Kisah Cinta Sang Perawan Tua

Kisah Cinta Sang Perawan Tua
#39 Pulang ke Malang


__ADS_3

Baru 3 hari Sissy tinggal di Mess tapi sudah akrab dengan ketiga tetangganya terutama Mira, yang menempati rumah no 2, bersebelahan dengan Sissy. Bu Yuli menempati rumah no 5, sedangkan Mbak Rani menempati rumah no 6 paling ujung.


"Mbak, rumah no 4 ntar ditempati siapa?" tanya Sissy ketika siang utu mereka sedang kumpul menikmati rujak buah di rumah Mira.


"Gak tau lah. Belum ada yang mau nikah lagi dalam waktu dekat sepertinya. Hehehe." Jawab Mira sambil bercanda.


"Loh katanya Mas Ryan, bagian purchasing mau pindah kesini." Kata Rani, si bigos.


"Ooh.. Iya bisa jadi. Kan Mbak Lia, udah mau lahiran. Mungkin setelah anaknya lahir mereka pindah kesini." Bu Yuli menambahkan informasinya.


"Anak pertama Bu?" tanay Sissy yang belum mengenal Mbak Lia dan Pak Ryan.


"Bukan. Anak kedua. Sekarang Mbak Lia tinggal di Lumajang, sama orangtuanya. Tapi 5 bulan yang lalu ibunya udah meninggal." kali Mira yang bercerita.


"Ooh. Ya seneng kali semua rumah terisi." Jawab Sissy.


"Emang klo kosong suka agak spooky." jawab Rani, yang ternyata penakut.


"Biasa aja kali Ran." kata Bu Yuli.


"Beneran. Kalo lewat rumah ini malem-malem pasti deh merinding." kata Rani sambil mengusap-usap lengannya.


"Emangnya rumah kamu di ujung gak serem?" Mira malah menggida Rani.


"Iih.. Mbak Mira! Jangan nakutin gitu dong." Rani berpindah duduk di tengah-tengah Sissy dan Bu Yuli.


"Hahaha. Anak udah 2 masih penakut aja." Mira menertawakan tingkah Rani yang ketakutan.


"Udah.. udah. Gak ada apa-apa kok." Bu Yuli menengahi.


"Besok saya mau pulang ke Malang dulu Mbak, Bu." Sissy memberitahu tetangganya itu.


"Lama Mbak?" tanya Rani.


"Mungkin sampai akhir bulan ini. Awal atay pertengahan bukan deoan baru kembali kesini." Jawab Sissy.


"Puasa dong Mas Rio?" goda Rani.


"Ya gak lah Mbak. Kan klo weekend dia pulang ke Malang." Jawab Sissy.


"Iya sih." kata Rani.


"Gak nyampe sebulan lah Mbak. Kan sekarang udah pertengahan bulan." kata Sissy lagi.


"Iya deh Mbak. Pokok hati-hati disana." Kata Bu Yuli sambil menepuk punggung Sissy.


"Iya Bu. Tenang aja, titip rumah aja Bu." kata Sissy.


"Mas, bsok jadi ke Malang kan?" tanya Sissy pada Rio ketika mereka sudah di kamar.


"Iya Dek. Bsok berangkat agak pagi aja. Ntar kita mampir di Pandaan." kata Rio sambil memeluk Sissy.


"Mau mampir kemana?" tanya Sissy.


"Ke taman bunga yang baru itu loh Dek. Sekalian beli bunga buat Mama." kata Rio sambil menciumi rambut Sissy.


"Mau nyogok Mama ya ?" Ledek Sissy.

__ADS_1


"Ya kan anak nya mau Mas ajak pindah kesini. " Rio tertawa ringan.


"Ya terserah deh." jawan Sissy.


"Kok pasrah gitu sih Dek?" Rio mulai menciumi wajah Sissy.


" Daripada gak dianter pulang." Sissy meleletkan lidahnya ke Rio.


"Hhmm." Rio mengacak-acak rambut Sissy dengan gemas.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Keesokan paginya mereka berangkat jam 6, ketika semua rumah masih tertutup rapat. Maklum saja karena hari ini hari minggu, jadi semua memilih bangun lebih siang.


1 jam kemudian mereka sudah sampai di Taman Bunga Pandaan. Karena masih tutup, akhirnya mereka memutuskan untuk mencari sarapan dulu sambil menunggu jam buka Taman Bunga itu.


"Tuh kan Mas. Ternyata kita kepagian." Protes Sissy ketika sedang menunggu sarapan mereka di warung.


"Ya Mas kan gak tau jan bukanya. Biasanya jam 7 udah buka. Karena hari minggu, bukanya jam 8." Rio mulai menyeruput kopi hitamnya.


"Tau gitu kan berangkat agak siang Mas." Sissy masih protes.


