KISAH KASIH NARA

KISAH KASIH NARA
BAB 104 - Mommy Dan Nara


__ADS_3

"Adam, kembalikan anakku!!!"


"Mario anakku!"


Setelah Adam membawa Mario kembali. Yola setiap pagi datang untuk merebut anaknya. Dan selalu penolakan yang diterima wanita tersebut.


Meski Yola sampai berlinang air mata Adam tidak peduli. Pria itu bersikeras menahan Mario.


Mama, sebagai wanita merasa kasihan pada Yola. Tapi, mau bagaimana lagi. Adam sudah mewanti-wanti dan memintanya untuk menjaga Mario. Mama sudah menolak dan Adam malah mengancam akan mengakhiri hidup bersama anaknya.


'Sampai kapan seperti ini?' Mama pusing melihat kehidupan Adam yang penuh drama. Ia ingin pergi saja dari rumah itu, tapi bisanya Adam mengancam seperti itu. Dinasehati, dimarahi, Adam tidak mau mendengar. Putranya itu kini begitu sangat keras kepala.


"Yola... Cukup hentikan!!! Kalau kau hanya sekedar melihat Mario, aku akan mengizinkan. Tapi, jangan harap kau bisa membawa putraku!" Adam memperingatkan. Yola selalu membuatnya emosi.


"Mario... anakku. Dia anakku!!!" Yola histeris di depan rumah. Sementara Adam berlalu pergi. Banyak urusan yang harus dikerjakannya.


Adam melajukan mobil menuju rumah Arka. Saat di pos security, ia dijegat security yang berjaga.


"Pak, saya mau ke rumah teman saya. Arka namanya." Jelas Adam.


"Maaf, Pak. Pak Arka tidak mengizinkan anda untuk mendatangi rumahnya."


"Saya temannya. Saya bisa-"


"Maaf, Pak. Kami hanya menjalankan tugas, tolong jangan mempersulit kami." Security segera menyuruh Adam untuk pergi.


Adam mendengus kesal. Arka membangun benteng padanya. Padahal mereka kan teman.


Tah sudah berapa kali ia datang ke sana dan selalu dicegat security yang berjaga.


Adam pun kini melajukan mobilnya kembali. Bukan menuju kantornya, malah ke kantor Arka.


"Aku mau bertemu Arka." Ucap Adam pada resepsionis.

__ADS_1


"Maaf, Pak. Pak Arka sangat sibuk." Jawab sang resepsionis.


"Katakan pada Arka, aku mau bertemu dengannya!!!" Bentak Adam membuat resepsionis jadi takut.


Adam kesal, sifat Arka sangat ke kanak-kanakan. Ia tidak bisa mendatangi rumahnya, bahkan datang ke kantornya pun ditolak. Meneleponnya pun tak bisa karena sudah diblokir.


'Arka!!! Apa begitu berharganya dia?' Batin Adam dalam hatinya yang sudah memanas.


Sementara dari lantai dua. Arka berdiri sambil melihat lantai 1. Ia menggeleng melihat Adam yang begitu getol mendatangi rumah bahkan kantornya. Ia tidak mengerti apa maunya Adam? Mantan suami Nara itu menyuruhnya untuk menceraikan Nara.


Adam menyuruh Arka menceraikan Nara dengan berbagai alasan. Salah satu alasannya, Nara bukan wanita yang terbaik untuknya. Adam hanya ingin Nara kembali dalam keterpurukan. Ya, Adam tidak mau melihat hidup mantan istrinya bahagia.


Karena itulah, Arka merasa harus menjaga jarak dan membuat tembok pembatas. Tak ada terpikirkan dalam hati Arka untuk bercerai dari Nara. Ia mencintai apa adanya Nara. Baik kelebihan maupun kekurangan wanita itu. Arka tak mau Adam mengganggu kebahagiaan pernikahan mereka.


"Halo, sayang..." Ucap Arka setelah menjawab panggilan dari Nara.


"Mas, perlengkapan untuk bayi-bayi kita sudah datang. Lucu dan imut-imut. Ihh... Gemas aku!" Nara memberitahu dari tempatnya berada.


"Benarkah, aku jadi ingin lihat." Arka melangkahkan kaki menuju ruangannya.


"Sebentar ya, sayang." Arka mempercepat langkahnya.


"Pak Arka, ini-"


Arka mengangkat tangannya, membuat Gio tak jadi berucap.


"Undur semuanya 2 jam lagi." Ucap Arka pelan, ia tak mau Nara mendengar.


"Baik, Pak." Jawab Gio melihat Arka yang tergesa-gesa masuk ruangannya. Ia sudah menebak, pasti Arka sedang menelepon kakaknya.


"Halo, sayangku. Kamu sudah makan? Anak-anak kita tadi makan pakai lauk apa?" Arka menatap wajah istrinya dalam layar ponsel. Ada rasa rindu di hati Arka. Padahal tadi pagi mereka masih bertemu.


"Sudah, Mas. Tadi aku makan kepiting yang be...sar. Mommy masaknya sangat enak, jadi aku makannya banyak." Nara tersenyum senang.

__ADS_1


"Kamu bisa saja." Ucap Mommy yang lagi di samping Nara. Wanita paruh baya itu sibuk mengatur pekerja, mendekor kamar cucunya.


"Mom, terima kasih." Ucap Arka.


"Untuk apa?"


"Karena sudah menyayangiku, istriku dan anak-anakku." Arka merasa beruntung. Mommy sangat welcome sekali.


"Mommy cuma punya kamu sebagai satu-satunya keluarga. Sekarang keluarga kita sudah bertambah, dengan adanya Nara dan cucu kembar Mommy. Kita kembali memiliki keluarga lengkap. Kalau Daddy kamu masih hidup, pasti-" Wanita paruh baya itu kembali memegangi dadanya yang terasa sesak. Setiap mengingat mantan suaminya, hatinya terasa sakit merasakan kerinduan yang bisa digapai.


"Mom, jangan sedih lagi." Wanita yang sedang hamil itu memeluk lengan Mommy erat. "Cucu-cucu Mommy nggak mau lihat omanya sedih loh."


Mommy mengusap air matanya. "Siapa yang sedih? Ini cuma kelilipan."


Arka menatap sendu interaksi Mommy dan Nara. Seperti seorang ibu dengan anaknya. Jika ada yang melihat, mereka, pasti mengira Nara adalah anak kandung Mommy.


"Mom, Nara lapar."


"Ayo, kita makan." Mommy membawa Nara menuju dapur.


"Mas, aku mau makan dulu ya. Dah."


"Loh loh loh...!" layar ponsel Arka sudah gelap. Nara sudah mengakhiri obrolan mereka.


.


.


.


Happy new year🥳🥳🥳


Yang lagi bakar-bakar...

__ADS_1


Jangan salah bakar ya😆😆😆


__ADS_2