Kisah Cinta Sang Perawan Tua

Kisah Cinta Sang Perawan Tua
#57 Kecelakaan


__ADS_3

Hari ini Sissy dan Rio pulang ke Jombang untuk menengok Bunda.


"Assalamualaikum Bun." sapa Sissy dan Rio ketika memasuki rumah.


Mereka mencium takzim tangan Bunda bergantian. Tak lupa Bunda mencium pipi kanan dan kiri Sissy juga mengelus lembut perut buncit Sissy.


"Apa kabar cucu - cucu Mbah." Sapa Bunda pada perut buncit Sissy.


"Baik Mbah. Kita pintar kok Mbah." Sissy menjawab dengan menirukan suara anak kecil.


"Duduk yuk Nak. Gak kerasa sudah 7 bulan ya Nak." Bunda menarik tangan Sissy untuk duduk di bale - bale di depan rumah.


"Alhamdulilah Bun. Kita juga baru pulang minggu kemaren dari Bandung." kata Sissy


"Bolak Balik terus ya Nak. Terus gimana sekarang urusannya?" Bunda mengelus lembut perut Sissy.


"Alhamdulilah urusan Almarhum Papa sudah beres." kata Sissy lega.


"Alhamdulilah. Mama kamu sehat kan? Bunda gak sempet kesana lagi." ujar Bunda.


"Alhamdulilah sehat Ma. Cuma kecapekan aja pulang dari Bandung." Sissy menaikkan kakinya yang terasa pegal ke atas bale - bale.


"Bunda bikinin minum ya. Kamu istirahat di kamar aja. Kasian bayimu capek juga." Bunda masuk ke dalam tumah. Sissy pun akhirnya ikut masuk juga.


"Mas kemana sih Bun?" Sissy mengikuti Bunda ke dapur.


"Suamimu udah tidur tuh di kamar." Bunda melirik ke arah kamar yang pintunya separuh terbuka.


"Masih capek mungkin ya Bun. Abis dari Bandung langsung kerja lagi." kata Sissy sambil menuju ke kamar.


"Ya ampun Mas. Udah molor aja." Sissy menghampiri Rio di ranjang.


"Hhmm.." Rio masih memejamkan matanya.


Sissy sudah mau menjahili Rio yang sedang tertidur ketika Bunda masuk mengantarkan teh manis hangat dan kopi buat mereka.


"Nak, Bunda taruh di meja rias ya. Kamu istirahat dulu." Bunda keluar sambil menahan senyum, sepertinya Bunda melihat kelakuan jahil Sissy.


"Aduh aku malu, mau jahil sama Mas malah dilihat Bunda." batin Sissy.


Akhirnya Sissy pun ikut berbaring di samping Rio dan memeluknya.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Ternyata besok akan diadakan aqiqah anak dari sepupu Rio didesa sebelah. Rio pun mengajak Sissy dan Bunda untuk datang ke acara tersebut. Mereka berangkat hanya berangkat bertiga saja. Sissy mulai nyaman dan akrab dengan sepupu suaminya. Sepanjang acara Sissy lebih banyak duduk di sofa karena perutnya yang mulai berat. Hamil anak kembar usia kandungan 7 bulan diumur yang tidak lagi muda terasa berat baginya. Rio pun menjadi suami siaga yang selalu menemani Sissy. Acara selesai sore hari. Perut Sissy sudah terasa kram karena terlalu lama duduk.


"Kita ke rumah sakit Dek?" tanya Rio yang cemas dengan keadaan Sissy.


"Gak usah Mas. Aku cuma butuh tiduran aja." jawab Sissy.


"Ya sudah. Kita pulang sekarang Nak. Kasian istri kamu." kata Bunda.


"Iya Bun. Kita pamit dulu." jawab Rio sambil mencari Om dan Tante nya.

__ADS_1


Mereka pun dalam perjalanan menuju rumah. Perjalanan tinggal beberapa menit lagi ketika ada bus yang menyalip trus di arah berlawanan. Rio mulai panik akan keselamatan istri dan Ibunya. Rio terus mengklakson bus di depannya itu.


"Dek, tutupi badan kamu dengan bantal. Bunda juga." kata Rio panik.


"Mas, gimana ini?" Sissy mulai berpegangan pada sisi mobil dengan kencang.


"Kita minggir dikit Dek." Rio berusaha menenangkan istrinya.


Bus tersebut masih saja berusaha menyalip truk di depannya. Sopir bus juga memberi tanda menyuruh minggir, sepertinya ada masalah dengan rem nya. Meski sudah minggir tapi badan bus itu tetap menghalangi jalan mereka. Sudah tak ada waktu, Rio pun membanting setir ke sebelah kiri. Sialnya di sebelah kiri ada sebuah pohon besar, mereka pun menabrak pohon tersebut.


*brug.. *


Kepala Sissy sempat membentur pinggiran mobil. Dilihatnya Rio juga sudah tal sadatkan diri dengan kepala penuh darah, sedangkan Bunda di kursi belakang juga terlihat kesakitan akibat benturan itu. Sissy sempat melihat darah yang mengalir di kakinya sebelum dia pingsan tak sadarkan diri.