"Udah jangan ngomel istriku yang cantik. Mas minta maaf ya." Rio mencubit gemas hidung Sissy.


"Iya Mas." Sissy menepis tangan Rio ketika pelayan datang membawa sarapan mereka.


"Malu kan Mas, dilihat orang." Sissy merengek manja.


"Biarin aja. Kita kan sudah menikah. Ngapain malu." kata Rio cuek.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


"Assalualaikum Mama." Sissy memberi salam.


"Waalaikumsalam. Kok gak kasih tau klo mau datang De." Kata Mama sambil memeluk anak bungsunya itu.


"Sengaja biar surprise Ma." Jawab Sissy sambil mencium pipi Mamanya.


"Mama kangen De." Kata Mama dengan air mata yang menetes.


"Sama saya gak kangen Ma?" Rio menghampiri Mama dan mencium lembut tangan Mama.


"Iya kangen juga." jawab Mama sambil menyeka air matanya.


"Mama sehat kan Ma?" tanya Rio lagi.


"Alhamdulilah Nak." jawab Mama.


"Ate.." Rara keluar dari rumah dan langsung memeluk Sissy.


"Anak cantik. Kamu sehat Kak?" Tanya Sissy sambil mengucap kepala Rara.


"Sehat dong Te." jawab Rara sambil tersenyum.


"Sama Om gak mau peluk." Rio sudah merentangkan tangannya yang langsung ditepis oleh Sissy.


"Om jangan genit gitu deh." Canda Sissy.

__ADS_1


"Kangen Om." kata Rara malu-malu. "Kangen sama oleh-olehnya. Hehehe."


"Tuh, oleh-olehnya banyak." Rio menunjuk tumpukan barang di dekat teras.


"Bawa masuk dulu Kak. Nanti kita pilih lagi." kata Sissy sambil menggandeng Mama masuk ke rumah.


"Mbak Sari bantuin ya Kak." Mbak Sari langsung mengangkat belanjaan itu.


"Oke Mbak." Rara pun mengekor masuk ke rumah dengan beberapa kantong di tangannya.


Setelah semuanya masuk, Rio menurunkan pot tanaman dan ditatanya di halaman depan rumah. Kemudian dia pun ikut masuk ke rumah.


Rara dan Sissy sedang sibuk membongkar kantong oleh - oleh, sedangkan Mama hanya melihat dari sofa.


"Mbak, minta tolong yang 4 ini disimpan di kamar tamu aja." kata Sissy sambil menunjuk 4 kantong warna hitam.


"Buat siapa Te?" tanya Rara.


"Buat tante-tante pelangi sama karyawan cake shop." jawab Sissy sambil terus memeriksa kantong oleh-oleh.


"Ini yang pink buat Kakak, yang merah buat Adek." Sissy memberikan kantong berukuran besar pada Rara.


"Ini buat Eyang." Sissy memberikan kantong ukuran sedang buat Mama.


"Makasih Ate. Om." kata Rara setelah membuka kantong oleh-oleh miliknya.


"Sama-sama Nak cantik." kata Rio sambil mengacak-acak rambut Rara.


"Oh iya Ma. Ikut saya sebentar." Rio menarik tangan Mama menuju teras.


"Ada apa Nak?" Mama bingung tiba-tiba diajak keluar.


"Nih Ma. Oleh - oleh spesial buat Mama." kata Rio sambil menunjuk deretan bunga yang tertata rapi di teras.


"Makasih ya Nak. Tau aja Mama butuh bunga yang baru." Kata Mama sambil melihat lebih dekat semua bunga-bunga itu.


"Iya Ma. Nanti dibantu Mbak Sari, Mama pindahin tuh bunganya di pot yang ini. Tanah sama pupuknya juga udah Rio belikan." Kata Rio lagi.


"Makasih ya Nak. Anak Mama gak ada yang suka bunga." kata Mama sambil melirik Sissy yang masih diruang tamu dengan Rara.


"Nanti kalo pas Rio disini, pasti Ruo bantuin ngurus tanaman Ma." kata Rio.


"Makasih ya. Untunvada mantu yang suka tanaman juga." kata Mama.


"Ngomongin aku ya? Kok lirik-lirik segala." Sissy tiba-tiba muncul di pintu depan.


"Geer aja. Hahaha." Mama dan Rio kompak menertawakan Sissy.


"Gitu ya. Udah main rahasia sama aku." Sissy pura-pura protes.


Dalam hati, dia merasa senang melihat Mama bisa tertawa lepas seperti itu.


"Semoga Mama gak sedih ketika aku tinggal." Sissy berkata dalam hati.


Jangan lupa LikeπŸ‘, Komen dan Vote ya..


Makasih πŸ™πŸ™πŸ™

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2