
Pagi itu suasana di rumah Sissy terlihat ramai. Mas Genta, Ayah Rara sedang menjemput anaknya untuk diajak berlibur ke luar kota. Kebetulan Rara sedang libur tengah semester. Ayah Rara bekerja di Luar negeri dan pulang ke indonesia 4 bulan sekali.
"Barangnya udah semua kak?" tanya Sissy ke Rara.
"Udah Te. Aku pamit dulu ya Te." Rara mencium takzim tangan Sissy dan eyangnya juga. Reva pun melakukan hal yang sama.
Tak lupa Sissy memberikan sedikit uang saku buat mereka.
"Have fun ya kak, dek" kata Sissy.
"Kami pamit dulu ya Eyang, Ate." Mas Genta mencium tangan mantan mertuanya itu.
Sissy dan Mama pun mengantar mereka sampai mobilnya menghilang dari pandangan.
Tak lama Sissy pun pamit untuk kerja.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Sore itu Rio sudah sampai di Resto. Tak perlu menunggu lama Sissy pun keluar dari ruangannya. Entah kenapa Sissy terlihat cantik dengan baju hitam dan celana jeansnya.
" Tumben cepet keluarnya. Lagi gak sibuk?"
Tanya Rio ketika mereka berjalan ke salah satu Mall untuk membeli Terang bulan buat Mama.
"Biasa aja sih kerjaannya. Makanya bisa keluar ontime" jawab Sissy.
"Sering-sering aja pulang cepet. Hehehe" canda Rio.
"Gak ngaruh juga kali Yo. Kan abis ini kita LDR an lagi" kata Sissy.
"Kok manggilnya masih nama sih? Panggil Mas dong." Rio mengingatkan Sissy.
"Eh iya. lupa Yo ups Mas." Sissy terkekeh
Saking gemesnya Rio pun mengacak-acak rambut Sissy.
"Hei, Ini di depan umum loh. Jangan gitu lah."
Sissy menggerutu sambil merapikan rambutnya.
Rio pun menjauhkan tangannya dari Sissy.
Mereka tiba dirumah Sissy. Rumah terlihat sepi karena memang Rara sedang berlibur. Hanya ada mama yang ditemani oleh ART.
"Assalamualaikum" Sissy memberi salam pada mama yang sedang nonton tv.
"Waalaikumsalam. Baru pulang De?" jawab Mama Sissy yang baru sadar kalo Sissy bersama seorang Pria.
"Ma, Kenalin ini Rio." Sissy mengenalkan Rio pada mamanya.
"Malam tante. Saya Rio. Ini ada sedikit makanan." Rio mencium tangan Mama sambil memberikan sebungkus terang bulan kesukaan mama.
"Makasih ya Nak." Mama Sissy menyuruh mbak Sari, ARTnya, untuk menaruh terang bulan di piring.
Mama mempersilahkan Rio untuk duduk. Sissy pamit sebentar untuk berganti pakaian.
Rio bingung harus berkata apa jadi dia hanya diam saja sambil menundukkan kepalanya.
Tak lama Mbak Sari datang membawa sepiring terang bulan dan 2 cangkir teh.
"Silahkan diminum Nak" Mama Sissy mempersilahkan Rio untuk minum.
__ADS_1
"Iya Tante." jawab Rio sambil meminum teh nya.
"Wah Ini terang bulan kesukaan tante nih." kata Mama Sissy.
"Kamu temen kantor Sissy?" tanya Mama Sissy tanpa basa basi.
"Bukan tante. Saya temen dari temen SMA nya Sissy. Kita pernah ketemu di pantai sebulan yang lalu Tante." jawab Rio.
"Ooh yang rombongan itu ya?"
"Iya Tante"
"Kerja dimana?" Mama Sissy bertanya lagi.
"Saya kerja di pabrik baja di Surabaya." jawab Rio.
"Kok jauh ? Asli sana?" Tanya Mama Sissy lagi.
"Bukan tante. Saya asli Jombang. Kebetulan sekarang lagi dinas di Malang." jawab Rio.
"Duh.. Sissy kok lama banget sih! bisa mati gaya nih!" Batin Rio dalam hati.
Mereka pun menikmati Terang Bulan itu sambil nonton TV.
"Maaf lama. Sekalian shalat magrib dulu." Kata Sissy yang sudah berganti pakaian dengan kaos dan celana panjang.
Rio pun permisi untuk menumpang shalat magrib.
"Itu siapa kamu De? Pacar ?" tanya Mama ketika Rio sudah gak keliatan.
"Insha Allah calon suami Ma.. Doain aja ya Ma." jawab Sissy pelan biar gak kedengeran sama Rio yang sedang shalat di Mushola sebelah Ruang makan.
"Kamu yakin? Udah kenal keluarganya?" Selidik Mama.
Mama tidak jadi melanjutkan pertanyaannya ketika dilihatnya Rio sudah keluar dari Mushola.
