Kisah Cinta Sang Perawan Tua

Kisah Cinta Sang Perawan Tua
#48 Kondisi Papa memburuk


__ADS_3

Pagi itu kepala Sissy terasa pusing.


"Mas, aku pusing nih! Maaf ya gak nyiapin kamu sarapan." kata Sissy pada Rio yang sudha terbangun lebih dulu.


"Iya gak papa Dek. Kamu kemaren kebanyakan nangis." Rio beranjak menuju kamar mandi.


"Iya kali ya Mas." Sissy masih berbaring di ranjangnya.


"Dek, aku ngopi sama sarapan di kantin pabrik aja." kata Rio setelah keluar dari kamar mandi.


"Iya Mas. Maaf ya." Sissy terduduk di ranjangnya.


"Udah kamu tiduran lagi aja. Mas berangkat ya." Sissy mencium punggung tangan Rio yang dibalas dengan kecupan hangat di kening Rio.


"Assalamualaikum." Rio beranjak keluar dari kamar.


"Waalaikumsalam." Jawab Sissy sambil menyalakan TV. Sissy berbaring sambil menonton TV. Tak lama kemudian dia tertidur dengan TV yang masih menyala. Sissy terbangun karena mulai kelaparan. Sissy bergegas menuju dapur dan membuat telur orak arik untuk sarapannya. Tak lupa segelas teh hangat. Perutnya terasa hangat setelah meminum teh. Sissy pun segera mandi dan bersiap untuk masak.


*ttrrtt... ttrrtt.. *


Rio


Dek, gimana kondisimu? masih pusing?


Sissy


Alhamdulilah udah gak Mas.


Rio


Alkhamdulilah. Lahi ngapain sekarang?


Sissy


Ini mau masak. Ntar Mas makan di rumah ya?


Rio


Siap. Bikinin sambal terasi ya.


Sissy


Ok bos.


Sissy melanjutkan masaknya. Hari ini dia masak Terong balado, tahu goreng, sayur asem dan sambal terasi.


Sejam kemudian masakan sudah selesai sekarang tinggal menunggu Rio pulang. Saat Rio pulang pun mereka makan bersama dengan lahap.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Keesokan harinya Sissy sudah tidak pusing lagi, hanya sedikit mual aja. Sissy pun menyiapkan kopi dan sarapan untuk Rio seperti biasanya. Setelah Rio berangkat ke kantor, Sissy memilih berkumpul dengan Ibu - Ibu tetangganya.


"Mbak Sissy, kok keliatan pucat gitu?" tegur Mira yang sedang menyuapi Radi.


"Iya nih. Keliatan capek gitu. Kebanyakan lembur ya?" Goda Rani.


"Gak lah. Lagi banyak pikiran aja. Papaku abis sakit." kata Sissy.


"Ooh..tapi kondisinya gimana sekarang?" tanya Bu Yuli.


"Alhamdulilah udah pulih." jawab Sissy.


"Syukurlah. Tapi kayak ada yang beda sama kamu Si." kata Bu Yuli lagi.


"Gemukan ya?" Mira ikut menanggapi.


"Kan Lagi program Mbak. Mungkin makannya banyak." jawab Sissy sambil tersenyum.


"Bisa aja. Udah haid belum?" Bu Yuli bertanya lagi.


"Udah kok. Bulan kemarin." Sissy sambil mengingat-ingat kapan terakhir dia haid.


"Coba beli testpack aja. Siapa tau positif." Rani mulai penasaran.


"Iya. Nanti aku minta Mas Rio buat beli." jawab Sissy.


Saat Rio pulang sore itu, Sissy pun menceritakan obrolannya dengan Ibu - Ibu Mess tadi siang.


"Mas, nanti beliin test pack ya? Kita cek siapa tau hamil." kata Sissy sambil memeluk Rio manja.

__ADS_1


"Siap. Nanti aku beliin ya. Smoga positif ya Dek." Rio mencium puncak kepala Sissy.


"Yawda Mas sekarang kita makan dulu ya." ajak Sissy.


"Iya Dek." jawab Rio bangkit mengikuti Sissy.


Selesai makan, Rio bergegas keluar untuk membeli testpack. Sissy pun bersantai di ruang TV sambil membuka sosmed nya.


*kring.. kring.. *


"Assalamualaikum." Sapa suara di seberang.


"Waalaikumsalam. Jawab Sissy.


"De, Kamu jangan panik ya." Kata Teh Santi di telepon.


"Kenapa Teh?" Sissy mulai merasa ada sesuatu yang terjadi sama Papa.


"Papa kambuh. Sekarang masuk ICU lagi." Kata Teh Santi dengan suara tercekat.


"Ya Allah. Kok bisa Teh?" Sissy mulai gemetar.


"Kata Ibu, Papa jatuh di kamar. Gak tau kenapa." Kata Teh Santi.


"Aku harus gimana nih Teh? Rio masih belum pulang." tanya Sissy bingung.


"Kamu sabar dulu Dek. Doain Papa ya. Teteh juga mau telpon Mama sama Ochy." kata Teh Santi lagi.


"Pelan-pelan kasih tau Mamanya ya Teh." kata Sissy.


"Iya Dek. Assalamualaikum." Teh Santi mengakhiri telponnya.


"Waalaikumsalam." Sissy menutup telponnya dan mulai menangis.


"Dek, kamu kenapa?" Rio panik ketika datang dilihatnya Sissy sedang menangis.