Mereka segera ditolong oleh warga sekitar yang kebetulan kenal. Akhirnya mereka dibawa dengan ambulans ke rumah sakit terdekat.


Sissy langsung dibawa ke ruang operasi kareba terjadi pendarahan dengan kandungannya. Saat itu juga harus dilakukan operasi caesar untuk menyelamatkan bayi kembar mereka. Sementara itu Rio mengalami pendarahan yang lumayan hebat di kepalanya. Rio pun dimasukkan ke ruang ICU.


"Bun, gimana kondisi Bunda?" tanya Widi yang terlihat panik.


"Bunda gak papa Nak. Mas dan Mbakmu yang parah." jawab Bunda.


"Mas dimana Bun?" tanya Haris yang datang bersama Widi.


"Mas di ruang ICU, belum sadarkan diri." kata Bunda sambil menahan sakit di badannya.


"Mbak Sissy sedang operasi buat menyelamatkan anaknya." Kata Bunda lagi.


"Ya Allah. Kasian mereka. Kenapa bisa kecelakaan gini sih?" gerutu Haris.


"Wid, coba kamu hubungi keluarga di Malang." kata Bunda.


"Aku gak punya nomernya Bun." Widi terlihat bingung.


"Dek, kamu coba telpon ke cake shopnya Mbak Sissy. Cari tahu nomer telpon Mama atau salah satu temen Mbak Sissy." usul Haris.


"Bener juga Mas. Tumben pinter." ujar Widi mencari noner telpon cake shop Sissy dari Goggle.


"Sialan. Emang aku pinter." Haris menjitak kepala Widi.


Widi pun berhasil mendapatkan no hp Amira, salah satu sahabat Sissy.


*Kring.. kring.. *


"Assalamualaikum." jawab suara di seberang.


"Waalaikumsalam. Ini dengan Mbak Amira?" tanya Widi.


"Iya betul, saya sendiri. Dengan siapa ya?" Amira balik bertanya.


"Saya Widi Mbak. Adiknya Mas Rio, Jombang." Widi memperkenalkan diri.


"Ada apa ya? Kok tumben telpon saya?" Amira mulai curiga dengan telpon dari adik Rio.

__ADS_1


"Gini Mbak. Saya ada kabar buruk. Saya gak punya nomer nya Mama Yani buat ngabarin soal ini. Mbak Sissy dan Mas Rio kecelakaan." kata Widi dengan suara tercekat.


"Subhanallah. Kondisi mereka gimana?" tanya Amira mulai panik.


"Mbak Sissy harus melahirkan dengan operasi yang saat ini masih berlangsung. Kalo Mas Rio juga belum sadarkan diri, masih di ICU." kata Widi.


"Ya Allah. Saya nanti bilang ke Mama nya Sissy." Amira membereskan pekerjaannya.


"Iya Mbak. Kalo bisa Mama Yani diantar kesini." pinta Widi.


"Iya. Insha Allah saya antar kesana. Tolong infoin lagi kalo ada perkembangan kondisi Sissy dan Rio." Amira memutus teleponnya dan beranjak keluar dari kantornya.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


"Assalamualaikum." Amira memberi salam dan langsung masuk ke rumah Mama Yani.


"Tante Amira. Nyari Eyang ya?" Rara menghampiri Amira dan mencium tangannya.


"Iya Ra. Kamu bisa ijin sekolah ?" tanya Amira.


"Emang kenapa Te?" Rara masih asik menatap hp nya.


"Ikut Tante ke Jombang. Ate sama Om kamu kecelakaan. Tante mau bilang ke Eyang juga." kata Amira setengah berbisik.


"Ya Allah. Kenapa bisa kecelakaan? Trus dedek bayi nya gimana?" Rara menyimpan hp nya dan menatap Amira tajam.


"Sekarang sedang di operasi. Tante cari Eyang kamu dulu." kata Amira berjalan menuju kamar Mama Yani.


"Te.. Ini Amira, boleh masuk ya?" Amira membuka perlahan pintu kamar Mama Yani.


"Iya Ra. Ada apa nih?" Mama kaget melihat Amira tiba - tiba menghampirinya di kamar.


"Tante yang sabar ya. Tante harus tenang." Amira memeluk Mama Yani sambil menangis.


"Kamu malah bikin Tante bingung. Ada apa Ra?" Mama menatap Amira.


"Sissy kecelakaan Te. Sekarang sedang operasi caesar untuk pengangkatan bayinya." kata Amira yang membuat Mama menangis.


"Ya Allah. Subhanallah. Yang bener Ra?" Mama mulai menangis.


"Iya Ma. Mereka kecelakaan saat pulang dari sodaranya. Sissy belum sadarkan diri. Rio juga." Amira memeluk Mama Yani dengan erat.


"Kita harus kesana Ra." Mama bangkit menuju kamar mandi.


"Iya Te. Kita beresin baju Tante dulu ya. Abis itu nanti Mas Alif jemput kita disini." Amira membantu menyiapkan baju Mama Yani.


Bagaimana kondisi Sissy dan Rio? Apakah bayi mereka terlahir dengan selamat?


Jangan lupa dukung author terus.


Like 👍, komen dan Vote...


Makasih 🙏🙏🙏

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2