Kisah Cinta Sang Perawan Tua

Kisah Cinta Sang Perawan Tua
#18 Mobil Merah


__ADS_3

Sudah 2 hari ini Sissy melihat mobil merah itu setiap malam selalu parkir di seberang rumahnya.


"Pagi Bu Sinta." Sissy menyapa bu Sinta, istri Pak Radit, tetangga seberang rumahnya.


"Pagi Mbak Sissy. Mau berangkat kerja?" Tanya Bu Sinta.


"Iya Bu. Lagi nunggu ojek online." jawab Sissy.


"Oh iya Bu. Maaf saya mau nanya. Beberapa hari ini lagi ada tamu ya bu?" Sissy teringat akan mobil merah yang selalu dilihatnya tiap malam.


"Enggak Mbak. Bahkan saya sekeluarga baru pulang tadi malam dari Surabaya, kebetulan Bapak Mertua lagi sakit." kata Bu Sinta.


"Loh, tiap malam ada mobil merah parkir di depan rumah ibu loh. Udah 4 hari ini. Saya kira tamu nya ibu." Kata Sissy sedikit heran.


"Bukan mbak. Mungkin tamu tetangga yang lain. Karena rumah saya sepi jadi parkir di depan rumah saya." kata Bu Sinta.


"Iya mungkin Bu. Yawda bu saya permisi berangkat kerja dulu." Pamit Sissy ketika ojek online nya sudah datang.


Siang itu Sissy mampir ke Cake Shop.


"Assalamualaikum." Sissy mengucap salam.


"Waalaikumsalam." Jawab Amira yang sedang menata kue di display.


"Kok sendirian Ra?" Tanya Sissy menatap sekeliling.


"Metty lagi istirahat. Ini kue baru mateng jadi ya sekalian aku display deh." Jawab Amira.


"Fiuhh, panas banget diluar." kata Sissy sambil mengambil jus dari lemari pendingin.


"Gimana perkembangan hubungan kamu dan Rio? Tanya Amira sambil menghampiri Sissy yang sudah duduk di salah satu sofa.


"Alhamdulilah Ra. Bulan depan keluarga dia mau datang, mau lamaran." Kata Sissy.


"Wahh, kok gak cerita-cerita sih? Lupa ya sama kita-kita." Protes Amira.


"Ya gak lah. Cuma acara sederhana aja. Acara keluarga aja. tapi kalian boleh datang kok." Jawab Sissy sambil tersenyum.


"Insha Allah kita pasti datang." Kata Amira.


"Yang lain gak dateng hari ini?" Tanya Sissy.


"Zizi kan lagi ikut seminar di Surabaya. Kalo Yoan ya kamu tau sendiri lah, kalo bukan jadwal dia ya jarang banget mampir." Jawab Amira sedikit kesal.


"Ya kalo gak gitu bukan Yoan namanya. Hehehe." Sissy bercoba menurunkan rasa kesal Amira. Sissy mengalihkan pandangannya ke arah jalan raya. Sissy kaget ketika dilihatnya ada mobil merah yang terparkir di seberang Cake Shopnya.


"Ra, kamu liat gak tuh ada mobil merah parkir di seberang." Kata Sissy sambil menarik muka Amira agar melihat ke luar.


"Lihat. Ya itu mungkin custimer toko buku depan." Amira menjawab dengan santai.


"Masalahnya beberapa hari ini aku ngeliat mobil itu parkir di seberang rumahku." cerita Sissy.


"Yang bener Si? Mungkin mirip aja kali mobilnya!" kata Amira coba menenangkan Sissy.


"Mungkin juga ya. Kok aku jadi parno gini." Kata Sissy.


"Udah. Positif thinking aja." kata Amira lagi.


Sissy sedang menuju pos security untuk mengambil berkas miliknya yang ketinggalan di taksi online yang mengantarkan tadi siang dari Cake Shop. Sissy sangat kaget dan ketakutan ketika dilihatnya mobil merah dengan plat nomer yang sama, Sissy sudah menghapalnya tadi siang, parkir di parkiran Resto Gending. Security yang melihat perubahan mimik muka Sissy pun bertanya.


"Bu Rissya kenapa? Ibu sakit?"


" Gakapak. Saya gak papa." Jawab Sissy sambil bergegas kembali ke Resto.


Sissy mengitari ruangan Resto tersebut. Dilihatnya ada beberapa meja yang terisi, tapi tak ada satupun orang yang dikenalnya. Dia menghampiri salah satu waiter.


"Indro, ruangan VIP ada yang ngisi?" tanya Sissy.


"Cuma satu ruangan aja Bu. Sedang ada Pak Erick, supplier yang meeting dengan Chef" jawab Indro.


"Kalo taman belakang?" tanya Sissy lagi.


"Masih kosong Bu. Kan live music nya baru dimulai nanti malam. Memang kenapa Bu?" Tanya Indro keheranan dengan sikap Sissy.


" Gak papa. Saya lagi nyari temen saya, katanya mau mampir kesini." jawab Sissy asal sambil berlalu menuju ke ruangannya.


"Sebenernya siapa pemilik mobil merah itu? kenapa dia ngikutin aku terus?" Sissy mencoba berpikir dalam hati.


Pulang kerja Sissy terpaksa meminta Beni, rekannya, untuk mengantarnya pulang. Sissy takut kalo harus pulang sendiri. Saat menunggu di dekat pos Security dilihatnya Pak Erick sedang ngobrol dengan seorang pria di samping mobil merah itu. Sissy pun langsung berpikiran buruk tentangnya.


