Kisah Cinta Sang Perawan Tua

Kisah Cinta Sang Perawan Tua
#42 Manager Baru di Cake Shop Pelangi


__ADS_3

Siang itu Sissy dan ketiga sahabatnya sudah berkumpul.


"Jadi gimana gaes? Kalian setuju gak dengan kandidatnya?" tanya Yoan saat mereka berkumpul di ruangan owner.


"Aku sih setuju Mbak Indah." kata Sissy.


"Aku lebih sreg sama Bu Nina." Zizi memberikan pendapatnya.


"Kayaknya Dimas kita coret aja dari kandidat ya!" Usul Yoan.


"Emang kenapa Yo?" Tanay Amira.


"Aku pengennya Manager kita cewek. Kan ownernya juga cewek semua. Jadi kalo kita koordinasi dengan manager bisa lebih leluasa, gak perlu takut dilarang oleh suami kita." Yoan menjelaskan dengan oanjang lebar.


"Betul juga. Aku setuju." kata Sissy.


"Iya aku juga setuju. Suamiku juga suka cemburu sekarang." kata Zizi. "Ini aja aku udah disuruh resign."


"Trus kamu mau resign?" Yoan mulai kepo.


"Ya akhir tahun kayaknya." Jawab Zizi.


"Bentar lagi loh Zi. Tinggal 5 bulan lagi." Sissy mengingatkan.


"Iya. Suruh fokus ngurus si kecil." jawab Zizi lagi.


"Apapun keputusan kamu, kita pasti dukung kok." Amira menguatkan Zizi.


"Makasih ya say." Zizi memeluk Amira yang ada di sampingnya. Yoan dan Sissy pun memeluk kedua sahabatnya dari belakang.


"Kamu kapan mulai ke Surabaya Si?" tanya Yoan sambil menikmati Tiramisu Cake.


"Awal bulan depan. Selesaiin urusan disini dulu lah." kata Sissy mengambil ice yoghurt nya.


"Mama gimana Si?" Amira bertanya dengan hati-hati.


"Mama belum aku pastiin soal kepindahanku. Pelan-pelan aja." jawab Sissy.


"Gak marah tuh?" tanya Yoan.


"Semoga aja gak. Sebelum nikah juga udah sempet bilang. Tapi kapannya masih belum tau." Jawab Sissy lagi.


"Berdua aja sama Rara dong." tanya Zizi.


"Tahun depan kan Reva SMP di Malang, jadi pindah ke rumah juga." kata Sissy.


"Iya deh biar Mama gak kesepian." kata Amira.


"Iya." jawab Sissy singkat.


Mereka segera menghabiskan cake dan minuman di meja. Setelah itu meja dibersihkan untuk melanjutkan meeting.


"Oke kita lanjutkan. Jadi ada 3 kandidat. Mbak Indah, Bu Nina sama Ayu." Sissy menjabarkan isi meeting kali ini.


"Iya. Trus prosws nya gimana?" tanya Yoan.


"Kita Voting?" Susul Sissy.


"Susah kalo voting aja. Gimana kalo kita amati mereka selama seminggu ini." Zizi memberi usulan juga.


"Setuju. Brarti kita masing-masing mengamati mereka ya?" Yoan menambahkan.


"Oke. Berarti tiap hari kita akan ke Cake Shop." kata Sissy lagi.

__ADS_1


"Waduh. kayak ngantor gitu?" Amiara sedikit keberatan denga waktunya.


"Gak Ra. Jam nya terserah masing-masing. Sebisanya kalian aja. Mau sejam, dua jam atau seharian disini, bebas." Yoan menjelaskan.


"Iya, jadi gak harus ngumpul lengkap." Zizi ikut menambahkan.


"Nanti aku pasang jadwal kerja mereka,. Jadi bisa disesuaikan waktunya." Kata Sissy yang memang bertugas mengatur jadeal kerja karyawan.


"Jangan dipasang Si. Nanti mereka curiga pas masuk ke ruangan." protes Zizi.


"Trus gimana?" Sissy bingung memimirkan caranya.


"Kamu foto aja jadwalnya trus kirim di grup." usul Amira.


"Tumben pinter." Ledek Yoan disambut oleh tawa sahabatnya.


"Sialan." umpat Amira.


"Oh iya. Satu lagi. Ini harus dirahasiakan sama semua karyawan., biar hasilnya fair." Sissy menambahkan.


"Tapi kita boleh kok tanya ke karyawan lain soal kinerja si kandidat." kata Yoan.


"Oke. Mulai besok ya." Sissy mengakhiri meeting kali ini.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Hari pertama penilaian, Sissy datang jam 9 ke Cake Shop.


"Pagi Mbak. Tumben pagi-pagi sudah ke Cake Shop." sambut Mbak Indah.


"Jangan bosen liat saya tiap hari ya Mbak. Sebelum saya pindah ke Surabaya, saya bakal tiap hari kesini, selesaiin kerjaan saya." Kata Sissy sambil menepuk pelan bahu Indah dan masuk ke ruangannya.


Sissy segera membuka laptopnya dan mneyelesaikan evaluasi kinerja karyawan. Aroma roti yang baru matang menyeruak masuk ke ruangan owner. Sissy hendak menuju dapur ketuka dilihatnya Amira datang bersama Hana.


