Kisah Cinta Sang Perawan Tua

Kisah Cinta Sang Perawan Tua
#24 Trauma


__ADS_3

Sudah 2 hari ini Sissy mengambil cuti dari Resto. Dia masih trauma dengan kejadian kemarin. Masih teringat olehnya bagaimana Arif melecehkannya dan hampir memperkosanya. Untung saja dia punya kesempatan untuk mengirim pesan ke Rio dan sahabatnya.


Rio hari ini sengaja mengambil cuti untuk menemani Sissy.


"Dek, kamu jangan melamun terus dong." Kata Rio sambil memeluk Sissy dari samping.


"Aku masih ingat sekali dengan kejadian kemarin Mas. Aku takut." Sissy membenamkan wajahnya di dada Rio.


"Kamu harus tenang ya Dek." Kata Rio sambil mengusap-usap rambut Sissy.


"Kalo Arif muncul lagi gimana Mas?" Kata Sissy ketakutan.


"Kamu gak usah sebut nama ba***** itu." Rio mulai emosi mendengar Sissy menyebut namanya.


"Aku takut dia balas dendam lagi Mas." Lanjut Sissy.


"Sudahlah gak usah diingat-ingat lagi. Kan semuanya sudah selesai. Ada aku juga jagain kamu." Rio coba menenangkan Sissy.


"Iya Mas. Makasih ya." Jawab Sissy.


Sissy memeluk Rio dengan erat seakan tak ingin berpisah. Rio pun terua berusaha menenangkan calon istrinya itu.



Sissy



Rio


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Keesokan harinya Sissy sudah mulai masuk kerja lagi. Sissy tiba di Resto berbarengan dengan Erick yang sedang mengantar sayuran.


"Selamat Pagi Bu Sissy." Erick menyapa dengan ramah.


"Pagi Pak Erick. Rajin banget nih pagi-pagi sudah disini." Sissy balas mencandai Pak Erick.


"Ya kalo saya datangnya siang, nanti resto gak buka dong. Hehehe." Sissy perhatikan ternyata Erick terlihat lebih ganteng saat tertawa.


"Iya pak. Saya dululan ke ruangan Pak. " Sissy langsung pamit dengan sopan.


"Silahkan Bu." Jawab Erick.


Entah kenapa samapi diruangan Sissy teringat akan senyum indah Erick.


"Kenapa sekarang aku baru sadar ya kalo Erick itu menarik." Sissy berkata dalam hati.


"Sayangnya aku sudah sama Rio. Kalo gak.. " Sissy langsung menepis pikiran nakalnya itu. Dia tak ingin mengkhianati kepercayaan Rio.



Erick


Entah karena feeling atau kebetulan aja tiba-tkba Rio kirim chat


*trrtt.. trttt.. *


Rio


Dek, kamu dah sampai kantor ?


Sissy


Udah. Mas sendiri, udah sampai Pasuruan ?


Rio


Baru aja nyampe. Mas kangen sama kamu Dek, makanya Mas chat.


Sissy


Baru juga kemarin ktemu. Masa udah kangen lagi.


Rio


Ya pengennya tiap hari ketemu kamu Dek.

__ADS_1


Sissy


Gombal.


Rio


Seriusan Dek. Kapan Papa ke Malang lagi ?


Sissy


Kan 2 Bulan lagi Mas. Pas Lamaran nanti.


Rio


Kok lama ya Dek. Udah gak sabar mau miliki kamu seutuhnya.


Sissy


Apaan sih Mas. Sabar dulu dong. Kan masih tahun depan.


Rio


Iya deh. Love U Dek..


Sissy


Love U too Mas..


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Sore itu Sissy, Amira, Yoan dan Zizi berkumpul di Cake Shop Pelangi.


"Ra, Yoseph mau resign nih." Lapor Yoan ketika mereka sudah berkumpul.


"Oh iya? Alasannya apa?" Tanya Amira.


"Kok aku blm nerima surat pengunduran dirinya?" Sissy ikut bertanya.


"Kan kamu kemarin masih libur Si. Tuh suratnya ada di kantor. Alasannya dia dapat kerja di kapal pesiar." Jawab Yoan.


"Yawda. Setujui aja." Jawab Amira. "Si, kamu itung performa dia selama disini dan berapa lama bergabung. Biar disiapkan untuk pesangonnya."


"Kita harus mulai cari Pastry Chef lagi dong?" Zizi menimpali sambil menyuapkan strawberry cake ke mulutnya.


"Gares mulu deh." Ledek Yoan.


"Ya namanya juga lagi hamil. Maklumi ajalah." Amira membela Zizi yang disambut dengan acungan jempol.


"Zi, kamu bikin iklannya ya buat nyari pastry chef. Sekalian nambah juga kasir." Amira mulai membagi tugas pada sahabatnya.


"Siap. Besok aku pasang iklannya." Jawab Zizi dengan mulut penuh.


