehat kan? Udah ketahuan jenis kelaminnya ya ?" cerocos Mama.


"Alhamdulilah mereka sehat Ma. Tapi belum keliatan cowok atau ceweknya." jawab Sissy sambil memberikan foto USG.


"Mereka? berarti kembar ya?" tanya Mama.


"Iya Ma. Ternyata aku hamil kembar. Makanya perutku besar banget." kata Sissy.


"Alhamdulilah. Mama ikut seneng De." Mama mulai menangis sambil memeluk putri bungsunya.


"Selamat ya Te. Asik aku mau punya adik langsung 2." Rara ikut memeluk Eyang dan Tantenya.


"Semoga sehat - sehat terus ya." Mama mengelus lembut perut Sissy.


"Sekarang aku pengen liat kalian makan jagung bakar. Nih aku dah beliin." Sissy tersenyum jahil.


"Aku gak ikutan ya Dek. Tadi udah kenyang sama ronde dan STMJ." Rio hendak pergi ke kamarnya.


"Eh, gak bisa. Mas juga ikut makan." Sissy memberi mereka masing - masing 1 bonggol jagung bakar.


"Mama gak kuat gigitnya De." kata Mama.


"Yawda brarti Mbak Sari harus gantiin Mama." Sissy menunjuk Mbak Sari yang kebetulan sedang mengantar teh hangat untuk Mama.


"Loh kok saya ikutan Mbak?" kata Mbak Sari bingung.


"Iya, Mbak harus ikut makan jagung bakar gantiin Mama." Sissy memberikan jagung bakar padanya.


"Saya makan di belakang aja Mbak." Pamit Mbak Sari.


"Gak boleh. Harus makan disini." kata Sissy membuat Mbak Sari menghentikan langkahnya.


"Udah nurut aja Mbak sama bumil." Kata Rio.


Sissy mengamati Rio, Rara dan Mbak Sari yabg sedang makan jagung bakar. Dia sangat menikmati pemandangan itu sambil tertawa bersama Mama.


Kelakuan bumil emang aneh-aneh ya..


Jangan Lupa Like 👍, Komen, Rate dan Vote.


Makasih🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2