Kisah Cinta Sang Perawan Tua

Kisah Cinta Sang Perawan Tua
#33 Resepsi Pernikahan


__ADS_3

Sissy dan Rio langsung masuk ke kamar setelah keluarga Rio kembali ke penginapan yang sudah disiapkan.


"Kamu kapan selesainya Dek?" Rio bertanya ketika mereka berdua di kamar.


"Selesai apaan Mas?" Tanya Sissy bingung.


"Halangannya." jawab Rio sambil cengar cengir.


"Kamu tuh Mas. Mikirnya ituu aja. Dasar Mesum." jawab Sissy sedikit kesal.


"Ya kan berat Dek. Tidur bareng tapi gak bisa di apa-apa in." Rio masih tertawa jahil.


"Hhmm. Yawda aku tidur sama Mama aja." Sissy bangkit mengambil baju di lemari.


"Eh gak boleh Dek. Masa aku tidur sendirian." Rio mulai melepas kemejanya dan berganti dengan kaos oblong.


"Ya biar kamu gak tergoda." Sissy kembali dengan kaos oblong dan celana panjangnya.


"Gak. Mulai sekarang gak boleh tidur misah. Aku tahan deh. Paling klo ada khilaf ya maafin." Rio menarik Sissy untuk mendekat.


Rio pun mencium bibir Sissy dengan rakusnya. Merekapunsaling berciuman unyuk beberapa saat hingga akhirnya Sissy kehabisan nafas dan menjauhkan wajahnya dari Rio.


"Dek, ada yang bangun." Rio mencoba menarik tangan Sissy untuk menyentuh 'adiknya'.


"Mas apaan sih." Sissy menarik tangannya menjauh.


"Udah Mas kita tidur aja." Sissy merebahkan tubuhnya dan mulai menyimpan guling di tengah-tengah mereka.


Rio menyingkirkan guling itu dan berusaha menarik Sissy ke pelukannya.


"Tapi jangan ngapa-ngapain dulu ya Mas. Pamali belum resepsi." Sissy memperingatkan Rio.


"Iya istriku sayang." Kata Rio sambil menarik Sissy agar tidur di dadanya.


Karena memang kelelahan mereka pun tertidur pulas dengan saling memeluk.


*tok.. tok.. *


Terdengar suara ketukan di pintu. Diliriknya jam ternyata sudah jam 3 sore.


"Iya Teh." Sissy membuka pintu dan dilihatnya Teh Santi sudah berdiri disana.


"De, maaf ganggu ya. Itu ada om sm tante dari Bandung datang." kata Teh Santi dengan muka malu-malu seperti orang ketahuan abis nyuri.


"Iya Teh. Kita cuma tidur aja kok. Tidur beneran. Kan aku juga masih mens." Sissy menjelaskan pada Teh Santi yang senyam senyum.


"Siapa juga yang nanya De. Terserah kamu mau ngapain juga." Kata Teh Santi masih senyam senyum geli.


"Mukanya Teteh tuh kayak menuduh. Hehehe." Sissy kemudian menutup pintu untuk membangunkan Rio, suaminya.


"Mas, bangun. Ada om sama tante dari bandung datang. Ayo kita turun dulu." Kata Sissy sambil berlalu ke kamar mandi.


"Laper De." Kata Rio yang tiba -tiba sudah masuk ke kamar mandi dan memeluknya dari belakang. Sissy yang sedang mencuci muka pun kaget dan reflek menyikut suaminya itu.

__ADS_1


"Mas, bikin kaget aja." Sissy langsung membasuh mukanya dan berbalik menghadap suaminya.


"Ya udah kamu cuci muka dulu. Nanti aku siapin makanan." Jawab Sissy sambil mencium sekilas bibir Rio.


"Mulai nakal ya berani cium duluan." Rio hendak membalas tapi Sissy keburu lari keluar kamar mandi.


Rio pun mencuci mukanya dan berganti pakaian lalu turun menyusul Sissy.


"Halo pengantin baru. Selamat ya." Om Andri, Adik Papa Adhi menyapa Sissy yang baru turun.


"Makasih Om." Sissy mencium tangan om nya. Kemudian bergantian diciumnya Om dan Tante yang datang satu persatu.


"Kan belum resepsi sayang, gak boleh begituan dulu." ucap Tante Dian tiba-tiba yang biki Sissy tersipu malu.


"Gak Tante. Kan Sissy masih halangan juga." Jawab Sissy pelan agar tidak didengar yang lain.


"Wah, kasian suami kamu dong." Tante Ani ikut menimpali. Sissy hanya bisa tersenyum mendengarnya.


"Oh iya sayang. Ini Tante sam Om kamu semuanya punya hadiah." Tante Ani memberikan sebuah amplop ke Sissy.


"Makasih ya Tante." Sissy membuka amplop itu dan didalamnya ada voucher hotel di Hotel yang memiliki beberapa cabang di kota besar.


"Sengaja tanggalnya kami kosongkan biar waktunya menyesuaikan dengan waktu kalian. Tempatnya juga kamu bisa milih dimana aja asal di pulau Jawa. Batas waktunya sebulan y neng." Tante Dian menambahkan.


