Kisah Cinta Sang Perawan Tua

Kisah Cinta Sang Perawan Tua
(Season 2) #14 Calon Mantu


__ADS_3

Siang itu sepulang sekolah Aca dan Ical mampir ke toko buku Gra****a.


Saat sedang melihat - lihat novel teenlit terbaru, mereka bertemu dengan Difan, Fitri dan Vanya.


"Aca, Ical.." seru Fitri kaget sambil menutup mulutnya.


"Bu Fitri, Kak Difan? Kalian disini juga ?" Aca menyapa pasangan itu.


"Iya. Lagi lihat - lihat novel nih." jawab Fitri gugup.


"Kak Difan kok sama Bu Fitri ? Kalian pacaran ya ?" tanya Ical pura - pura tidak tahu dengan kedekatan mereka.


"Sekalian nemenin tuan putri Vanya buat beli kertas buffalo buat bikin kliping." Difan tersenyum pada mereka.


"Eh.. Kenapa mereka panggil kamu Kak ?" Fitri baru menyadari hal itu.


"Mereka itu anak sahabat Mama aku. Kita sudah akrab dari kecil. Mereka sudah seperti adikku sendiri." Difan menerangkan.


"Cie.. Yang pacaran diam - diam." goda Aca berusaha menyembunyikan rasa cemburunya.


"Mas, gimana ini ?" Fitri menatap Difan dengan khawatir.


"Udah gak papa. Mereka bisa jaga rahasia ini kok. Lagian kita kan udah mau nikah." Difan memeluk Fitri berusaha menenangkannya.


"Selamat ya Kak, Bu." Ical berkata tulus.


"Makasih ya." Jawab Difan mewakili Fitri.


"Ada aku juga loh disini." Vanya menyilangkan tangannya di dada karena dari tadi dicuekin.


"Hehehe. Maaf ya Van. Lupa kalo ada kamu." Difan mengacak - acak rambut adik bungsunya itu.


"Iya Van. Lagian tumbenan kamu diam aja dari tadi. Biasanya juga cerewet." Ucap Ical yang langsung di cubit oleh Vanya.


"Lagi ngambek dia. Tadi mau minta pulang sama Kian tapi Kian nya gak mau." adu Difan.


"Kasian deh lu ditolak sama Kian." ledek Ical sambil berlari menjauh.


"Rese banget sih." omel Vanya.


"Kita lihat - lihat novel yuk Van." ajak Aca.


"Ayo. Kamu aja yang beli Ca, ntar aku pinjem aja." Vanya menarik tangan Aca menjauh dari kakaknya. Sebenarnya Aca masih sebal dengan kedekatan Vanya dan Kian tapi dia juga merasa senang karena tadi di dengarnya Kian menolak pulang bareng Vanya.


"Masih ada kesempatan buat aku deket sama Kak Kian." batin Aca sambil tersenyum.


Setelah membayar novel yang dipilihnya, mereka berlima menuju ke resto cepat saji yang berada di seberang Gra****a.


Setelah makan mereka akhirnya berpisah pulang menuju ke rumah masing - masing.


"Cal, mampir dulu ke Cake shop. Ambil pesanan Bunda." kata Aca memberitahu saudaranya.


"Kenapa gak bilang dari tadi sih? Kan harus muter lagi." gerutu Ical.


"Ya gak tau. Ini Bunda baru aja kirim WA." jawab Aca. Ical tak menanggapi lagi dan membelokkan motornya menuju Cake Shop Pelangi.


"Assalamualaikum." Aca memberi salam saat masuk ke Cake Shop.

__ADS_1


"Waalaikumsalam. Aca. Masuk Nak." jawab Zizi yang sedang menghitung sisa roti di display.


"Manda. Lagi piket ya?" Aca langsung menghampiri dan mencium tangan Zizi.


"Iya. Kamu sama siapa ?" tanya Zizi sambil meletakkan bukunya.


"Sama Ical Nda. Tadi pulang sekolah ke Gra****a dulu trus Bunda WA suruh ambil titipan disini." Aca duduk di salah satu sofa.


"Ooh. Tuh pesanan Bunda kamu udah disimpan di kasir. Minta ke Mbak Rani ya." Zizi menunjuk ke arah kasir.


"Manda masih lama disini ?" tanya Aca basa - basi.


"Manda masih nunggu Kian jemput. Gak tau dari tadi kok belum nyampe kesini." kata Zizi


"Ical juga kok gak masuk - masuk sih ?" gerutu Aca.


"Loh iya. Ical masih di luar ya ?" Zizi sedikit panik.


