
Hari ini di sekolah Aca dan Icak ada guru baru. Semua Siswi heboh karena guru baru itu ganteng katanya. Aca sendiri belum bertemu dengan guru baru itu.
"Gila.. Aku tadi papasan dengan guru baru itu. Orangnya beneran cakep." kata Diana yang heboh bercerita dengan teman - temannya.
"Dia ngajar apa Di?" tanya Yuli.
"Gak tau." jawab Diana.
"Tadi aku lihat dia datang pakai motor sport gitu. Bener kata Diana, keren banget." Siska ikut heboh bercerita.
Aca hanya mendengarkan celotehan mereka dari bangkunya.
"Kamu gak penasaran Ca sama guru baru itu?" tanya Kiki, teman sebangku Aca.
"Biasa aja." jawab Aca cuek.
Aca memang terkenal sangat cuek. Bahkan di kelas ini dia hanya dekat dengan Kiki. Sedangkan Ical sebaliknya, dia termasuk anak yang ramah pada siapa saja.
Saat jam istirahat Aca dan Kiki bergabung dengan Ical dan teman - temannya di kantin.
"Kalian tau gak kalo ada guru baru. Katanya ganteng. Cewek - cewek di kelas pada heboh semua." kata Dino.
"Ngajar apaan?" tanya Ical.
"Bahasa Inggris. Katanya sih ngajar di kelas x. Tapi belum masuk tuh ke kelas kita." jawab Dino lagi.
"Kelas kita besok ada pelajaran Bahasa Inggris. Berarti kita bisa nilai tuh guru beneran ganteng atau gak Ca." kata Kiki sambil menatap Aca yang masih cuek.
"Iya." jawab Aca singkat.
"Tadi aku kayak lihat Kak Difan di ruang guru deh Ca. Ngapain ya?" tanya Ical pada Aca.
"Kak Difan ? Kapan? Kok aku gak tau." Aca antusias ketika mendengar nama Difan.
"Giliran ngomongin Kak Difan aja semangat banget." ledek Ical.
"Seriusan Cal. Kan udah lama gak ketemu Kak Difan." kata Aca sedikit merajuk pada saudara kembarnya.
"Baru juga seminggu gak ketemu." Ical mengacak rambut Aca.
"Kak Difan itu siapa Ca?" tanya Kiki penasaran.
"Itu loh. Anak dari sahabat Mama kita. Cinta pertamanya Aca." kata Ical yang langsung dihadiahi cubitan oleh Aca.
"Lemes amat tuh mulut Cal." gerutu Aca yang disambut ledekan oleh yang lain.
"Cie.. Cinta pertama nih ye." ledek Bayu.
"Cinta yang tak terbalas." tambah Ical sambil menghindari cubitan Aca.
"Kasian deh Aca. Cinta nya bertepuk sebelah tangan. Mending sama Kak Bayu aja." kata Bayu menawarkan dirinya.
"Ogah. Males sama kamu. Bawel kayak Ical." kata Aca masih jengkel karena diledekin.
"Aku juga gak rela kalo Aca sama kamu Bay." Ical meninju pelan lengan Bayu.
"Ya namanya juga usaha Cal." Bayu hanya cengengesan mendapat penolakan dari Aca dan Ical.
__ADS_1
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Difan pulang mengajar dan langsung masuk ke rumah. Rumah terlihat begitu sepi. Ical langsung masuk menuju ke kamarnya.
Ketika melewati taman, tak sengaja dilihatnya Dafa sedang berduaan dengan Hana.
Difan hanya memandang mereka sambil menahan pedih hatinya.
"Aku bahagia melihat kamu bahagia Han." kata Difan dalam hati.
Difan hendak berbalik menuju ke kamarnya ketika dilihatnya Mama Yoan keluar dari kamar dan menyapanya.
"Fan, sudah pulang? Gimana hari pertama di sekolah?" tanya Mama Yoan.
"Iya Ma. Alhamdulilah lancar." jawab Difan.
"Kamu jadi ngajar Fan?" tanya Dafa yang ikut masuk.
"Iya Fa. Di SMA Pratama." jawab Difan sambil membuka kulkas untuk mengambil minuman.
"Ketemu sama Aca dan Ical gak? Mereka juga sekolah disana kan?" tanya Hana yang sudah mengambilkan Dafa Minuman.
"Makasih sayang." kata Dafa tanpa memperdulikan keberadaan Difan dan Mama Yoan.
"Oh iya ya. Si kembar sekolah disana." ucap Mama Yoan.
"Belum ketemu. Tadi baru ngajar 2 kelas. Aku juga gak tau mereka di kelas berapa." kata Difan sambil membuang pandangan dari sepasang pengantin baru itu.