"Makasih Te." Sissy memeluk lagi Tantenya itu.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Setelah magrib Rio pun mendapat kabar bahwa rombongan keluarganya sudah datang dan langsung menuju penginapan. Rio pun mengajak Sissy menuju penginapan. Kebetulan Om dan Tante Sissy pun menginap di penginapan yang sama. Mereka pu naik sepeda motor menuju penginapan yang hanya berjarak 500meter.


"Waalaikumsalam. Wah, mimpi apa ini didatangi pengantin baru." Kata Irfan meledek Rio.


"Ya namanya juga tuan rumah menengok tamunya. Hehehe." Jawab Rio sambil terkekeh.


"Bude" Rio menyapa Bude Tini kamarnya.


"Nak.. Akhirnya kamu udah nikah sekarang." Bude memeluk Rio dan Sissy bergantian.


"Ingat ya Le. Sekarang sudah jadi suami, harus lebih bertanggungjawab. Jangan memikirkan diri sendiri aja. Sekarang ada istri yang harus kamu nafkahi dan kamu lindungi." Bude memberikan nasihat kepada keponakan kesayangannya.


"Iya Bude. Tapi masih belum dapat Nafkah batin." Rio mencandai Budenya.


"Ooh dasar kamu nih. Kasian tuh istri ku mukanya merah." Bide menjewer telinga Rio.


"Kamu ini Mas." Sissy pun mencubit pelan lemgan Rio.


"Hahaha. Abis dia kan lagi palang merah." Adu Rio ke Budenya.


"Udah. Sabar dulu. Wong selama ini 35 tahun yo sabar mosok nunggu beberpaa hari lagi aja gak kuat." Bude kasian melihat Sissy yang sudah manyun dan memerah mukanya.


Setelah mengunjungi sodaranya satu persatu mereka pun pulang ke rumah.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=

__ADS_1



Keesokan harinya mereka sudah bersiap untuk resepsi pernikahan yang diadakan jam 10 sampai bada dhuhur.


"Cantiknya istri aku." Rio berbisik mesra di telinga Sissy.


"Apaan sih Mas. Baru nyadar ya kalo aku cantik." Jawab Sissy sambil membelai lembut pipi Rio.


"Ya taulah. Kalo gak cantik gak mungkin aku nikahin." Rio balas mencium pipi istrinya lembut.


"Hei, jangan digodain dulu. Nanti luntur semua make up nya." Teh Ochy berkata tegas sambil tersenyum melihat tingkah pengantin baru itu.


"Ya Teteh. Kan godain istri sendiri gak papa."


"Nanti malam aja goda menggodanya." Kata Ochy sambil menyuruh Rio keluar dari kamar.


Mereka pun berangkat ke lokasi resepsi dengan menaiki mobil yang dibawa sendiri oleh Rio.


Baru sedikit tamu yang datang ketika mereka tiba disana. Kedua pengantin pun berjalan dengan anggun menuju pelaminan sederhana.


Setelah itu dimulai sesi foto keluarga.


"Selamat ya Pak Mario." Pak Damar, Direktur Pt. Samudra Steel, kantor tempat Rio bekerja.


"Makasih Pak sudah datang ke Malang." Rio menyalami bos nya itu.


"Disini kan ada rumah saya juga." Jawab Pak Damar.


Rekan kerja Rio yang lain pun berdatangan. Tak ketinggalan juga Adi yang datang bersama istrinya.


"Selamat bro. Akhirnya nikah juga." Adi menyalami dan memeluk Rio.


"Makasih ya Di. Berkat kamu juga aku bisa nyambung sama Sissy." jawab Rio.


"Selamat Si, Kalo Rio macem-macem bilang aja sama aku." Adi menyalami Sissy sambil melirik ke Rio.


"Siap Di. Makasih ya." Jawab Sissy.


"Gak macem-macem kok bro. Semacem aja. Hehehe." Rio menjawab sambil terkekh. Secara gak langsung ada campur tangan Adi dalam pertemuannya denga Sissy hingga akhirnya bisa menikah.


Mantan bos Sissy, Bu Niken, juga hadir dan memberikan selamat dan dia untuk kedua mempelai.


Akhirnya jam 2 siang, sudah tak ada tamu yang datang. Sissy dan Rio pun memilih kembali ke rumah.


Sissy langsung berganti pakaian setibanya di rumah dan membersihkan riasannya. Rio masih dibawah untuk menemani keluarganya yang akan pulang ke Jombang.


Satu jam kemudian Rio naik ke kamar, dilihatnya Sissy sudah tertidur pulas di ranjangnya. Rio pun mengecup lembut kening istrinya itu.


"Alhamdulilah ya Allah. Aku bisa menikahi wanita sebaik Sissy." Rio bersyukur dalam hati.


dukung terus author ya biar ide menulis bisa mengalir dengan lancar..


Baca juga karya author lainnya "Geng Pelangi" yang menceritakan persahabatan Sissy, Amira, Zizi dan Yoan.

__ADS_1


Makasih 🙏🙏🙏


Bersambung


__ADS_2