"Waalaikumsalam. Dari jam 9. Aku mau ngantor tiap hari. Biar bisa leluasa mengamati." Bisik Sissy agar tak terdengar oleh karyawan lainnya.


"Pulang jam berapa?" Amira menyimpan tasnya di ruangan.


"Jam 2 atau 3. Nunggu shift sore datang. Biar sekalian ngamatinnya." kata Sissy.


"Ooh. Oke deh." Jawab Amira menuju Diplay untuk mengambil kue buat Hana.


Seminggu ini mereka lebih sering dagang ke Cake Shop untuk mengevaluasi kinerja 3 kandidat Manager.


"Met, menurut kamu disini yang paling rajin siapa ya ? Selain kamu tentunya. Hehehe." Sissy bertanya sambil mencandai Metty, salah satu kasir di Cake Shop.


"Siapa ya Mbak!" Metty memasang mode berpikir. " kayaknya Mbak Indah sama Mas Seno."


"Bu Nina?" Tanya Sissy mencoba mengorek informasi dati Metty.


"Bu Nina rajin sih tapi selalu kebingungan dengan anaknya." kata Metty.


"Makasih ya Met infonya." kata Sissy sambil membayar kue yang dia beli.


Seminggu ini para owner terlihat rajin berkunjung ke Cake Shop. Hal ini menimbulkan tanda tanya di antara karyawan.


"Kenapa ya Mbak Sissy tiap hari ke Cake Shop?" tanya Yuke pada alya saat jam istirahat.


"Gak tau. Ya mungkin karena Mbak Sissy mau pindah ke Surabaya. Jadi nanti gak bisa tiap hari kesini." Alya menjawab dengan logika.


"Tapi yang lain juga sering datang kesini." Yuke masih penasaran dengan sikap para owner.


"Entahlah." Alya cuek aja menanggapi Yuke.

__ADS_1


"Kalian nih nggosip aja. Buruan balik kerja gih." Usir Seno yang baru masuk ke ruang makan.


"Bentar lagi lah. Mas Seno tau gak kenapa para owner sering datang kesini?" Yuke coba meminta pendpaat dari Seno.


"Biarin ajalah. Ini kan Cake Shop mereka. Ngapain sih kepo banget." Ledek Seno. sambil menikmati makan siangnya.


"Huh, dasar Besi. Kaku banget sih!!" Yuke akbirnya memikih keluar meninggalkan Seno sendirian di ruang makan.


Akhirnya seminggu kemuudian mereka berkumpul lagi di ruangan owner.


"Gimana hasil evaluasinya?" Sissy membuka meetingnya.


"Kalo aku sih mau nyoret Bu Nina." kata Yian to the point.


"Kenapa?" tanya Sissy.


"Dia emang rajin tapi sering banget kerepotan dengan urusan anaknya." jawab Yoan.


"Iya, sering cuti mendadak dan kalo pulang juga selalu terburu-buru." Amira menambahkan.


"Oke, kalo gitu Bu Nina kita coret." Sissy memutuskan.


"Trus Mbak Indah sama Ayu gimana?" Sissy tetap memimpin meeting ini.


"Kalo menurut aku, Ayu masih belum bisa megang amanah besar kayaknya." Zizi memberikan pendapatnya.


"Mbak Indah yang cocok kayaknya." usul Amira.


"Iya." jawab Yoan dan Sissy serempak.


"Gimana kalo kita tunjuk Mbak Indah jadi manager dan Ayu jadi wakil manager." Yoan mengusulkan.


"Boleh juga tuh." kata Sissy.


"Setuju banget." ujar Zizi.


"Iya jadi kita percayain 2 orang itu buat megang Cake Shop." Yoan menambahkan.


"Oke. Brarti kita udah sepakat ya." Sissy menyimpulkan hasil meeting nya.


"Yawda. Besok kita umumkan dan lantik mereka berdua." usul Zizi.


"Kita makan-makan sederhana disini aja. Nanti aku yang pesen makanannya." Kata Amira.


"Oke." jawab yang lainnya kompak.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Keesokan harinya Cake Shop buka setengah hari untuk pelantikan manager baru.


Seluruh karyawan sedikit terkejut dengan penunjukan Indah dan Ayu sebagai manager dan wakil manager baru di Cake Shop Pelangi.


"Selamat ya Kalian. Mulai besok kalian sudah mulai memimpin Cake Shop ini. Kami akan mengawasi dari rumah aja dan hanya sesekali mampir kesini. Mulai besok semua tanggung jawab operasional akan dipegang oleh Mbak Indah yang dibantu Ayu." Sissy memberikan sambutan sebagai wakil owner.


"Terima kasih atas kepercayaannya untuk kami, khususnya saya. Mohon bimbingan dari para owner dan teman-teman sekalian." Mbak Indah memberikan sepatah dua patah kata sebagai manager baru.


Mereka pun bersorak dan memberikan selamat bergantian pada Indah dan Ayu.


Jangan lupa dukung terus author ya..


Like 👍 dan komen. Bantu Vote juga ya..


Makasih 🙏🙏🙏

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2