"Apa pak erick yang ngikutin aku ya? itu dia berdiri di samping mobil merah." Sissy bergumam dalam hati.

__ADS_1


"Bu Sissy." Sapa Pak Erick ramah.


"Iya Pak. Sudah selesai meeting nya?" Tanya Sissy.


"Sudah Bu. Ini masih menunggu teman saya." jawab Pak Erick.


"Saya pulang duluan. Assalamualaikum." Pamit Sissy ketika Beni sudah muncul dengan sepeda motornya.


"Waalaikumsalam." Jawab Pak Erick.


"Bu Sissy kenapa ya Pak? kok kayak yang bingung gitu?" Tanya Erick pada Pak Tomo, Security, yang sedang berjaga di dekatnya.


"Gak tau ya Pak. Mukanya juga sedikit pucat. Mungkin lagi sakit aja pak." Jawab Pak Tomo.


"Tadi juga sedikit jutek sama saya." kata Erick lagi.


"Cuma perasaan Pak Erick aja itu sih. Hehehe." Pak Tomo menanggapi dengan santai.


"Iya mungkin Pak." kata Erick yang masih merasa ganjil dengan sikap Sissy.


Erick pun pamit pulang dengan mobil pick up nya. Sementara itu seorang pria pun masuk ke dalam mobil merah itu dan pergi.


Sissy berusaha menyembunyikan kekhawatirannya pada Mama dan ponakannya. Selesai makan malam, Sissy pun pamit menuju kamarnya.


"Sissy istirahat di kamar ya Ma." Kata Sissy.


"Tumben De. Kok langsung ke kamar. Mama liat kamu juga agak pucat." Mama khawatir dengan Sissy.


"Cuma capek aja Mam. Kayak mau flu." Sissy membuat alasan. "Mau istirahat aja biar besok lebih fit." ujar Sissy.


"Beneran kamu gak papa De?" tanya Mama lagi.


"Iya Ma. Yawda aku naik ya." Sissy langsung berjalan menuju kamarnya.


Sissy langsung merebahkan badannya di kasur. Kejadian beberapa hari ini membuatnya ketakutan. Diambilnya hp dan mengirim pesan ke Rio.


*ttrrttt.. ttrrttt..


Sissy


Assalamualaikum Mas. Lagi ngapain?


Rio


Sissy


Makan sendirian ?


Rio


Gak. Tadi makan sama temen2. Ini baru balik ke kamar.


Rio


Dedek udah maem?


Sissy


Udah. Ini juga baru masuk kamar.


Rio


Tumben jam sgini udah di kamar.


Sissy


Agak gak enak badan Mas. kepikiran tadi siang.


Rio


Emang ada apa Dek?


Sissy


Mas inget gak mobil merah yang parkir di sebrang rumah?


Rio


Iyaa inget. Mobil siapa Dek?


Sissy

__ADS_1


Aku gak tau Mas.. Udah beberapa hari tiap malam aku liat mobil itu parkir di sebrang rumah.


Rio


Punya tetangga depan rumah mungkin Dek..


Sissy


Bukan Mas. Aku dah nanya ke Bu Sinta, tetangga depan rumah. Malah beliau sekeluarga sedang tidak di rumah beberapa hari kemarin.


Rio


Trus mobil siapa?


Sissy


Ya aku juga gak tau Mas.


Rio


Kok jadi marah sih Dek ?


Sissy


Ya habisnya Mas gak mau nunggu ceritaku sampai selesai.


Rio


Iya iya. Maaf.. Lanjutin deh ceritanya.


Sissy


Tadi siang pas aku ke Cake Shop, aku liat mobil itu di ruko sebrang. Trus yang lebih nyeremin, pas agak sore aku keluar dari Resto ke pos Security, ternyata mobil itu ada parkir di Resto.


Sissy


Aku coba cari siapa pemiliknya, siapa tau kenal ternyata gak ada yg kukenal. Tanya Security juga gak tau siapa pemiliknya.


Rio


Waduh bahaya Dek. Itu mobil yg sama atau cuma kebetulan ?


Sissy


Kalo yg di sebrang rumah aku gak tau. Tapi plat nomernya yg di sebrang Cake Shop dan Resto sama. Aku jadi takut Mas.


Rio


Sabar Dek.. Kamu harus hati2 juga.


Sissy


Iya Mas. Tapi bikin parno.


Rio


Kamu kemana-mana naik taksi online aja. Atau minta jemput siapa gitu. Pake ojek langganan.


Sissy


Iya ntar langganan ojek aja sama temen aku.


Rio


Iya Dek. Kalo ada apa2 kamu cerita sama Mas ya. Yawda skrg kamu tidur dulu aja. Biar bsok lebih fresh.


Sissy


Iya Mas. Makasih ya udah dengerin.


Rio


Dengan senang hati.


Sissy masih mencoba berpikir siapa kira-kira yang menguntitnya? apa dia pernah punya musuh? Hingga akhirnya Sissy pun tertidur karena lelah. Biar besok lagi semua dipikirkan.


Siapa sebenarnya pemilik mobil merah itu? apa maksudnya menguntit Sissy?


kita lanjut besok ya..


Jangan lupa like nya 👍👍👍

__ADS_1


Makasih 🙏🙏🙏


Bersambung


__ADS_2