
Rio sudah sampai di sebuah kebun. Dia segera masuk dan menemukan sebuah rumah di tengah-tengah kebun itu.
Dia pun segera mendekat dan mencoba mencari celah untuk mengintip. Rio sudah memutari rumah itu tapi tak dilihatnya ada orang disitu. Rio sudah hendak meninggalkan tempat itu ketika tiba-tiba didengarnya sebuah suara dari dalam rumah. Karena semua pintu terkunci, Rio pun masuk melalui jendela di samping rumah. Didengarkan suara seorang perempuan dan laki-laki yang sedang berdebat. Dibukanya pintu sedikit dan dilihatnya lelaki itu sedang mendekati Sissy yang berjalan mundur menghindarinya. Rio pun segera mengirim pesan ke Amira.
Rio
Ra, bener Sissy ada disini. Kamu segera kesini bawa bantuan ya.
Amira
Oke Yo. Tolong selamatin Sissy dulu.
*******
*Brakkk... dibukanya pintu dengan kasar. *
"Hei... Lepasin Sissy." Suara beratnya terdengar menggema di ruangan itu.
"Ah.. Sialan. Siapa kamu, berani ganggu kesenangan aku? " Teriak Arif sambil melepaskan Sissy.
"Jangan ganggu calon istri aku." Rio datang menyelamatkan Sissy.
Bagian depan kemeja Sissy sudah separuh terbuka dan memperlihatkan b** nya. Sissy menatapnya dengan wajah ketakutan. Rio pun menatap dan tersenyum padanya. Seketika itu Sissy dilihatnya jatuh pingsan. Rio hendak berlari menolong Sissy ketika pria itu berbalik dan menyerang Rio.
"Siapa yang kamu bilang calon istri? Lia itu istri aku." Jawab Arif sambil melayangkan pukulan yang dengan cepat ditangkis oleh Rio.
"Jangan mimpi kamu. Aku gak tau siapa kamu. Tapi yang jelas Sissy itu calon istri aku." Kata Rio sambil meninju tepat di muka Arif.
Arif terjatuh dan mengerang kesakitan sambil memegangi pipinya. Dia berusaha bangkit dan balas memukul Rio yang mengenai dadanya. Rio meringis menahan sakit.
Rio pun memberikan pukulan beberapa kepada Arif hinga lelaki itu terjatuh. Arif ternyata tak sekuat yang dibayangkan Rio. Dia bahkan tak bisa membalas pukulan Rio. Satu- satunya pukulan yang berhasil mengenainya ya pukulan di dada tadi. Rio pun meninggalkan Arif yang sedang terkapar dengan muka bengap.
"Si, bangun. Kamu gak kenapa-kenapa kan?" Rio memeluk Sissy yang masih belum sadar. Segera dibuka jaketnya untuk menutupi kemeja Sissy yang terbuka.
Dengan cemas diciumnya kepala Sissy dantak lama dilihatnya mata Sissy terbuka.
"Mas.. Aku takut." Sissy tersadar dan reflek memeluk Rio.
"Iya dek. Kamu tenang dulu ya. Insha Allah kamu sudah aman." Rio mempererat pelukannya sambil membelai lembut punggung Sissy
"Ternyata dia yang ngikutin aku terus Mas." Sissy bercerita sambil menangis.
"Iya. Kamu ceritanya nanti aja ya. Ayo sekarang kita keluar dulu dari sini." Rio menghapus air mata Sissy.
Rio pun bangkit dan membantu Sissy berjalan. Ketika tiba-tiba Sissy berteriak.
"Awas Mas. Dibelakang kamu." Rio merasakan Sissy memutar tubuh mereka.
"Aaghh.... " Terdengar erangan Sissy.
Sissy terkena pukulan kayu yang sebenarnya ditujukan Arif untuknya.
Rio yang melihat Sissy kembali pingsan, segera menghampiri Arif dan memukulnya bertubi-tubi tanpa ampun.
"Stop.. " Teriak suara dari arah pintu.
"Cukup Yo. Nanti dia bisa mati." Kata suara lain yang menariknya menjauh dari Arif.
Dilihatnya Amira dan Suaminya, Mas Alif.
__ADS_1
"Awas kamu ya. Jangan pernah menyentuh Sissy lagi." Rio mengancam Arif yang mengerang kesakitan dan memohon ampun padanya.
Rio pun berjalan mendekati Sissy sambil meringis menahan sakit di wajahnya. Sissy sudah siuman dan sedang dibantu minum oleh Amira.
"Kamu gak papa Si? " Rio bertanya.
"Gak papa Mas. Cuma sakit sedikit aja." Jawab Sissy lemah.
"Yo, Si, Orang ini perlu kita bawa ke kantor polisi?" Tanya Mas Alif sambil memegangi Arif.
"Jangan Mas. Aku gak mau masalah ini jadi panjang." Jawab Sissy.