"Gak apa - apa Nda. Aca mau langsung pulang aja." Aca langsung mengambil kantong yang berisi kue pesanan Bundanya.


"Tuh lagi dibikin minum sama Mbak Rani." kata Zizi.


"Kok repot - repot sih Nda." kata Aca malu - malu.


"Ya gak lah. Masa ada anak owner dibiarin kehausan." kata Zizi sambil tersenyum.


"Gimana sekolah kamu Ca ?" tanya Zizi basa - basi.


"Alhamdulilah Nda. Sekarang Aca sekelas sama Ical." jawab Zizi sambil menikmati milkshake strawberry kesukaannya.


"Uhuk.. Uhuk.." Aca mengelap bibirnya.


"Pelan - pelan dong. Hahaha." Zizi tertawa.


"Manda nih, Aca kesedak malah diketawain." gerutu Aca sambil menepuk dadanya untuk meredakan batuknya.


"Kamu tuh sama kayak Bunda kamu. Kalo ditanya masalah kayak gini pasti aja kesedak." Zizi menyodorkan tisu pada Aca.


"Emang iya Nda ?" tanya Aca tak percaya.


"Ya gitu deh." jawab Zizi.


Tak lama kemudian pintu terbuka, Kian masuk bersama Ical.


"Kamu lama banget sih Nak ?" kata Zizi pada Kian.


"Maaf Nda. Tadi nganter temen dulu ke Sumbersari." Kian langsung mengambil minuman yang ada di meja.


"Eh.. Main serobot aja. Gak pake nanya punya siapa." omel Zizi melihat kelakuan anak lelakinya.


"Punya Manda kan ? Bagi dikit lah." Kian menyimpan gelas nya kembali.


"Itu minuman punya Aca. Kamu gak ijin sama yang punya." Kata Zizi sambil melirik Aca yang sedang menunduk.


"Astagfirullah. Maaf ya Ca. Gak tahu soalnya." kata Kian salah tingkah.


"Iya Kak. Gak papa kok. Habisin aja, aku udah kenyang." kata Aca tersipu malu.

__ADS_1


"Kalian ini kayak baru kenal aja pake malu - malu gitu." Zizi tersenyum jahil.


"Apaan sih Manda. Biasa aja kok." jawab Kian.


"Kalo emang suka ya gak papa. Nanti Manda suruh Panda lamarin ke Ayah Rio." ledek Manda lagi.


"Manda apaan sih ?" kata Aca dan Kian kompak.


"Cie.. Kompak nih ye." Zizi terus meledek Aca dan Kian.


Tepat disaat itu muncul Ical yang baru kembali dari toilet.


"Yuk Ca. Kita pulang." ajak Ical.


"Hayuk." Untung Ical muncul di saat yang tepat. Kalo gak Aca sudah mati gaya diledekin oleh Manda.


"Nda, kita pamit ya." Aca dan Ical bergantian mencium tangan Zizi.


"Gak mau di anter sama Kian aja Ca ?" Zizi masih menggoda Aca.


"Gak Nda. Assalamualaikum." Aca langsung berjalan keluar diikuti Ical.


"Waalaikumsalam. Dadah Calon Mantu." teriak Zizi.


"Manda apaan sih! Bikin malu aja." Kian mulai merajuk dengan keisengan Bunda nya.


"Hahaha. Manda tahu kamu suka kan sama Aca ?" kata Zizi yang langsung membuat Kian terdiam.


"Sok tahu." kata Kian ketus.


"Taulah. Kamu kan anak Manda." jawab Zizi sambil mencubit pipi Kian.


"Hhmm.." jawab Kian singkat.


"Manda setuju banget kalo kamu sama Aca." kata Zizi.


"Berisik Nda. Ayo kita pulang." Kian bangkit dari sofa.


"Iya.. Iya. Tuh bawain pesanan Manda." Zizi menunjuk kanting hitam di meja kasir.


Kian langsung mengambil kantong itu dan berjalan menuju mobil yang terparkir di samping Cake Shop.


"Tungguin dong anak ganteng. Tenang aja, Aca belum punya pacar kok." kata Zizi yang langsung dipelototin Kian.


Seperti apa kelanjutan hubungan Aca dan Kian ?


Jangan lupa tetap dukung Author..


Jangan lupa juga baca karya Author lainnya "Geng Pelangi" yang menceritakan kehidupan Sissy, Zizi, Yoan dan Amira sebelumnya


Like 👍 Komen dan Vote ✌✌


ajak juga teman yang lain buat ikut membaca ya..


Makasih 🙏🙏🙏


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2