Kisah Cinta Sang Perawan Tua

Kisah Cinta Sang Perawan Tua
#28 Zizi melahirkan


__ADS_3

Hari itu Sissy sedang mengurus gedung, dekorasi dan katering untuk pernikahannya. Karena 2 minggu lagi sudah bulan Ramadhan, mereka pun harus segera memastikan dekorasi dan katering sudah fix sesuai keinginan mereka. Rio yang sedang dinas ke Kalimantan tak bisa menemani Sissy. Akhirnya Sissy pun ditemani oleh Amira dan Yoan. Kebetulan sebulan yang lalu mereka, Sissy dan Rio, sepakat untuk membeli mobil second untuk transportasi mereka kedepannya. Untuk sementara mobil disimpan dan dipakai oleh Sissy di Malang dulu. Sissy menjemput Amira di rumahnya dan Yoan di rumah mamanya. Zizi tidak ikut bersama mereka karena sudah di Rumah Sakit menunggu persalinan.


"Gimana tempatnya menurut kalian girls?" Tanya Sissy pada 2 sahabatnya.


"Bagus Si. Ntar pestanya sederhana kan ?" Yoan mengamati setiap sudut taman itu.


"Iya. Outdoor tapi sederhana aja." Jawab Sissy.


"Dekor nya pake bunga-bunga aja Si." Jadi sepanjang jalan menuju pelaminan dikasih bunga di kanan - kirinya." Usul Amira yang dibalas anggukan oleh Yoan.


"Mahal dong say." protes Sissy spontan yang disambut ketawa oleh otang dekor.


"Bisa diatur soal budgetnya mbak. Mau yang model gimana bunganya." kata Mbak Dewi, pihak dekor menawarkan.


"Boleh deh nanti kita liat-liat. Bunga untuk pelaminan udah fix yang kemarin ya Mbak." Sissy mengigantkan Dewi.


"Siap Mbak." Jawab Dewi sigap.


Akhirnya mereka memutuskan konsep bunga untuk dekor di taman itu. Ternyatatak butuh banyak tambahan bunga, karena tamannya sendiri sudah penuh dengan tanaman yang indah.


Sekarang giliran mencicipi masakannya. Sissy sengaja mengajak 2 sahabatnya yang doyan makan juga untuk pertimbangan pemilihan menu yang pas untuk resepsinya nanti.


"Yang ini enak Si." Kata Amira sambil menunjuk ayam fillet asam manis di depannya.


"Sup nya yang ini aja Si. Lebih seger. Jarang yang make juga." Kata Yoan sambil menyodorkan sup merah untuk dicicipi oleh Sissy.


"Hhmm boleh juga." Kata Sissy.


"Sayurannya aku lebih suka yang ini. Menurut kalian gimana ?" Tanya Sissy sambil menujuk cah brokoli di hadapannya.


"Aku lebih suka yang soun cabe hijau." kata Amira setelah mencicipi sedikit cah brokoli di hadapannya.


"Tapi sayurnya cuma sedikit." Yoan menimpali.


"Iya hmjuga sih. Sayurnyalebih banyak yang brokoli. Kali rasanya sih sama-sama enak." kata Amira.


"Oke deh. Selesai. Tinggal milih dessertnya." Jawab Sissy sambil mencatat menu yang dipilih.


*trrtt.. trrtt... *


Chat Group Pelangi


Zizi


Rek, ini Faisal. Zizi udah mau melahirkan nih. Harus caesar. Sekarang udah di ruang operasi. Minta doanya ya teman-teman.


Amira


Ya Allah.. Iya Sal. Kita pasti doain.


Sissy


Segera meluncur Sal. Kabarin lagi kalo sudah lahir ya..


Yoan


Semoga Ibu dan bayinya sehat-sehat ya. Lancar operasinya.

__ADS_1


Mereka pun melanjutkan mencicipi dessert. Dari 5 Dessert yang dihindangkan, Sissy memilih 2 dessert. Sissy bergegas menulis keseluruhan menu yang dipilihnya. Setelah itu Sissy, mengantar mereka ke rumahnya masing-masing.


Satu jam kemudian setelah dapat kabar bahwa Zizi sudah melahirkan bayi laki-laki. Sore harinya mereka segera menuju ke Rumah Sakit. Sebelumnya mereka mampir ke toko perlengkapan bayi untuk membeli hadiah buat baby nya Zizi.


"Assalamualaikum Zi." Sissy dan Amira kompak memberi salam ketika memasuki ruangan Zizi dirawat.


"Waalaikumsalam. Kok cuma berdua? Yoan mana?" Tanya Zizi mengabsen sahabatnya satu persatu.


"Selamat ya sayang. Akhirnya dapat sepasang." Kata Sissy sambil menyimpan hadiahnya di meja sebelah ranjang Zizi.


"Yoan masih telpon si kembar dulu." Kata Amira sambil mengucapkan selamat untuk Zizi.


"Makasih ya teman-teman." Kata Zizi sambil meringis menahan sakit.


