Kisah Cinta Sang Perawan Tua

Kisah Cinta Sang Perawan Tua
#41 LDR lagi


__ADS_3

Sissy menggeliat dalam tidurnya ketika bermimpi sedang menyusui seorang bayi. Ditatapnya wajah tampan bayi itu, tapi kenapa bayi itu memiliki gigi yang lengkap ya?


Tunggu, kenapa wajahnya berubah jadi wajah suaminya. Sissy pun membuka matanya dan mendapati suaminya senang bermain dengan pa****ra nya.


"Mas, kamu ngapain?" Sissy reflek mendorong wajah suaminya menjauh dari dadanya.


"Hhmm. Mimik susu dulu Dek." Rio menjawab sambil tersenyum genit.


"Tapi Ma.." kalimat Sissy terpotong ketika bibir Rio sudah mel***t bibirnya dengan penuh nafsu. Sissy pun tak mau kalah, menyambut lidah yang menjelajahi semua sudut mulutnya.


"Mmhh.." desahan muncul tanpa disadarinya.


"Udah basah ya?" bisik Rio nakal di telinga Sissy. Sissy hanya bisa mengangguk dan semakin membuka kakinya, membiarkan tangan Rio bermain disana.


"Nabung dulu Dek, besok kan mulai puasa." kata Rio lagi.


Mereka pun melakukan ritual suami istri dengan penuh kehangatan.


Sissy pun menyiapkan kemeja dan celana kerja untuk Rio, kemudian Sissy bergegas turun ke dapur saat Rio sedang mandi.


"Loh Non, kok udah bangun." kata Mbak Sari yang sedang sibuk di dapur.


"Iya Mbak. Mau bikin kopi buat Mas Rio. Kan dia pulang pagi ke Surabaya." jawab Sissy sambil memasak air di panci kecil.


"Oh iya Mbak." Mbak Sari tau kalo Sissy mengerjakan sendiri minuman untuk suaminya.


"Ada nasi sisa kemarin gak Mbak?" Tanya Sissy sambil membuka kulkas dan mengambil telur.


"Ada Mbak. Mau bikin sarapan?" Mbak Sari memberikan semangkuk nasi pada Sissy.


"Iya Mbak. Bikin nasi goreng aja yang simple. Hehehe." Jawab Sissy sambil memotong bawang dan sayuran untuk pelengkap nasi goreng.


Mbak Sari pun meninggalkan Sissy yang masih memasak.


"Dek, lagi bikin apa?" Rio sudah turun dengan pakaian kerjanya.


"Bikinin nasi goreng buat Mas." jawab Sissy sambil menyimpan secangkir kopi hitam di hadapan Rio.


"Di bungkus aja Dek. Mas blm mau makan, masih pagi banget." kata Rio.


Sissy melirik jam di ruang tengah, masih jam 5.


"Iya Mas." Sissy memasukkan nasi goreng ke dalam wadah bekal.


"Maaf ya Mas. Cuma nasi goreng." kata Sissy sambil menyerahkan kotak makan ke Ruo.


"Alhamdulilah Dek. Yang penting bisa dimakan." Rio mengacak - acak rambut Sissy.


"Mama belum bangun Dek?" tanya Rio lagi.


"Belum Mas." jawab Sissy singkat.


"Yawda nanti pamitin ke Mama ya. Mas berangkat dulu." Rio mencium kening pipi dan Sissy setelah istrinya mencium tangannya itu.


Sissy mengantarkan Rio sampai depan rumah. Sissy kembali lagi ke kamarnya dan melanjutkan tidurnya.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


*trrrt.. trrtt..


Rio


Dek, Mas dah sampai kantor.


Sissy


Kok cepet Mas?


Rio


Cepet gimana? Ini udah jam stgh 8 Dek.


Sissy


Oh iya Mas (Sissy menatap jam di kamarnya)


Rio


Hhmm. Melek dulu. Pasti tadi tidur lagi.


Sissy

__ADS_1


Iya Mas, kan masih ngantuk. Langsung Meeting?


Rio


Belum Dek. Bos nya belum datang. Mas sarapan dulu aja di mobil.


Sissy


Iya Mas. Minumnya ada kan disitu?


Rio


Ada dong. Kamu lagi ngapain Dek?


Sissy


Hehehe. Masih di kamar.


Rio


Huh, dasar. Emang gak ke Cake shop?


Sissy


Kesana. Ntar jam 9an.


Rio


Yawda, mandi gih. Bau..


Sissy


Enak aja. Iya abis ini mau siap2.


Rio


Oke. Assalamualaikum.


Sissy


Waalaikumsalam.


Sissy menuju kamar mandi masih tersenyum. Merasakan bahagia memiliki suami.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


" Waalaikumsalam. Selamat datang kembali Mbak Sissy." sambut karyawannya kompak.


"Wah.. Makasih ya." jawab Sissy sambil memeluk Mbak Indah, karyawan Senior di Cake Shop Pelangi.


"Pengantin baru, bahagia bener." Ledek Amira yang baru keluar dari dapur.


"Alhamdulilah. Nih oleh-oleh buat kalian. Dibagi rata ya." Sissy menyimpan 2 kantong besar berisi oleh-oleh.


"Ra, Zizi sama Yoan gak kesini?" tanya Sissy saat mereka sudah di ruangan.