"Mas.. Papa masuk ICU lagi." kata Sissy sambil memeluk Rio.


"Ya Allah. Kamu yang sabar ya Dek. Doain Papa. Kita ke Bandung sekarang." kata Rio.


"Iya Mas." Sissy masih terdiam sambil menangis.


"Dek, Ayo." Rio yang melihat Sissy masih bengong akhirnya menarik tangan Sissy menuju kamarnya.


"Mas, aku takut terjadi hal yang buruk sama Papa." kata Sissy masih terdiam di depan lemari.


"Kamu harus kuat Dek. Kita jemput Mama dulu. Kamu harus nenangin Mama." kata Rio lagi.


"Iya Mas. Kita sholat isya dulu." Sissy menuju kamar mandi mengambil wudhu.


Sepanjang perjalanan menuju Malang, Sissy hanya melamun. Sesekali tersenyum getir ketika Rio memegang tangannya.


Akhirnya jam 9 mereka pun sampai di rumah Mama di Malang.


"Assalamualaikum Ma." Sissy masuk ke rumah memberi salam.


"Waalaikumsalam." jawab Mama, Rara dan Mbak Sari kompak.


"Mama udah siap?" Tanya Sissy.


"Udah De. Kita Berangkat sekarang?" tanya Mama yang terlihat tegar.


"Te, Reva dijemput gak?" tanya Rara.


"Gak Kak. Reva kan mau ujian jadi gak bisa bolos." kata Sissy.


"Yuk kita berangkat. Biar cepet nyampe Bandung." kata Rio sambil mengambil tas Mama dan Rara.


"Mbak Sari jaga rumah baik - baik ya." pamit Sissy.


"Iya Mbak. Yang sabar ya Mbak." kata Mbak Sari.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Mereka menempuh perjalanan lewat tol. Setelah 5 jam perjalanan, mereka memutuskan istirahat di rest area sambil menunggu waktu subuh.


*trtt.. ttrtt... *


Sissy

__ADS_1


Teh, gimana kondisi Papa?


Teh Santi


Belum ada perubahan De. Kalian sudah sampe mana?


Sissy


Ini masih istirahat di rest area. Abis subuh lanjut lagi.


Teh Santi


Hati2 d jalan ya.


*kring.. kring.. *


"De, kamu udah nyampe mana?" tanya Ochy di telepon.


"Daerah solo kayaknya Teh. Masih istirahat di rest area dulu. Abis subuh baru jalan lagi." jawab Sissy.


"Kabarin ya kalo udah ketemu Papa. Aku besok berangkat pake flight paling pagi." kata Ochy.


"Iya Teh. Sampe ketemu besok ya." Sissy pun menutup telponnya.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Setelah sholat subuh, mereka pun melanjutkan perjalanan. ke Bandung. Mama dan Rara melanjutkan tidurnya.


Matahari sudah terbit ketika mereka keluar dari tol BuahBatu Bandung. Sebelum menuju rumah sakit, mereka mencari sarapan dulu. Setelah sarapan, lanjut menuju Rumah sakit di daerah Buah Batu, dekat dengan rumah Papa.


Sissy bergegas turun dari mobil dan menuju ruang ICU. Dilihatnya Teh Santi sedang berjaga disana.


"Assalamualaikum Teh. Kok sendirian?" tanya Sissy sambil mencium pipi kakak iparnya.


"Ini Teteh baru datang De. Tadi malam yang jaga Yoga, anak Ibu Titi." kata Teh Santi.


"Ibu belum kesini?" tanya Sissy.


"Agak siang kesininya. Gantian jaga Papa nya De." Teh Santi menerangkan.


"Santi. Makasih ya kamu sudah jagain Papa." Mama datang menghampiri mereka.


"Kan udah kewajiban Santi Ma." Teh Santi segera mencium punggung tangan Mama dengan takzim. Terus menyalami Rio dan Rara.


"Gak boleh dilihat ya Teh?" tanya Sissy.


"Bisa lihat dari kaca De." Teh Santi mengajak mereka ke kaca ICU.


Sissy menangis melihat banyaknya alat yang menempel di tubuh Papa.


"Ma, mama pulang ke rumah Santi dulu ya? Istirahat disana." ajak Teh Santi.


"Iya. Teteh temenin Mama aja. Biar aku disini nungguin Papa." kata Sissy.


"Kamu harusnya mandi dulu De. Abis itu baru kembali kesini." kata Teh Santi.


"Aku masih mau disini Teh." jawab Sissy lirih.


"Yawda. Teteh anter Mama dulu ya." kata Teh Santi.


"Mobilnya dibawa aja Teh. Baju Mama sama Rara ada di mobil soalnya." kata Rio sambil menyerahkan kunci mobil.


"Teteh gak bisa nyetir mobil. Kamu ikut aja deh." kata Teh santi.


"Mas anter Mama dulu aja. Mandi trus balik lagi kesini. Disini bisa mandi kan Teh?" tanya Sissy.


"Bisa. Ada kamar mandi tuh." Teh Santi menunjuk kamar mandi diujung ruang tunggu ICU.


Rio dan yang lainnya pun menemani Mama ke rumah Teh Santi meninggalkan Sissy sendirian. Berbagai pikiran buruk pun terlintas di pikiran Sissy.


Apa yang terjadi dengan Papa nya Sissy? Apa Sissy bisa bertahan?


Tunggu kelanjutannya ya..


Jangan lupa Like 👍, Komen dan Vote.


Makasih 🙏🙏🙏


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2