"Telan dulu itu kuenya. Ntar keselek loh." Belum selesai kalimat Amira, Zizi sudah mulai terbatuk-batuk.


"Uhuk.. uhuk.." Zizi tersedak.


"Hahaha. Dasar bocil." Yoan malah meledek Zizi, yang badannya memang mungil.


Zizi tak memperdulikan ucapan sahabatnya itu, dan melanjutkan memakan sisa kuenya.



Amira



Yoan



Zizi


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Malam itu, Rio sengaja mampir lagi ke rumah Sissy dan mengajak mereka makan malam di Restoran Ayam Goreng favorit Mama.


"Rio, Mama seneng deh diajak kesini. Udah lama gak keluar rumah juga." Kata Mama sambil tersenyum.

__ADS_1


"Bosen ya Ma di rumah terus?" Tanya Rio.


"Iya. Sissy sekarang sering keluar kota jadi gak pernah ngajak Mama jalan-jalan." Mama seperti abak kecil yang mengadu ke ibunya.


Rio hanya tertawa terkekeh mendengar ucapan Mama.


"Kan kondisi Mama juga lagi gak baik. Nanti kalo jalan-jalan malah ngedrop." Alasan Sissy malah bikin Mama manyun.


"Nanti deh Ma, Rio ajak jalan-jalan kalo kondisi Mama stabil." Ucapan Rio bagai oase ditengah gurun, membuat Mama tersenyum.


"Aku juga ikut ya Om." Rara tak mau kalah.


"Boleh dong. Ajak adik kamu juga." Kata Rio.


"Siap Om." Rara menjawab dengan riang.


Setelah menurunkan Mama dan Rara di rumah, Rio mengajak Sissy ke Mall.


"Dek, Kita beli pakaian yuk buat acara lamaran nanti." Kata Rio.


"Pakaian?" Tanya Sissy heran karena sikap Rio yang tidak biasa.


"Iya Dek. Beli baju yang couple an gitu." Kata Rio lagi.


"Tumben pengen couple an. Biasanya jg cuek." Ujar Sissy.


"Biar terlihat bagus aja. Kompak gitu Dek." Jawab Rio.


"Ooh.. oke deh. Sekalian beli gamis buat Mama dan Bunda." Sissy menambahkan.


"Oke. Ibu negara sayang." Rio menjawil hidung Sissy dengan lembut.


Mereka pun berbelanja baju untuk acara lamaran nanti. Mereka membeli Gamis dengan model perpaduan kain etnik untuk Sissy dan kemeja dengan motif yang sama untuk Rio. Mereka pun memilihkan gamis dengan warna yang hampir sama untuk Mama dan Bunda. Tak lupa Rio pun membeli kemeja batik untuk Papa.


"Ini aja ya Dek. Nanti buat Teteh sama adik-adikku biar bebas aja." Kata Rio setelah mereka di kasir untuk membayar belanjaannya.


"Habisnya banyak loh Mas." Sissy cemas melihat nominal yang harus dibayar.


"Ya gak papa Dek. Kan aku udah nabung biat ini semua." Jawab Rio dengan santainya.


"Makasih ya Mas." Kata Sissy sambil menggenggam tangan Rio.


"Sama-sama Dek." Rio membalas genggaman tangan Sissy.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Seminggu kemudian Rio datang lagi untuk menemui Sissy. Mereka memilih untuk mengobrol di teras atas rumah Sissy.


"Mas, kayaknya aku mau resign aja dari Resto." Kata Sissy tiba-tiba mengagetkan Rio.


"Maksudnya apa?" Rio kurang yakin dengan yang didengarnya.


"Iya, aku mau berhenti kerja. Biar fokus di cake shop aja." Kata Sissy dengan mantap.


"Kamu yakin?" Tanya Rio sekali lagi.


"Yakin Mas. Ntar kalo nikah aku juga akan ikut kamu ke Surabaya kan?" Kata Sissy lagi.


"Ya Mas sih terserah kamu aja. Kalo kamu maunya gitu ya gak papa." Ucap Rio.


"Tapi aku jadinya gak bisa bantuin banyak buat persiapan pernikahan." Kata Sissy lagi.


"Mas, Untuk acara pernikahan gimana?" Tanya Sissy lagi.


"Nanti aja Dek. Kita obrolin lagi setelah acara lamaran selesai." Jawab Rio.


"Gimana kalo kita nikah di KUA aja, gak usah resepsi." Sissy berkata dengan manja.


"Ya Mas sih mau aja kayak gitu. Tapi Mama sama Papa mau gak?" Lanjut Rio yang mulai gemas dengan ekspresi manja Sissy.


Dikecupnya bibir Sissy dengan lembut. Sissy pun menyambut bibir Rio, mereka pun berciuman selama beberapa saat.


Bagaimana kelanjutan hubungan mereka?


Jangan lupa dukung author ya.. Like dan vote.. Biar ide-ide nya makin mengalir lancar 💪💪


Makasih🙏🙏🙏

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2