Kisah Cinta Sang Perawan Tua

Kisah Cinta Sang Perawan Tua
(Season 2) #1 Hari Pertama di SMA


__ADS_3

Pagi itu di rumah Sissy sedang menyiapkan sarapan buat keluarganya.


"Pagi Bun." Ical menyapa Ibunya.


"Pagi sayang. Udah ganteng aja." puji Sissy melihat anak bujangnya.


"Makasih Bun." Ical mengambil piring.


"Aca belum keluar kamar?" tanya Sissy sambil duduk di depan Ical.


"Gak tau Bun. Lagi dandan kayaknya." ujar Ical.


"Ngomongin aku ya?" Aca yang sudah berdiri di belakang Ical mengagetkan mereka.


"Kamu lama amat dandan nya? Ternyata biasa aja." Sissy menggoda anak gadisnya.


"Cantik gini dibilang biasa. Bunda harus periksa mata nih." protes Aca.


"Gak boleh gitu sama orang tua. Nanti kualat." Ayah yang baru datang langsung mencubit pipi anak gadisnya.


"Ayah darimana?" tanya Aca manja.


"Abis masukin barang ke mobil." Rio duduk dan menghabiskan kopinya.


"Gak ada yang ketinggalan Yah?" tanya Sissy sambil membetulkan kerah baju Rio yang miring.


"Insha Allah gak. Ayah berangkat dulu. Kalian sekolah yang pintar." Sissy langsung memcium tangan suaminya. Rio pun mencium kening Sissy dan kedua anaknya bergantian.


"Ayah gak ngantar kita ke sekolah ?" tanya Ical.


"Maaf sayang. Hari ini Bunda yang antar ya. Ayah harus ke Jombang." Kata Rio.


"Iya. Hati - hati ya." Sissy mengantar Rio ke depan.


"Assalamualaikum." pamit Rio.


"Waalaikumsalam." jawab Sissy.


Pagi itu Sissy mengantarkan si kembar hari ke SMA Pratama.


"Kalian sekolah yang rajin ya. Nanti pulangnya naik angkot aja." pesan Sissy saat sudah sampai di depan? sekolah.


"Siap Bun. Assalamualaikum." Aca dan Ical menyalami Sissy bergantian.


"Waalaikumsalam." Sissy menunggu sampai mereka masuk ke dalam sekolah baru menjalankan mobilnya ke Cake Shop Pelangi.


"Aca.. Ical.." teriak sebuah suara yang sangat dikenal Aca.


"Kak Kian. Ngapain kesini? Kan udah lulus" tanya Ical.


"Mau legalisir ijazah." jawab Kian.


"Ooh. Bawa motor Kak?" tanya Aca.


"Iya. Kalian gak bawa motor ?" tanya Kian lagi.


"Gak Kak. Kan belum punya SIM. Tadi diantar Bubun." jawab Aca sambil berjalan menuju papan pengumuman mencari kelasnya.


"Ayah kalian kemana?" Kian menatap Aca lekat. Entah kenapa pagi ini Aca terlihat sangat cantik. Hatinya jadi berdebar saat menatapnya.

__ADS_1


"Ayah lagi ke Jombang, ngurus bisnis yang disana." Aca menjawab sambil terus memperhatikan Ical yang sedang mencari nama mereka di pembagian kelas.


"Ca, kita pisah kelas. Kamu di kelas 1-3, Aku di kelas 1-5." kata Ical.


"Yah.. Kenapa pisah kelas sih." Aca protes.


"Ya gak papa Ca. Biar kamu gak ngerepotin aku terus." Ical malah menggoda Saudara kembarnya.


"Kalian nih masa harus bareng - bareng terus. Gak bosen apa?" Kian coba melerai mereka.


"Iya juga ya. Oke deh. Kak, Bisa tunjukin kelas kita?" Aca tanpa sadar menggandeng tangan Kian.


Tanpa Aca sadari ada hati yang dibuat berdebar olehnya. Ical tanpa sengaja melihat perubahan sikap Kian yang seperti salah tingkah digandeng oleh Aca.


"Sepertinya Kak Kian naksir sama Aca." batin Ical.


Sedangkan Aca tetap bersikap cuek. Memang kalo urusan hati Aca sangat tidak peka, berbeda dengan saudara kembarnya.


"Kok aku ditinggalin." protes Ical melihat mereka sudah jauh.


"Suruh siapa ngelamun." ledek Aca.


"Nih kelas kamu Ca. Kalo kelas Ical sebelah sana." Kian menunjuk kelas yang terletak di sudut.


"Makasih ya Kak. Aku masuk dulu ke dalam." Aca langsung menghilang dari pandangan Kian.


"Sejak kapan Aca jadi begitu cantik dan dewasa." batin Kian sambil menatap pintu kelas Aca.


