Kisah Cinta Sang Perawan Tua

Kisah Cinta Sang Perawan Tua
(Season 2) #29 Kejutan untuk Aca


__ADS_3

Setahun Kemudian...


Waktu berjalan dengan cepat, tak terasa sudah setahun Aca dan Difan menjalani hubungan jarak jauh. Tak mudah memang menjalani LDR. Tetapi mereka mengisinya dengan komunikasi dan kepercayaan. Aca banyak mengambil sks tambahan sehingga di semester 7 ini dia tinggal menyelesaikan 6 sks saja dan fokus menulis skripsi. Difan selalu mensupport kekasihnya dari jauh.


"Kak, kapan kamu pulang ke malang ?" tanya Aca saat bertelepon dengan Difan.


"Belum tau Ca. Ini masih persiapan untuk pergantian guru." jawab Difan.


"Berarti gak lama lagi ya kan ?" Aca merasa senang mendengar jawaban sang kekasih.


"Udah gak sabar ya mau di halalin ?" goda Difan.


"Ish Kakak. Bikin malu aja." gerutu Aca.


"Iya juga gak apa - apa kok. Aku juga gak sabar buat nikahin kamu." Difan masih menggoda Aca.


"Gombal aja terus. Tapi gak pulang - pulang. Kayak bang toyib aja. Hehehe." canda Aca sedikit merajuk.


"Iya iya. Aku segera pulang kok. Tunggu aja." kata Difan.


"Aku pasti akan tunggu Kakak." Tak lama kemudian Aca menyudahi pembicaraan mereka.


*tok.. tok.. tok.. *


"Ca, kamu ada kuliah gak hari ini ?" tanya Ical dari depan pintu.


"Ada tapi agak siangan. Kenapa emangnya ?" Aca balik bertanya.


"Minta tolong antarkan selimut sama karpet ini ke laundry ya." Ical menunjuk bungkusan hitam di atas meja ruang tamu.


"Kenapa gak kamu aja yang antar kesana Cal ?" Aca memandang saudara kembarnya.


"Aku buru - buru Ca. Udah telat. Ada klien baru mau bertemu." Ical langsung bergegas menuju sepeda motornya yang terparkir di garasi.


"Siap bos." jawab Aca sambil mengantarkan Ical ke depan.


Setelah mandi Aca bersiap berangkat kuliah. Tak lupa dibawanya bungkusan menuju laundry yang terletak di depan gang.


"Assalamualaukun Teh. Mau laundry nih." sapa Aca pada pemilik laundry.


"Iya. Kok tumben neng Aca yang nganter kesini ?" tanya Teh Ninis, pemilik laundry.


"Ical nya lagi buru - buru. Ada kerjaan." jawab Aca sambil tersenyum.


"Udah lama Teteh gak lihat neng Aca. Abis pulang ke Malang ya Neng ?" tanya Teh Ninis.


"Gak Teh. Aca lagi sibuk kuliah aja. Udah mau skripsi Teh." jawab Aca.


"Wah hebat ya Neng Aca. Baru 3 tahun udah mau skripsi aja. Biasanya 4 tahun kan." Kata Teh Ninis.

__ADS_1


"Iya Teh. Biar cepet lulus terus cepet nikah. Hehehe." Aca malu - malu.


"Ooh.. Udah mau nikah ? Padahal mau Teteh jodohin sama Agung, adik sepupu Teteh." goda Teh Ninis.


"Teteh bisa aja. Udah ya Teh, Aca ke kampus dulu." pamit Aca.


"Iya Neng. Hati - hati di jalan." kata Teh Ninis.


Aca pun menaiki angkot yang akan membawanya ke kampus.


Sudah seminggu ini Aca sibuk dengan proposal judul skripsinya. Setiap hari Aca selalu pulang lebih sore karena harus bimbingan dan menyelesaikan proposalnya. Hari ini adalah hari sidang judul skripsi. Aca bangun lebih pagi dan bersiap untuk berangkat ke kampus. Dia gak mau terlambat di hari penting ini.


"Ca, aku anterin ke kampusnya." kata Ical yang sedang membuat roti di dapur.


"Yang bener Cal ? Tumben kamu mau nganerin aku ?" Aca menghampiri Ical.


"Kan hari ini kamu sidang judul. Aku anter biar gak telat. Nih makan dulu rotinya." Ical menyodorkan sepiring roti isi telur buatannya.


"Makasih kesayangan aku." Aca memeluk sekilas Ical.


"Gak usah peluk lah. Geli tau." protes Ical.


"Biar kamu belajar dan tahu rasanya dipeluk cewek." kata Aca.


