
Setelah 3 hari di observasi akhirnya Rio sudah diperbolehkan pulang. Selama 3 hari itu Sissy menjaga Rio bergantian dengan Ranti dan Dania yang sengaja datang dari Jogja untuk menjenguk kakaknya. Sissy pun hanya pulang untuk mandi dan menyusui si kembar. Sissy bersyukur ASI nya sangat berlimpah hingga tak perlu ditambah susu formula. Haris membawa mobil untuk menjemput Rio.
"Alhamdulilah akhirnya Mas bisa pulang." ucap Rio.
"Iya Mas." Sissy memeluk suaminya di mobil menuju rumah. Rio balas mencium kening Sissy.
"Ehem.. Ehem.. Kita ada disini loh Mbak, Mas." Haris membuyarkan kemesraan sepasang suami istri itu.
"Ganggu aja sih. Kan udah lama aku gak ketemu istriku." jawab Rio santai malah makin memeluk Sissy.
"Ntar dilanjut kalo udah berdua aja dong." ledek Dania dari kursi depan.
"Biarin aja. Jangan sirik lah. Cari suami sama istri kalian masing - masing lah." Rio mempererat pelukannya. Sedangkan Sissy berusaha untuk melepaskan pelukan Rio.
"Kamu gak suka Mas peluk??" Rio merasa kesal dengan sikap Sissy.
"Gak Mas. Tapi ini udah mau sampe rumah." jawba Sissy sambil mencubit pipi suaminya.
"Ooh. Kirain kamu gak mau aku peluk." ujar Rio.
"Ya gaklah Mas." Sissy menatap lembut pada Rio.
Benar saja tak sampai 5 menit mereka sampai di rumah. Sissy pun turun dan menggandenng Rio masuk ke rumah.
"Surprise.." banyak sekali orang berkumpul menyambut kepulangan Rio.
"Selamat dagang di rumah." Bunda menyambut dan memeluk Rio. Disana banyak sekali saudara Rio. Ada adik -adiknya, sepupu, tante, om, bude, pakde nya.
"Kamu yang bikin acara ini?" tanya Rio pada Sissy.
"Aku gak tau Mas. Kan dari kemarin aku di rumah sakit sama kamu." jawab Sissy.
"Aku sama Mbak Dania yang punya ide bikin ini Mas." kata Widi sambil memeluk kakaknya.
"Makasih ya Dek. Makasih semuanya udah meluangkan waktu untuk menyambut saya." kata Rio pada semua yang hadir.
"Ayo kamu duduk dulu." Bunda mengajak Rio duduk di sofa.
"Masya Allah. Kalian baik banget sama aku." Rio terharu melihat penyambutan seperti ini. Bahkan Irfan, adiknya yang tinggal di Bogor pun datang bersama istri dan anaknya.
"Mas, gimana kondisi mu?" Irfan memeluk kakaknya.
"Alhamdulilah Fan. Cuma masih sedikit lemes aja." jawab Rio.
"Alhamdulilah Mas. Aku seneng dengernya." Irfan duduk disamping Rio.
"Kamu cuti? Lama disini?" Rio tau adiknya yang seorang tentara itu sangat sibuk.
__ADS_1
"Ya kan ini udah akhir tahun Mas. Kayak biasa libur 10 hari lah." kata Irfan.
"Mas, ayo kita ke kamar lihat si kembar." Sissy membantu Rio untuk berdiri.
Karena terlalu lama tak sadarkan diri, Rio masih sedikit kesulitan untuk berjalan. Dia masih harus dipegangi oleh orang lain karena belum bisa mengontrol keseimbangannya.
"Mereka anak - anak kita Mas." Sissy menuntun Rio lebih mendekat ke boks tempat Aca dan Ical tidur.
"Mereka anakku? Lucu sekali Dek." tanpa sadar Rio meremas tangan Sissy yang masih digenggamnya.
"Iya Mas mereka anak kita. Terlihat damai saat mereka tidur tapi Kalo sudah bangun bisa kacau deh." kata Sissy sambil terkekeh.
"Sudah bisa apa mereka?" tanya Rio sambil memegang jari mungil Ical.
"Baru bisa berguling sama mulai ngoceh. Udah pengen duduk tapi masih harus dipegangi." jawab Sissy.
"Banyak sekali yang terlewatkan sama Mas ya Dek?" Rio terlihat sedih membayangkan Sissy harus membesarkan si kembar sendirian.
"Gak papa Mas. Kan masih akan banyak momen yang terjadi ke depannya. Belum terlambat kok Mas." Sissy memeluk Rio.
