Kisah Cinta Sang Perawan Tua

Kisah Cinta Sang Perawan Tua
(Season 2) #13 Mulai Jatuh Cinta denganmu


__ADS_3

Tak terasa sekarang Aca dan Ical sudah duduk di kelas XI. Tahun ini sangat kebetulan mereka berada di kelas yang sama.


Selain itu tahun ini, Vanya, anak bungsu Mama Yoan dan Papa Topan juga masuk di SMA Pratama.


Pagi itu Aca dan Ical berangkat berboncengan dengan sepeda motor. Saat tiba di gerbang sekolah, mereka melihat Vanya turun dari mobil Kak Difan. Aca langsung meminta turun disana sedangkan Ical menuju ke parkiran untuk menyimpan sepeda motornya.


"Hai Van." sapa Aca menghampiri Vanya.


"Aca.. Kamu baru datang? Sama siapa?" Vanya celingukan mencari sesuatu.


"Sama Ical lah. Mau sama siapa lagi?" jawab Aca sambil tersenyum.


"Kirain sendirian. Kok Ical gak kelihatan?" tanya Vanya.


"Ical di parkiran." jawab Aca singkat.


"Ooh.." Vanya hanya berkomentar singkat.


"Kamu berangkat sama Kak Difan ya?" Aca mulai bertanya lagi sambil melangkah masuk ke dalam sekolah.


"Iya. Kebetulan ada ngajar pagi. Tapi nanti pulangnya dijemput sama Mama atau Papa." jawab Vanya.


"Oke deh. Aku duluan ke kelas ya. Kalo ada apa - apa kabari aku aja." kata Aca sambil meninggalkan Vanya di depan lapangan.


"Oke Ca." Vanya langsung bergabung dengan teman seangkatannya yang berkumpul di lapangan.


Di lapangan sedang ada briefing perkenalan ekskul buat anak baru. Aca ikut mengamati dari depan kelasnya sambil menunggu bel masuk berbunyi. Dilihatnya ada Kian diantara barisan alumni yang ikut demonstrasi ekskul.


Kian adalah alumni sekolah itu dan sempat aktif di ekskul basket, bahkan salah satu bintang basket di SMA Pratama.


"Kenapa Kak Kian makin ganteng aja ya?" gumam Aca sambil memandangi Kian.


"Hayo.. Lagi ngelihatin siapa ?" Ical mengagetkan Aca ynag dudul sendiri di depan kelas.


"Kamu Cal. Gak, itu ada Kak Kian di lapangan. Ngapain ya?" Aca tak mengalihkan pandangannya dari arah lapangan.


"Kan Kak Kian bintang basket sekolah ini Ca. Pastilah dia datang." jawab Ical sambil duduk di sebelah Aca.


"Oh gitu. Kok aku baru tahu ya?" tanya Aca sambil memandang saudara kembarnya itu.


"Iya. Kan dulu pas kita baru masuk sekolah ini juga dia ada." jawab Ical.


"Masa sih? Kok aku gak tahu ya." Aca mencoba berpikir keras.


"Entahlah. Mungkin kamu pas ada urusan yang lain jadi gak merhatiin Kak Kian." Ical coba berpendapat.


"Iya juga sih. Sepertinya pas demo ekskul, aku dipanggil sama kakak panitia di ruang guru." kata Aca.


"Hhmm." Ical hanya menjawab singkat.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Saat jam istirahat Aca dan Ical menuju kantin untuk menikmati bakso favorit mereka.


Kantin terlihat sangat penuh dan mereka memilih duduk di sudut kantin dekat dengan penjual jus dan minuman.


Tak lama tampak Kian dan teman sesama alumni nya memasuki kantin. Mereka duduk di bangku dekat pintu masuk. Aca sesekali mencuri pandang pada Kian disela obrolannya dengan Ical.


"Kak Kian terlihat ganteng banget ya. Lebih ganteng Kak Kian malahan dibanding Kak Difan." gumam Aca sambil menyuapkan baksonya.

__ADS_1


"Hei.. kamu ngelihatin apa sih? Sampe makannya gak konsen gitu." suara protes Ical membuyarkan lamunan Aca.


"Eh.. gak kok. Cuma lagi lihat para alumni itu aja." Jawab Aca gelagapan.


"Cie.. Liatin Kak Kian ya?" goda Ical yang langsung membuat pipi Aca memerah.


"Apaan sih Cal. Enggak. Liatin semuanya." Elak Aca.


"Ooh.. Yaudah." Ical bangkit dan memesan es jeruk lagi.


Aca kembali menatap ke arah Kian. Tapi sialnya saat itu Kian juga tengah menatap ke arahnya. Reflek Aca langsung membuang pandangannya.


"Mati aku.. Kenapa Kak Kian juga liatin aku ya? Apa dia tahu kalo dari tadi aku curi pandang ke dia." Aca sibuk dengan pikirannya sendiri.


Kemudian Aca pun memberanikan diri untuk menatap Kian lagi. Saat dilihatnya Kian masih menatap dirinya, Aca pun langsung melemparkan senyum termanisnya dan disambut dengan anggukan oleh Kian.


Merekapun saling beradu pandang selama beberapa menit. Hingga kemudian datanglah sosok gadis di sebelah Kian.


"Kak Kian.. Vanya kangen deh." Vanya langsung duduk di samping Kian.


"Iya Vanya. Lama gak ketemu ya." jawab Kian gugup.