"Ya bedalah. Kalo dipeluk pacar pasti enak, tapi kalo dipeluk kamu mah jadi aneh." Ical menjauh dari Aca.


"Berarti aku normal kan." kata Ical dengan santai.


"Amit - amit jangan sampai gak normal. Bisa - bisa kita rebutan Kak Difan. Hehehe." canda Aca.


"Pedang - pedangan dong. Hahaha." Ical tertawa sambil memegangi perutnya.


"Ca, aku langsung cabut ke kampus ya. Semoga sukses sidangnya." kata Ical ketika mereka sudah sampai di depan gedung jurusan Aca.


"Makasih ya Cal. Take Care." Aca melambaikan tangannya sampai Ical menghilang dari pandangan.


Aca masuk ke dalam gedung dan langsung menuju ruang sidang. Dilihatnya jadwal ternyata dia ada di urutan ke empat. Sebentar lagi sidang akan dimulai, Aca pun menunggu giliran sambil membaca lagi materi presentasinya. Hingga giliran Aca tiba. Dia pun melangkahkan kakinya masuk ke ruangan sambil membaca doa dalam hati.


Sidang berjalan dengan lancar. Presentasidari Aca dinilai cukup baik sehingga judul skripsinya langsung disetujui. Aca pun menyalami pembimbing dan penguji satu persatu. Aca memilih langsung pulang ke rumah untuk berisitirahat. Sudah beberapa hari ini dia kurang tidur karena mempersiapkan proposal judul skripsinya.


Aca memilih naik ojek online agar lebih cepat sampai di rumah. Aca membuka pintu rumahnya dan hendak menuju kamarnya. Ketika didengarnya suara berisik dari arah taman belakang.


"Cal, Kamu di rumah ya ?" teriak Aca mengira Ical yang sedang di taman belakang.


Tak ada jawaban dari taman belakang. Suasananya pun kembali sunyi. Dengan berjalan perlahan Aca melangkah menuju taman belakang. Dibukanya pintu, tiba - tiba..


"Surprise.." teriak seorang lelaki yang membelakanginya.


"Kak Difan ?" kata Aca tak percaya.

__ADS_1


"Selamat ya sayangku. Kamu berhasil lulus sidang judul." Difan langsung memeluk Aca yang masih bengong.


"Makasih Kak. Kapan Kakak datang ?" tanya Aca sambil membenamkan kepalanya di dada tunangannya itu.


"Tadi pagi. Abis Ical antar kamu terus dia jemput aku di bandara." Difan tersenyum manis pada Aca.


"Sudah selesai tugasnya ?" tanya Aca lagi.


"Sudah dong. Ini sekarang aku ada disini." Difan mengajak Aca menuju kursi di taman belakang.


"Kenapa gak bilang sih ? Kakak juga udah seminggu gak kabarin aku." Aca mulai merajuk.


"Kan emang mau bikin surprise. Senang gak sayang ?" tanya Difan.


"Senang banget Kak. Aku kangen." kata Aca tanpa malu.


"Aku juga kangen sama gadis kecilku ini." Difan mencubit hidung Aca.


"Terus Icalnya kemana sekarang ?" Aca mencari sekeliling taman.


"Ical tadinya mau ikutan surprise in kamu. Tapi ada kerjaan dadakan. Pulangnya sore." kata Difan.


"Kita berdua aja dong di rumah." Aca menundukkan wajahnya.


"Tenang aja gak bakal aku apa - apa in kamu. Mau makan dulu atau ganti baju dulu ?" tanya Difan.


"Aku ganti baju dulu ya Kak." Aca pun melangkah menuju kamarnya.


Mereka menghabiskan waktu dengan saling ngobrol dan berbagi pengalaman selama berjauhan.


"Kita pulang ke Malang yuk biar aku cepat bisa halalin kamu." bisik Difan di telinga Aca.


"Sabar ya Kak. Aku selesaikan skripsi ku dulu." Aca mendorong wajah Difan menjauh.


"Gantian nih aku yang harus nunggu." kata Difan.


"Hehehe. Sabar ya Kak. 4 bulan lagi." Aca melipat tangannya di depan dada sambil tersenyum pada Difan.


Bagi vote atau Bunga atau secangkir kopi 😁😁


Jangan lupa juga baca karya Author lainnya "Geng Pelangi" yang menceritakan kehidupan Sissy, Zizi, Yoan dan Amira sebelumnya


Like 👍 Komen dan Vote ✌✌


ajak juga teman lain buat ikut membaca ya..


Makasih 🙏🙏🙏


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2