Kisah Cinta Sang Perawan Tua

Kisah Cinta Sang Perawan Tua
(Season 2) #26 Menunggu Lagi


__ADS_3

"Gimana kalo kita ngobrol besok aja. Sekarang masih rame banyak keluarga." kata Difan.


"Iya Kak." jawab Aca singkat.


"Oke. Besok ketemu di gramedia ya jam 10. Aku tunggu." Difan bergegas pergi meninggalkan Aca dan bergabung dengan Dafa dan keluarganya.


Aca hanya menatap punggung Lelaki yang dicintainya itu.


"Nih Ca minumnya." Ical menyodorkan gelas minuman.


"Makasih ya Cal." Aca langsung meneguk minumannya.


"Kayaknya tadi Kak Difan ?" tanya Ical yang langsung membuat Aca tersedak.


"Uhuk.. Uhuk.." Aca langsung mengelap bibirnya.


"Pelan - pelan dong Ca." Ical membantu menepuk punggung Aca.


"Kamu sih kalo nanya suka bikin kaget aja." protes Aca.


"Ya maaf. Tadi beneran Kak Difan ?" tanya Ical lagi.


"Iya." jawab Aca singkat.


"Cie.. Yang abis ketemu gebetan. Seneng tuh." goda Ical.


"Sstt.. Jangan kenceng - kenceng. Ntar kedengeran yang lain." protes Aca.


"Iya iya. Gimana ?" tanya Ical.


"Gimana apanya ? Baru juga ketemu." jawab Aca cuek.


"Gimana kelanjutan hubungan kalian. Kapan nih jadian resminya." tanya Ical kepo.


"Dasar kepo. Belum tahu lah. Kan belum ngobrol." Aca mencoba menghindari pertanyaan Ical.


"Pokoknya kamu harus cerita ke aku ya." kata Ical sambil menghampiri Rio yang sudah menunggu mereka untuk foto bersama pengantin.


Acara hari itu berlangsung hingga sore. Sepanjang sisa acara Difan bersikap sangat cuek pada Aca. Sissy pun terheran - heran melihatnya.


"Apa sebenarnya yang terjadi dengan mereka ? Apa Difan tidak memiliki rasa pada Aca?" kata Sissy dalam hati.


Difan bener - benar tidak memperdulikan kehadiran Aca, hanya terlihat Aca yang sesekali mencuri pandang pada Difan.


"Kamu kenapa Dek?" bisik Rio melihat Sissy yang memperhatikan Aca.


"Eh.. Gak Mas. Cuma lagi lihatin anak - anak aja." kata Sissy sambil kembali fokus pada suaminya.


"Tolong cari anak - anak. Kita pulang sekarang yuk." kata Rio.


"Oke Mas." Sissy pun beranjak dari tempat duduknya dan menghampiri si kembar.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=

__ADS_1


Keesokan harinya Aca bangun lebih pagi dan membantu Sissy di dapur.


"Ada apa nih tumben anak Bunda rajin banget." tanya Sissy pada Aca yang membantunya di dapur.


"Ya ada apa - apa Bun. Cuma pengen bantuin Bunda aja." jawab Aca sambil tersenyum.


"Dia emang udah biasa bangun pagi Bun. Udah siap jadi istri kayaknya." Ical duduk di kursi meja makan memperhatikan dua wanita spesialnya.


"Ical.. Dasar bawel." protes Aca.


"Bener nih anak Bunda sudah siap jadi istri ?" goda Sissy.


"Bentar lagi kayaknya ada yang bakal minta anak gadis Ayah nih." Rio ikut meledek anak gadisnya.


"Wah iya nih Yah. Kita harus mulai dekorasi ulang rumah ini." Sissy tertawa kecil bersama suaminya.


"Iih.. Kalian ini kompak banget ledekin akunya." Aca melipat tangannya di depan dada.


"Ya kan berita bahagia gak boleh ditutupi sayang." kata Rio sambil membelai rambut Aca.


"Ayah gak asik ah. Aca kan masih kuliah." Aca sedikit merajuk pada Rio.


"Kata siapa kalo masih kuliah gak boleh nikah ? Iya kan Bun ?" tanay Rio pada istrinya.


"Iya sayang. Mending kamu nikah muda daripada nikah udah tua kayak Bunda. Sampai umur hampir 60 belum juga punya cucu." kata Sissy pura - pura sedih.


"Iih Bunda kok jadi gitu sih. Kalo emang jodohnya datang cepat ya Aca juga pasti akan segera menikah." Aca mengusap pipi Sissy.


"Apalagi kalo jodohnya itu beda umur 13 tahun. Ya harus disegerakan." imbuh Ical.