"Kakak makin ganteng deh." puji Vanya terang - terangan.


"Kamu bisa aja. Gimana kabar Mama dan Papa?" tanya Kian basa - basi sambil menggeser duduknya karena risih dengan Vanya yang begitu menempel padanya.


"Baik dong." Vanya langsung mencomot makanan Kian.


Aca merasa kesal melihat kedekatan Kian dan Vanya.


"Apa aku cemburu ya?" batin Aca sambil mengaduk minumannya.


Aca pun langsung menggandeng tangan Ical dengan erat. Ical merasa heran dengan kelakuan kembarannya itu, tapi ketika melihat Kian dan Vanya yang tampak akrab, Ical pun paham.


"Hai Kak, Vanya. Kami duluan ke kelas ya." pamit Ical tanpa menghentika langkahnya.


"Iya." jawab Kian dan Vanya kompak.


"Sabar ya Ca. Itu kan cuma si Vanya aja yang nempel ke Kak Kian." Ical menepuk tangan Aca yang masih melingkar erat di lengannya.


Aca hanya terdiam dan berusaha menghalau pikitan negatif tentang Vanya dan Kian.


"Apaan sih Cal. Aku biasa aja kok." kata Aca sambil melepaskan tangannya dan berjalan cepat menuju kelas.


"Kamu gak akan pernah bisa bohong sama aku. Aku pasti akan bantuin kamu biar bisa deket dengan Kak Kian." batin Ical sambil mempercepat langkahnya menyusul Aca.


Di tempat lain.


"Kamu gak masuk ke kelas?" tanya Kian pada Vanya yang masih duduk di sebelahnya.


"Gurunya gak masuk Kak. Tadi ngasih tugas aja." jawab Vanya sambil menyeruput minuman milik Kian.


"Yaudah. Aku duluan ya. Masih ada urusan di kampus." Kian bangkit dari duduknya.


"Yah.. Kok pergi sih Kak. Baru juga mau ngobrol." gerutu Vanya.


"Lain kali aja ya kita ketemu." jawab Kian sambil berlalu meninggalkan Vanya.


"Kamu akrab banget sama senior itu Van?" tanya Dila, teman sekelas Vanya.

__ADS_1


"Iya. Dia itu anak sahabat Mama aku. Dan dia juga calon pacar aku." jawab Vanya.


"Tapi dia kayak cuek dan dingin banget sama kamu Van?" Nina ikut bertanya.


"Itu semua gara - gara Aca. Dia mau saingan merebut Kak Kian dari aku." Vanya mulai emosi.


"Kita kerjain aja. Anak kelas berapa?" Nina balik bertanya.


"Jangan. Dia punya backing kuat. Percuma kalo mau ngerjain dia juga." kata Vanya.


"Siapa emangnya?" tanya Dila penasaran.


"Ical, kembarannya. Mereka sekelas di kelas XI-1." Vanya nampak berpikir keras.


"Wah. Keren banget ya punya kembarannya yang siap melindungi." puji Dila yang langsung dipelototi oleh Vanya.


"Aku tahu deh. Kamu dekatin Ical aja Nin. Mau gak?" usul Vanya.


"Ganteng gak?" tanya Nina.


"Ganteng lah. Nih fotonya." Vanya menunjukkan foto mereka saat pernikahan Hana dan Dafa.


"Boleh banget kalo ini sih." Nina langsung meminta foto Ical dikirim ke hp nya.


Pulang sekolah, Ical masih menunggu Aca yang sedang mengumpulkan tugas ke ruang guru.


"Siang Kak. Kok sendirian?" sapa Nina pada Ical.


"Iya lagi nungguin." jawab Ical singkat.


"Boleh aku temenin Kak. Kenalin aku Nina." Nina menyodorkan tangannya yang tak disambut oleh Ical.


"Gak usah. Aku lebih nyaman sendirian." jawab Ical ketus.


"Kebetulan aku juga lagi nungguin jemputan Kak." Nina tak menghiraukan penolakan Ical dan duduk di sampingnya.


"Aca lama banget sih." batin Ical sambil memandang ke arah ruang guru.


"Rumah Kakak dimana?" tanya Nina lagi.


"Gak dibawa rumahnya, berat." Ical masih menjawab dengan ketus. Tanpa Nina ketahui, Ical paling tidak suka dengan cewek yang sok akrab. Bikin ilfil.


"Kakak lucu juga ya. Hahaha." Nina terlihat memaksakan ketawanya.


Satu lagi hal yang tak disukai dari cewek seperti Nina yaitu fake, palsu, terlihat dari cara dia tertawa menanggapi lelucon Ical yang garing.


Akhirnya Aca pun keluar dari ruang guru. Ical langsung berdiri dan menyeret Aca menuju ke parkiran. Aca yang tak tahu situasinya hanya bisa bengong saat ditarik oleh Ical.


Nah loh.. Gimana kelanjutan kisah cinta antara Aca, Kian dan Vanya? Siapa yang berhasil mendapatkan Kian?


Jangan lupa tetap dukung Author..


Jangan lupa juga baca karya Author lainnya "Geng Pelangi" yang menceritakan kehidupan Sissy, Zizi, Yoan dan Amira sebelumnya


Like 👍 Komen dan Vote ✌✌


ajak juga teman yang lain buat ikut membaca ya..


Makasih 🙏🙏🙏

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2