Hati Difan sedikit teriris menyaksikan kemesraan Hana dan Dafa. Tapi dia juga harus segera move on.
"Iya. Istirahat sana." Mama Yoan menatap punggung lesu anaknya itu.
"Mama mau pergi ya?" tanya Dafa melihat Yoan berpakaian rapi.
"Mama mau keluar dulu ya Fa, Han." Mama Yoan pergi meninggalkan mereka berdua.
"Mas, Difan kayaknya marah ya lihat kita tadi." kata Hana.
"Biarin aja. Dia juga harus terbiasa melihat kita." Dafa mengusap lembut rambut Hana.
"Kamu jangan mesra - mesraan di depan dia dong. Apalagi tadi ada Mama, aku kan malu." kata Hana.
"Ya udah kita mesra - mesraan di kamar aja yuk." Dafa langsung menarik tangan Hana menuju ke kamar.
"Mas, Apaan sih ?" kata Hana malu.
Difan yang mendengarkan dari balik kamar hanya bisa mengikhlaskan kemesraan mereka. Karena memang Hana adalah jodohnya Dafa. Difan pun mengambil earphone nya dan menyalakan podcast favoritnya untuk menghindari suara - suara yang mengganggu itu.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
"Good morning Student." sapa guru bahasa inggris yang baru.
"Morning Sir." jawab seluruh siswa serempak.
Aca yang masih sibuk mengambil pulpennya yang jatuh belum sempat melihat wajah guru baru itu. Tapi entah kenapa suara itu sangat familiar di telinganya.
"Let me introduce myself. My name is Difan Agung Yudanto." kata guru itu yang langsung membuat Aca menegakkan tubuhnya.
__ADS_1
"Kak Difan?" Aca sampai bengong melihatnya.
"Kamu kenapa Ca? Kesambet?" tanya Kiki.
"Call me Mr. Difan." kata Difan sambil mengedarkan pandangannya ke seluruh kelas. Difan kaget ketika pandangannya beradu dengan Aca. Diapun melemparkan senyum pada gadis yang sudah dianggapnya adik itu. Aca tak membalas malah menyembunyikan mukanya.
"Ca, Mr. Difan senyum sama kita." Kiki berbisik heboh.
"Bukan kita tapi sama aku." kata Aca malah bikin Kiki penasaran.
"Maksudnya?" tanya Kiki.
"Nanti aja pas istirahat aku ceritain.
"Kak Difan ada di depan mata tapi entah kenapa sepertinya aku hanya bisa mengagumi dia saja. Dia kan hanya menganggap aku adik kecilnya saja. Apa dia bisa aku raih?" batin Aca sambil meremas rambutnya.
Akhirnya bel istirahat berbunyi. Aca pura - pura tak melihat Kak Difan saat berjalan keluar kelas. Aca langsung mengajak Kiki ke kantin.
"Cal, ternyata guru baru itu Kak Difan." kata Aca sambil mengguncang bahu saudara kembarnya.
"Yang bener? Udah ngajar di kelas kamu?" tanya Ical.
"Jadi kamu kenal sama guru baru itu?" tanya Kiki.
"Iya. Dia anaknya sahabat Mama aku." Kata Aca.
"Cowok cinta pertama kamu?" Bayu ingat ucapan Ical kemarin. Aca hanya mengangguk.
"Kenapa Kak Difan harus ngajar di sekolah sini sih?" gerutu Aca.
"Pepet terus Ca. Siapa tau jodoh." Dino memberi semangat.
"Gak boleh. Aca kan jodoh aku." kata Bayu percaya diri.
"Enak aja." kata Aca dan Ical kompak.
"Syukurin kamu. Belum apa - apa udah ditolak." ledek Dino.
"Sialan. Si kembar kompak amat nolaknya." Bayu ngomel sendiri.
"Makanya punya kaca itu dipake." Kiki ikut meledeknya.
"Aca. Sepertinya aku hanya bisa mengagumi kamu aja." gumam Bayu dalam hati.
Tuh kan. Berapa orang tuh yang hanya bisa mengagumi saja. Apa kalian pernah mengagumi seseorang dari jauh?
Jangan lupa tetap dukung Author..
Jangan lupa juga baca karya Author lainnya "Geng Pelangi" yang menceritakan kehidupan Sissy, Zizi, Yoan dan Amira sebelumnya.
Like 👍 Komen dan Vote ✌✌
ajak juga teman yang lain buat ikut membaca ya..
Makasih 🙏🙏🙏
Bersambung
__ADS_1