"Kamu udah makan Nak?" tanya Mama Sissy ketika Rio sudah duduk.
"Belum lah Ma. Kita tadi langsung pulang. Kalo makan dulu ntar kemaleman di jalan." Sissy yang menjawab pertanyaan Mama.
"Kan mama nanya nya ke Rio. Kok kamu yang jawab De.." Protes Mama.
"Ya sama aja Ma. Rio malu tuh kalo ketahuan lapar. Hehehe." jawab Sissy sambil nyengir.
"Kebiasaan kamu mah. Yawda kita makan malam dulu ya. Tadi Tante udah suruh mbak Sari siapin makanannya? Tapi menunya seadanya ya Nak ?" kata Mama Yani ke Rio.
"Iya Tante. Gak papa." jawab Rio singkat.
Mereka pun menuju ke Ruang Makan.
Rio dan Sissy duduk bersebelahan di seberang Mama.
"Kita makan cuma bertiga Tante?" tanya Rio
"Rara lagi liburan sama papanya." jawab Mama Yani.
"Baru tadi pagi perginya. Liburan 3 hari." Sissy menambahkan.
"Ooh.." kata Rio sambil mengganggukkan kepalanya.
"Orang tua masih ada Yo?" tanya Mama lagi.
__ADS_1
"Tinggal ibu aja Tante.. Bapak udah meninggal 15 tahun yang lalu."
"Ooh.. Kalo Sissy, Papanya udah nikah lagi. punya Istri lagi karena Tante sakit-sakitan" kata Mama Yani.
"Mama, Apaan sih? Lagi makan juga ngapain ngobrolin itu." potong Sissy sebelum Mama nya drama.
"Ya gak papa De.. Kan dia harus tau semuanya juga. Biar gak kaget nantinya" jawab Mama enteng.
"Ya gak usah diomongin sekarang. Nanti juga pasti diobrolin pelan-pelan kok" Kata Sissy lagi.
"Sama aja De.. Cepat atau lambat pasti tahu." kata Mama lagi.
"Iya Tante. Gak papa Si, Emang aku mau tau juga tentang keluargamu." Rio mencoba menengahi pertengkaran ibu dan anak tersebut.
Mereka pun menghabiskan makanannya dalam diam.
Selesai makan mereka duduk lagi di ruang TV.
"Maafin ucapan Mama tadi ya Mas. Mama suka emosi kalo ngomongin tentang papa" Sissy coba menjelaskan situasinya.
"Gak papa Dek. Bener kata mama, cepat atau lambat pasti aku juga harus tau." Rio berkata sambil memegang tangan Sissy.
"Aku juga pengen kamu tau tentang keluargaku Dek." Lanjut Rio.
"Biar kamu tau kalo aku serius sama kamu" Rio coba meyakinkan Sissy.
"iya mas." Jawab Sissy singkat sambil melepaskan tangan Rio ketika Mama mendekat.
"Sampai kapan di Malang Nak Rio ? " Tanya Mama Yani.
"Sekitar seminggu sampai sepuluh hari tante.. tergantung selesai pekerjaannya. Paling cepet seminggu." jawab Rio.
"Ooh. Ya sering-sering main ksini ya." Ajak Mama Yani.
"Insha Allah Tante" Rio menjawab sambil tersenyum.
"Yawda. Tante permisi mau istirahat di kamar" Mama Yani bangkit menuju kamarnya.
"Iya Ma." Jawab Sissy singkat.
Tak lama kemudian Rio pun pamit untuk pulang. Sambil menunggu ojek online nya datang dia mencoba menarik Sissy ke pelukannya. Tapi reflek ditepis oleh Sissy.
"Ngapain mas?" Tanya Sissy kaget.
"Peluk dikit lah Dek." Rio merayu Sissy.
"Gak mas. Lain kali aja." jawab Sissy.
"Peluk dikit doang." bujuk Rio lagi.
"Gak mau." kali ini Sissy menjawab sedikit jutek.
"Iya deh iya." Rio sedikit kecewa dengan sikap Sissy.
Kemudian Rio pun pamit, Sissy mengantar sampai ke pagar rumah.
Sissy langsung masuk ke kamarnya di lantai 2 dan merebahkan tubuhnya di kasur yang empuk. Entah kenapa dia merasa bersalah akan sikapnya barusan ke Rio.
"Apa seharusnya dia tak menolak keinginan Rio. Tapi kan kita baru beberapa hari komitmen. Biarlah aku berpegang pada prinsipku untuk tidak terlalu cepat melibatkan fisik dalam hubungan ini." Sissy berpikir dalam hati.
Bagaimana kelanjutan hubungan Sissy dan Rio? Apa Rio akan marah dengan sikap Sissy yang menolak dipeluk olehnya? Tunggu episode berikutnya ya.. Update setiap hari ya..
__ADS_1
Jangan lupa dukung Novel ini.. 😁😁
Bersambung