"Gak kayaknya. Yoan hari ini nganter si kembar ke dokter gigi." jawab Amira.


"Ooh. Zizi?" tanya Sissy lagi.


"Zizi kan udah mulai kerja lagi." Kata Amira sambil membereskan file di mejanya.


"Trus kapan kita meeting soal Cake Shop ini?" Sissy sedang mencari file karyawan.


"Besok aja Si. Kan emang udah jadwal meeting bulanan juga." Amira mengingatkan Sissy.


"Oh iya ya. Kok aku bisa lupa." Sissy menggaruk kepalanya yang gak gatal.


"Kamu kebanyakan mikirin urusan ranjang. Hehehe." Ledek Amira.


"Apa hubungannya coba?" Sissy tak terima dengan candaan Amira.


"Ya kan pengantin baru mah gak jauh-jauh mikirnya soal ranjang mulu. Hehehe." Amira masih menggoda Sissy.


"Gak lah. Apalagi aku LDR an lagi sama Rio." Sissy jadi sedih memikirkan hal itu.


"Sukurin. Hehehe." Ledek Amira sambil keluar dari ruangan.


"Sialan." Sissy ngomel dalam hati.


"Nih Si, cobain produk baru kita. Korean garlic bread sama susu kurma. Biar adem otak dan hati kamu." Amira masuk lagi dengan membawa piring kecil dan botol minuman.

__ADS_1


"Makasih." Sissy mengambil garlic bread dan mencicipinya.


"Gimana? Enak?" Tanya Amira.


"Enak banget Ra. Rasanya endulll." kata Sissy sambil sibuk menguyah.


"Alhamdulilah. Brarti bisa kita jual ya?" Amira menunggu persetujuan Sissy.


"Sip." Sissy menyatukan jari telunjuk dan jempolnya.


"Gak nunggu persetujuan Yoan sama Zizi?" tanya Sissy sambil menatap Amira.


"Kemarin mereka udah coba kok. Tinggal kamu aja yang belum." jawab Amira.


"Ra, menurut kamu Mbak Indah cocok gak kalo dijadiin manager disini?" tanya Sissy.


"Mbak Indah ? Manager? Maksudnya gimana ?" Otak lemot Amira sepertinya sedang muncul nih.


"Kan kemarin sempet kita bahas sekilas. Kita harus mempekerjakan manager di Cake Shop. Aku kan mau pindah ikut Rio. Jadi biar adil harus merekrut orang lain secara profesional." Sissy menjelaskan dengan perlahan pada sahabatnya yang terkadang lemot itu.


"Ooh iya ya. Lupa." kata Amira sambil menggaruk kepalanya yang gak gatal itu.


"Aku lihat Mbak Indah cukup bagus kerjanya." Sissy menambahkan lagi.


"Aku sih setuju aja. Tapi kita harus bahas dengan Yoan dan Zizi." kata Amira.


"Iya. Besok kita bahas pas meeting. Harusnya ada beberapa kandidat. Bu Nina juga bisa loh." Sissy mengusulkan.


"Tapi Bu Nina kurang cekatan Si. Terus eering ijin pulang cepat. Sambil ngurus anaknya juga kan?" Amira berpendapat.


"Iya juga ya. Yawda besok aja kita bahas lagi. Gak kerasa udah sore, aku mau pulang." kata Sissy sambil membereskan kertas di mejanya.


"Bareng aku aja Si. Aku juga mau pulang." Amira pun sibuk membereskan mejanya.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Hubby calling....


"Dek, lagi apa?" tanya Rio di sebrang telpon.


"Baru masuk kamar Mas." jawab Sissy lembut.


"Udah makan?" Rio bertanya lagi.


"Udah lag. Sekarang kan udah jam 8." Sissy duduk di epi ranjang.


"Mama udah tidur?" Rio terus saja bertanya.


"Tadi sih masih nonton TV. Kenapa emangnya?" Sissy balik bertanya.


"Kangen." jawab Rio singkat.


"Mas kangen Mama?" Sissy menggoda suaminya.


"Ya gak lah. Kangen kamu." jawab Rio sedikit kesal.


"Baru juga pisah tadi pagi. Belum sehari Mas." ledek Sissy.


"Kan maunya gak pisah. Malam ini aku tidue sendirian deh." rengek Rio.


"Ya gak papa. Puasa dulu ya. Belajar jauh, biar makin kangen." Goda Sissy.


"Kamu gitu Dek. Masa baru mulai udah puasa." kata Rio.


"Ya kan tiap bulan bakalan puasa juga kalo pas halangan." Sissy berkata sambil tertawa.


"Eh, siapa tau langsung hamil Dek." Rio terdengar bersemangat.


"Aamiin. Ya belum ketauan lah." Sissy berkata dengan santai.


"Emang belum ketauan ya Dek?" Rio mulai membayangkan seandainya Sissy hamil.


"Belum. Minggu depan baru jadwalnya haid." kata Sissy.


"Ooh. Semoga hamil ya Dek. Aammin" kata Rio lagi.


"Aamiin." jawab Sissy.


Apa Sissy langsung hamil? Kasih komen dong?


Jangan lupa dukungannya, LikeπŸ‘ dan Vote..

__ADS_1


Makasih πŸ™πŸ™πŸ™


Bersambung


__ADS_2