"Hahaha. Udah.. udah.. Kalian jangan berantem terus. Kita sarapan dulu." Sissy menengahi keduanya.


"Selamat ya Bun. Kita akan segera punya mantu." Rio berkata lirih pada Sissy yang masih bisa didengar oleh Aca dan Ical.


"Ayah..." teriak Aca sambil mencubit tangan Ayahnya. Rio hanya bisa tertawa melihat tingkah anaknya. Suasana sarapan hari itu sangat akrab dan diselingi oleh ledekan dan rajukan dari anak - anak mereka.


Setelah sarapan Aca langsung bersiap untuk bertemu dengan Difan.


"Bun, Aku pamit dulu ya mau keluar." Aca menghampiri dan mencium lembut tangan Sissy.


"Mau kemana sayang ?" tanya Sissy.


"Mau ke gra****a dulu Bun. Ada buku yang mau aku beli." jawab Aca.


"Mau Bunda temenin ?" tanya Sissy lagi.


"Gak usah Bun. Aca mau sendiri aja." jawab Aca.


"Kamu naik apa ? Mau bawa mobil Bunda ?" Sissy menghampiri Aca yang berjalan keluar rumah.


"Aca udah pesen ojek online Bun. Biar gak macet. Tuh ojek nya udah datang. Assalamualaikum." jawab Aca sambil bergegas meninggalkan rumah.


"Waalaikumsalam" jawab Sissy menatap Aca yang mulai menjauh.

__ADS_1


Tak perlu memakan waktu lama, Aca pun tiba di gra****a. Diliriknya jam ternyata masih pukul 9. Aca pun langsung menuju bagian novel. Dia sibuk membaca dan memilih novel yang akan dibelinya. Aca sangat senang kalo sudah berada di toko buku seperti ini. Terkadang suka lupa waktu juga. Seperti saat ini, dia lupa bahwa sudah ada janji untuk bertemu Difan. Hingga seseorang menepuk pundaknya.


"Ca.. Kamu udah lama ?" tanya seorang lelaki.


"Eh.. Kak Difan. Udah lumayan sih cuma aku gak nyadar kalo sudah jam 10." Aca melihat jam di pergelangan tangannya.


"Maaf ya aku baru datang. Aku kira kamu berangkat mepet." Difan merasa bersalah membuat gadis itu menunggu.


"Gak apa - apa Kak. Aku memang sengaja datang lebih cepat biar bisa milih - milih buku dulu." Aca menunjukkan 2 novel yang ada di tangannya.


"Kamu suka baca juga ya kayak Bunda." komentar Difan membuat Aca heran.


"Kakak tahu kalo Bunda suka baca ?" tanya Aca.


"Ya aku diceritain sama Mama." jawab Difan sambil tersenyum.


"Ooh.." Aca hanya menganggukkan kepalanya.


"Kita ngobrol di M** seberang yuk." Difan menyebutkan nama restoran cepat saji.


"Aku mau bayar novel ini dulu Kak. Abis itu kita kesana." Aca berjalan ke arah kasir.


"Biar aku bayarin Ca." Difan hendak mengeluarkan dompetnya.


"Gak usah Kak. Aku punya uang tabungan kok." Aca menolak dengan halus.


"Iya deh. Kamu persis seperti Bunda. Wanita mandiri." puji Difan membuat Aca semakin salah tingkah.


Setelah selesai Difan mengajak Aca ke M**. Difan pun mengantri untuk memesan makanan yang akan menemani mereka ngobrol. Aca langsung mencari meja dan memilih tempat yang sedikit di pojok agar nyaman saat ngobrol nanti.


"Makan dulu Ca." Difan menyimpan nampan berisi burger, kentang goreng dan minuman kola diatas meja.


"Makasih Kak." Aca langsung mengambil minuman.


"Kita makan dulu ya baru ngobrol." kata Difan saat melihat Aca mulai menatap lekat padanya.


"Iya Kak." jawab Aca singkat.


"Gak apa - apa lah nunggu setengah jam lagi. Toh aku sudah menunggu selama 2 tahun untuk hari ini." kata Aca dalam hati.


Kira - kira bagaimana ya hubungan keduanya ?


Jangan lupa tetap dukung Author..


Bagi vote atau Bunga atau secangkir kopi 😁😁


Jangan lupa juga baca karya Author lainnya "Geng Pelangi" yang menceritakan kehidupan Sissy, Zizi, Yoan dan Amira sebelumnya


Like 👍 Komen dan Vote ✌✌


ajak juga teman lain buat ikut membaca ya..


Makasih 🙏🙏🙏

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2