"Hai cil. Selamat ya udah jadi ibu lagi." Yoan tiba-tiba menerobos masuk dan memeluk Zizi.


"Makasih Yo. Kamu kapan nambah lagi?" Tanya Zizi sambil terkekeh pelan.


"Ampun dah. Cukup si kembar aja. Monggo yang mau nambah." Jawab Yoan yang langsung disambut tertawa oleh semua yang ada di ruangan itu.


"Gimana rasanya caesar Zi?" Tanya Amira sambil duduk disamping ranjang Zizi.


"Sakit nya sih belum kerasa. Entah kalo biusnya udah hilang." Kata Zizi.


"Biasanya sih gitu. Sakitnya bentar lagi kerasa tuh. Gak bisa ngapa-ngapain." Yoan menceritakan pengalamannya.


"Jangan nakutin gitu ah." Zizi ngeri dengan perkataan Yoan.


"Ya nanti dirasakan sendiri aja. Tiap orang beda-beda juga sih rasanya." Amira menanggapi dengan bijak.


"Ya allah.. Lucunya. " Sissy kagum melihat bayi mungil itu.


"Siapa namanya Zi?" Tanya Amira.


"Namanya Kian." Faisal yang menjawab pertanyaan Amira.


"Kinan dan Kian. Beda 1 huruf aja. Gak kreatif sih." Kata Yoan meledek Faisal.


"Biarin aja. Anak- anak aku ini. Kok kamu yang repot." Sanggah Faisal.


"Udah dong, jangan berantem." Kata Zizi sambil menunjuk Sissy yang terlihat melamun.


"Kepengen punya ya Si?" Ledek Faisal, suami Zizi membuyarjan lamunan Sissy.


"Ya maulah." Jawab Sissy sambil membelai lembut bayi itu.


"Ya kawinlah." Jawab Faisal enteng yang langsung dihujani cubitan oleh Zizi.


"Sabar Si. Tunggu 2 bulan lagi." Amira coba menenangkan Sissy.


"Hhmm" Jawab Sissy singkat.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Malam harinya Sissy mengunci diri di kamarnya. Sissy benar-benar merasa iri dengan sahabat- sahabatnya itu. Mereka bertiga sudah dikaruniai anak yang lucu-lucu, sedangkan dirinya, menikah saja belum. Tapi sebentar lagi semua keinginannya akan terpenuhi, menikah dan segera memiliki anak.


Tapi apa impiannya itu akan tercapai dan berjalan sesuai keinginannya. Entahlah, hanya Allah yang tahu rencana apa yang terbaik baginya.

__ADS_1


*kring.. kring.. *


Telponny berbunyi. Diintipnya nama penelepon dan segera diangkatnya.


"Assalamualaikum Mas." Sapa Sissy.


"Waalaikumsalam. Lagi ngapain Dek?" Tanya Rio di seberang telpon.


"Lagi ngelamun aja Mas." Jawab Sissy polos.


"Kok ngelamun? Kamu kenapa Dek?" Tanya Rio lagi.


"Lagi kepikiran sesuatu aja." Jawba Sissy singkat.


"Mikirin apa sih? Cerita dong sama Mas."


Sissy menghela nafas panjang.


"Tadi Zizi lahiran. Anaknya cowok, lucu deh Mas." Cerita Sissy singkat.


"Mas tau deh." Kata Rio sengaja menggantungkan ucapannya.


"Tau apa emang Mas?" Tanya Sissy.


" Pasti kamu iri kan, pengen punya baby juga." Rio menjawab sesuai dengan isi pikiran Sissy.


"Kok Mas tau sih?" Sissy sedikit terkejut dengan calon suaminya itu.


"Ya taulah. Kan Mas calin suami kamu. Hehehe."


"Apa hubungannya sih? Kan gak nyambung."


" Ya ada hubungannya lah. Itu artinya kita sehati." kata Rio lagi.


"Hhmm terserah Mas ajalah." Sissy malas menanggapi guyonan garing Rio.


"Nanti kita bikin anak yang banyak Dek." Klo perlu kembar 5. Biar sekaligus rame." Canda Rio lagi.


"Emang kucing, anaknya sampe 5." Akhirnya Sissy ikut tertawa mendengar ucapan Rio.


"Trus mau berapa dong."


"Ya gimana dikasihnya aja. Yang penting nikah dulu." Jawab Sissy.


"Kan bentar lagi dek. 7 minggu lagi." Kata Rio.


"Udah ah Mas. Aku dah ngantuk." Sissy mulai menguap.


"Iya Dek. Kamu istirahat ya. Jangan lupa mimpiin aku." Kata Rio sambil mengakhiri hubungan telpon mereka. Rio pun bersiap untuk tidur dan memimpikan sang pujaan hati.


Udah baper belum? Atau laper denga menu katering tadi? Author sih nulisnya sambil kebawa laper 😁😁😁


Janag lupa Like 👍 dan Vote ya biat semangat nulisnya 💪😉


Makasih 🙏🙏🙏


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2