"Kamu sendiri gimana? Kenapa kamu gak cari pengganti aku? Kamu pasti kesepian sendirian." Rio menatap Sissy tajam.
"Ya gak lah Mas. Aku gak pernah kepikiran sampai kesitu. Kan kamu masih hidup. Aku juga gak pernah kesepian karena ada si kembar, Bunda, adik dan keponakan kamu yang sering berkunjung." Sissy balik menatap wajah suaminya.
"Makasih ya mau nunggu sampai aku bangun. Aku sayang sama kamu Dek." Rio balik mencium bibir istrinya dengan rakus.
"Kamu masih mesum aja Mas." Sissy bergumam saat mengambil nafas.
"Ya kan udah lama puasa Dek?" Rio terkekeh sambil membenamkan wajahnya di pa****ra Sissy.
"Mas, jangan dilanjutkan dulu ya. Masih banyak tamu." Sissy mencoba melepaskan diri dari Rio.
"Makin besar nih?" Rio tak memperdulikan ucapan Sissy malah tangannya sibuk bergerilya di pa****ra Sissy.
"Kan lagi menyusui Mas. Maaf ya kamu gak boleh nyicipin." Sissy merasa kenikmatan yang dirindukannya saat Rio menyentuh bukit kembarnya.
"Auw.. Pelan - pelan Mas. Nanti banjir loh." Sissy kaget ketika Rio mencubit pu****nya.
"Gemes Dek. Udah lama gak pegang." Rio menghentikan permainan tangannya dan mencium lembut bibir Sissy.
"Si kembar bangun Mas. Kamu sih nakal." Sissy menghampiri Aca dan menggendongnya.
"Kamu yang berisik Dek." Rio menghampiri dan duduk merapat di sebelah Sissy.
"Hai anak cantik sudah bangun? Ini ada Ayah." Sissy mengajak bicara Aca.
"Ya Allah lucunya kamu Nak. Ini beneran anak aku?" Rio masih takjub melihat bayi yang mirip dengannya.
__ADS_1
"Beneran dong Ayah. Aca haus ya. ***** dulu ya." Sissy langsung menyusui Aca. Rio memperhatikan bayi perempuannya bahkan sesekali mengusap lembut rambutnya.
"Mereka ASI eksklusif Dek?" tanya Rio.
"Alhamdulilah Mas. ASI aku melimpah sekali. Sangat cukup buat mereka berdua. Sebagian ada yang dibekukan. Jadi semakin besar stoknya pun selalu cukup." Sissy ikut membelai rambut Aca.
Tak lama Ical pun ikut bangun dan mencari Bubunnya.
"Tolong kamu gendong Ical dulu Mas. Abis ini aku susuin dia." kata Sissy.
Rio pyn meraih hati - hati anak lelakinya. Ditimang nya anak tampan itu.
"Dia juga mirip aku ya? Trus kamu kebagian apanya Dek?" Rio meledek Sissy.
"Kebagian hamil aja. Tapi mereka putih kayak aku Mas." Sissy balik meledek Rio.
"Untung aja putih ya jadi agak cakepan. Hehehe." Rio mencium gemas Ical.
"Udah Mas. Sini gantian gendongnya." Sissy menyimpan Aca yang sudah tertidur lagi di kasur sebelahnya. Dan mulai menyusui Ical yang sudah gelisah kehausan.
"Giliran digendong kamu aja anteng ya Dek?" keluh Rio melihat Ical yang langsung anteng menyusu.
"Iyalah. Kan disini ada susu nya dia." jawab Sissy terkekeh.
"Udah berpindah kepemilikan nih sepertinya." Rio menatap wajah teduh sang anak.
"Ngalah ya sama anaknya." Sissy mengacak - acak rambut suaminya.
"Nyicip dikit lah ntar malam." Celetuk Rio sebelum keluar dari kamar.
Sissy kesal ketika Rio meninggalkannya saat menyusui. Tapi ternyata Rio hanya mengambilkan air minum buat Sissy.
"Nih. Kamu sambil minum ya. Air pqutih aja gak papa kan?" Rio menyodorkan segelas air putih hangat.
"Makasih ya Mas. Kirain kamu ninggalin aku." kata Sissy manja.
"Gak lah Dek. Aku akan nemenin kamu terus untuk menebus 5 bulan yang terbuang." Rio memeluk Sissy dari belakang.
Bahagia. Itu yang dirasakan Sissy dengan kehadiran Rio yang menemaninya saat menyusui si kembar.
So sweet banget ya..
Jangan lupa Likeπ, Komen dan Vote..
Makasih πππ
Bersambung
__ADS_1