"Iya Mas. Biarin aja dia seperti itu. Sekarang yang penting kita bawa Sissy ke Rumah Sakit dulu." Rio menambahkan.
"Baiklah." Jawab Mas Alif sambil meninggalkan Arif. Tak lupa ditendangnya sedikit tubuh Arif yang sudah tak berdaya itu.
Amira dan Rio memapah Sissy keluar dari rumah itu. Mereka pun segera melarikan Sissy dan Rio ke Rumah Sakit untuk diperiksa.
Tak lupa Amira mengabari 2 sahabatnya yang lain.
*Chat Group Pelangi*
Amira
Alhamdulilah gaes.. Sissy udah ketemu.
Yoan
Gimana keadaannya?
Amira
Agak kacau. Dia hampir diper****. Untung Rio datang tepat waktu.
Yoan
Alhamdulilah.
Alhamdulilah. Trus sekarang kalian dimana?
Amira
Ini kita sedang menuju ke RS. Kondisi Sissy lemes banget.
Yoan
Yawda ntar kabarin RS nya dimana.
Amira
Oke.
**********************
Sampai di Rumah Sakit Sissy pun segera ditangani dan diinfus untuk menghilangkan dehidrasinya. Luka-luka Rio pun segera diobati. Setelah 2 jam mereka pun diperbolehkan pulang. Mas Alif mengantar mereka ke rumah Sissy.
"Kamu kenapa de?" Mama panik melihat kondisi Sissy.
"Gak papa Ma. Cuma sakit sedikt tadi abis kecelakaan." Sissy terpaksa berbohong karena tak ingin Mama semakin khawatir.
__ADS_1
"Kok bisa de? Tapi kamu gak ada yang luka?" Tanya Mama lagi sambil memeriksa tubuh Sissy.
"Gak Ma. Cuma capek aja." Jawab Sissy.
"Oh, ada Rio juga." Kata Mama lagi.
Rio menggangguk dan memapah Sissy menuju kamarnya di lantai 2.
"Iya Tante. Saya ijin nemenin Sissy dulu." Kata Amira.
"Iya, Silahkan." Jawab Mama sambil berllau menuju kamarnya.
Setelah membantu Sissy untuk tiduran di ranjangnya, Rio pun menyeret kursi mendekat ke ranjang.
"Muka kamu pasti sakit Mas?" Sissy membelai lembut muka Rio yang terluka dibeberapa bagian.
"Cuma sedikit kok dek. Bentar juga sembuh." Rio meraih tangan Sissy dan menciumnya dengan lembut.
"Makasih ya Mas udah nyelamatin aku." Ucapa Sissy.
"Pasti Dek. Itu sudah kewajiban Mas untuk melindungi kamu." Rio membelai lembut kepala Sissy.
"Ehem.. ehem.." Amira menghampiri pasangan itu.
"Ra, Makasih ya udah nolong aku." Kata Sissy.
"Sama-sama Si. Rio tuh yang paling khawatir sama kamu." Jawab Amira lagi.
"Assalamualaikum." Mereka semua menoleh ke arah Zizi dan Yoan yang baru datang.
"Waalaikumsalam."
"Kamu gak papa kan Si?" Zizi memeluk lembut Sissy.
"Alhamdulilah masih bisa ketemu kalian." jawab Sissy sambil tersenyum.
"Siapa yang nyulik kamu? Si mobil merah itu?" Yoan bertanya dengan penasaran.
"Iya. Ternyata dia Arif, kakak kelas aku di SMP. Kita ang sempet pacaran sebentar. Ternyata dia masih penasaran sama aku. Dia mulai ngincar sejak reuni akbar kemarin." Cerita Sissy panjang lebar.
"Trus kamu belum diapa-apain kan?" Zizi bertanya sambil memeriksa tubuh Sissy.
"Alhamdulilah Gak. Untung Rio nyelamatin aku tepat waktu. Telat sedikit aja udah diper**** sepertinya." Jawab Sissy sambil melirik ke Rio.
"Bisa kubunuh dia kalo sampe kejadian itu." Rio terlihat masih emosi.
"Kan belum kejadian Sayang. Masih terjaga buat kamu kok." Sissy menatap ario dengan penuh cinta dan dibalas dengan kecupan lembut di dahinya.
"Wow.. so sweet banget." Yoan ikut meleleh melihat pasangan itu.
"Udah buruan dihalalin aja." Goda Amira.
"Ya sabar lah. Nunggu restunya turun." Rio menanggapi dengan santai.
Mereka pun melanjutkan obrolan dengan santai dan penuh canda.
Sudah selesaikah cobaan mereka? Jawabannya belum. Akan ada cobaan lainnya yang menunggu mereka.
Jangan lupa like dan Vote ya biar Author makin semangat nulisnya 💪💪💪
__ADS_1
Makasih 🙏🙏🙏
Bersambung