"Ehem.. Ehem." Ical mencoba menyadarkan Kian dari lamunannya.


"Udah Cal. Aku mau ke ruang guru dulu." Kian langsung pergi menghindari Ical yang menatapnya curiga.


Ical menuju ke kelasnya dan dia memilih duduk di bangku belakang. Tak butuh waktu lama, Ical pun sudah akrab dengan beberapa teman sekelasnya.


"Ada cewek cantik di depan kelas. Nyariin siapa ya?" kata Bayu teman sebangkunya.


"Oh itu Aca." jawab Ical singkat.


"Pacar kamu ya? Cantik banget." ujar Dino sambil menepuk bahu Ical.


Ical tak menjawab dan langsung menghampiri Aca.


"Cal, ke kantin yuk." ajak Aca ketika melihat Ical keluar bersama beberapa anak lelaki.


"Cal, punya cewek cakep kenalin dong ke kita." bisik Bayu tapi terdengar oleh Aca.


"Kenalin. Aku Aca Saudara kembarnya Ical." Aca mengulurkan tangannya pada Bayu.


"Ooh.. Saudara kembarnya. Kirain ceweknya." Bayu menggaruk kepalanya yang tak gatal.


"Eh.. Kamu gak sama teman sekelas kamu?" Ical merasa tak enak dengan teman - temannya.


"Gak ah. Mau sama kamu aja." Aca menarik tangan Ical menuju kantin meninggalkan teman - temannya.


"Temen - temen kamu norak tau gak." protes Aca sambil menikmati baksonya.


"Norak gimana?" Ical gak paham maksud Aca.


"Kayak gak pernah lihat cewek cakep aja." kata Aca setelah menelan makanannya.

__ADS_1


"Biarin ajalah. Gak usah dipikirin." kata Ical cuek.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


"Aca, Ical, Bunda mau ke rumah Mama Yoan. Kalian mau ikut?" tanya Sissy.


"Ke rumah Kak Difan dong. Aca ikut Bun." Aca kangsung bangkit menuju kamarnya.


"Kamu gak ikut Cal?" tanya Sissy melihat Ical tak beranjak dari sofa.


"Males Bun. Ical di rumah aja." jawab Ical menyimpan buku nya dan memandang sang Bunda.


"Yawda. Kamu baik - baik di rumah ya." Sissy menepuk bahu Ical dan menuju ke garasi.


"Aca, ayo buruan." Sissy berteriak memanggil anak gadisnya.


"Bentar Bun. Dah Bawel." kata Aca sambil mencubit pipi Ical.


"Sakit Ca. Awas kamu ya." Ical mengusap pipinya.


"Assalamualaikum." Siasy memberi salam.


"Waalaikumsalam." Yoan membukakan pintu dan langsung menyambut sahabatnya itu.


Aca langsung mencium tangan Yoan. Begitupun Difan yang kebetulan sedang cuti, langsung mencium tangan Sissy.


"Nih.. Pesenan kamu." kata Sissy sambil membawa kantong besar berisi handuk kecil.


"Souvenir nya mana Si?" tanya Yoan.


"Di mobil. Difan, tolong bantuin ngambil dong." kata Sissy sambil memberikan kunci mobil pada Difan.


"Aku bantuin ya Kak Difan." Aca mengikuti Difan ke mobil.


"Nih, kamu bawa yang kecil aja." Difan memberikan kardus kecil pada Aca.


Aca pun masuk ke rumah mengikuti Difan.


"Makin ganteng aja Kak Difan." gumam Aca dalam hati.


"Simpan sini sayang." Yoan mengarahkan Aca agar menyimpan kardus itu di ruang belakang.


"Iya Ma." jawab Aca singkat. Lalu Aca mendekati Difan yang sedang duduk bersama Yoan dan Sissy.


"Kak Difan kapan datang? Lagi cuti?" tanya Aca.


"Iya Dek. Kan Dafa mau nikah, masa gak datang." jawab Difan sambil tersenyum.


Aca meleleh melihat senyuman Difan. Ya, sejak dulu Aca memang mengagumi cowok yang usianya terpaut 11 tahun dengannya. Aca suka dengan sifat Difan yang ramah dan pendiam. Beda dengan Dafa yang rame dan aktif. Sebenarnya Dafa dan Difan sempat berebut perhatian Hana. Tapi akhirnya Hana lebih memilih Dafa dan mereka akan menikah 4 hari lagi.


Mau tahu kisah cinta segitiga antara Dafa, Difan dan Hana?


Terus bagaimana dengan Aca. Akankah Difan membalas perasaan Aca?


Jangan lupa tetap dukung Author..


Like 👍 Komen dan Vote ✌✌


ajak juga teman yang lain buat ikut membaca ya..

__ADS_1


Makasih 🙏🙏🙏


Bersambung


__ADS_2