KISAH KASIH NARA

KISAH KASIH NARA
BAB 99 - Sumber Masalah


__ADS_3

Mobil melaju kencang membelah jalanan. Hati Adam terasa masih sangat panas. Mengingat Yola yang sudah menipunya.


Adam menepikan mobil dan segera keluar. Ia telah sampai di sebuah rumah yang ditinggali Yola.


Tok.. Tok.. Tok


"Yola, keluar kau!!!" Adam mengedor-ngedor pintu.


Tok.. Tok.. Tok..


Adam kembali mengedor pintu itu. Sambil menahan emosinya yang sudah diubun-ubun. Tak ada sahutan dari dalam.


"Yola... Kembalikan Mario padaku!!! Kau tidak bisa mengambil anakku!!!" Adam masih mengedor-ngedor pintu tersebut.


Pandangan Adam beralih pada sebuah mobil yang masuk ke teras rumah tersebut.


"Ada apa?" Tanya pria selingkuhan Yola begitu turun dari mobil.


"Di mana Yola?" Tanya Adam tidak senang.


Pria itu menaikkan bahunya. "Aku tidak tahu. Ia pergi dari ruma-" Pria itu mulai berpikir saat melihat ekspresi tidak bersahabat Adam.


"Apa Yola membawa kabur anakmu?!" Pria itu tampak terkejut. Pasti Yola merebut paksa anak itu dari mantan suaminya. Yang dia tahu, Adam memiliki hak asuh atas anaknya.


"Katakan di mana dia?" Hardik Adam mencekam kerah pakaian pria tersebut.


"Santai Bro!!!" Pria itu melepas cengkeraman Adam. "Aku tidak tahu dia di mana? Beberapa hari yang lalu dia pergi dari rumah ini." Jelasnya kembali.


"Akan kuperiksa." Adam tidak akan percaya begitu saja pada pria tersebut. Yola mengkhianatinya karena pria itu. Bisa saja pria itu menyembunyikan wanita penipu itu.


Begitu pintu terbuka, Adam pun menyisir rumah tersebut. Kamar tidur, kamar mandi, dapur. Ia telusuri semua. Tapi, wanita itu tidak ada di sana.


"Sudah aku bilang dia sudah pergi."


Adam menghembuskan nafasnya kasar. Pria itu tidak menyembunyikan Yola. Wanita itu memang sudah kabur membawa anaknya.


'Di mana kau Yola???' Adam meremas tangannya kuat. Seolah sedang meremas wanita itu.


\=\=\=\=\=\=


"Astaga!!!" Bily menepuk jidatnya, setelah Adam menceritakan tentang hasil DNA.


Adam memberikan anaknya karena pengaruh perkataan mantan istrinya. Tanpa menunggu hasil sebenarnya. Dan kini, setelah hasil menyatakan kenyataan, Adam seperti kebakaran jenggot. Mencari wanita yang sudah menghilang bagai ditelan bumi.

__ADS_1


"Dia memang penipu!!!" Adam masih memaki Yola.


"Aku punya teman IT. Nanti ku minta dia untuk mencari lokasi si pirang itu." Ucap Bily menenangkan abangnya itu.


Mama menatap Adam dengan ekspresi bingung dan sedih. Ia tidak mengerti dengan kehidupan putranya sekarang.


Dulu saat bersama Nara, hidup putranya begitu damai dan bahagia. Padahal saat itu mereka belum dikarunia seorang anak.


Tapi, semenjak Adam melakukan kesalahan dengan perselingkuhannya. Hanya untuk mendapatkan anak. Hidup Adam seperti terombang-ambing tanpa arah.


Adam telah memiliki anak dari wanita lain. Anak yang selalu diharapakannya selama ini. Tapi kenapa pernikahan Adam kandas juga?


Tak ada yang salah dengan kehadiran anak itu. Tapi, cara Adam saja yang salah.


"Adam, apa kamu akan mengambil Mario kembali?" Tanya Mama dengan nada hati-hati. Ia melihat Adam yang masih menahan emosi. Salah tanya saja, bisa menyulut emosinya.


"Iya, Ma. Aku akan mengambil Mario. Dia anakku, anak kandungku." Tegas Adam.


"Adam... Yola itu ibunya Mario. Ia pasti tidak ingin berpisah dari putranya. Apa kalian tidak rujuk saja?" Mama mengerti. Tidak ada ibu yang mau berpisah dengan anak kandungnya. Selama ini Yola memprovokasi Adam untuk merampas kembali Mario.


Adam menggeleng cepat. Kembali pada Yola?


Itu tidak mungkin. Ia tidak mau kembali pada wanita tidak waras dan tukang selingkuh itu.


"Tidak, Ma. Aku menikahi Yola, karena dia sedang mengandung anakku. Aku tidak mungkin bersama Yola, jika saja Nara-" Adam menjeda ucapannya. Mengingat satu hal. Bahwa Nara sedang hamil.


"Nara!!! Semua ini gara-gara dia. Dia pasti sudah merencanakan semua ini!" Adam jadi geram mengingat Nara. Wanita itulah sumber masalahnya.


"Adam, kenapa kamu menyalahkan Nara? Kamu yang sudah menyakiti dia." Mama tidak senang, Adam menuduh sembarangan mantan menantunya yang tidak tahu apapun. Padahal jelas di sini Nara adalah korban.


"Tidak, Ma. Coba Mama pikir. Nara dan aku menikah selama 5 tahun, tapi kami tidak memiliki seorang anak. Tapi, setelah ia menikah dengan Arka. Hanya baru beberapa bulan, dia sudah hamil. Bahkan anaknya kembar." Adam menjelaskan ketidak terimaan hatinya atas kenyataan ini.


"Nara itu tidak mandul, Ma. Tapi kenapa saat bersamaku dia berpura-pura mandul." Sambung Adam kembali. Ia sangat yakin. Pasti Nara melakukan sesuatu, hingga tidak pernah ada anak dalam pernikahan mereka.


"Adam... Jaga bicara kamu!!!" Mama tidak terima ucapan putranya. Menyalahkan Nara seenaknya saja. Tanpa intropeksi diri.


"Ma, aku ini anakmu. Kenapa Mama membela dia?" Adam merasa, Mama masih menyayangi mantan istrinya itu.


"Adam dengar. Saat bersama kamu, Nara bukan berpura-pura mandul. Memang kalian belum waktunya saja. Mama pernah-"


"Cukup, Ma!!!" Adam menyela omongan sang Mama. Ibu kandungnya itu masih saja membela Nara.


Adam menunjukkan wajah marah. Ia kesal ibunya bukannya membela dirinya. Ia pun bangkit dan masuk ke kamar.

__ADS_1


"Astaga!!! Kenapa Adam seperti itu?!" Mama memegangi dadanya yang bergemuruh. Ia tidak mengenali putranya lagi. Adam sudah berubah.


\=\=\=\=\=\=


"Bagaimana?" Tanya Adam saat hari telah pagi. Ia duduk di kursi melihat Bily.


"Belum terdeteksi, Bang. Sepertinya dia membuang nomornya." Ucap Bily memberitahu hasil penyelidikan dari temannya tersebut.


Adam menutup wajahnya kesal. Yola sudah membawa kabur anaknya. Ke mana dia akan mencari wanita itu?


"Dia juga belum ada online di media sosialnya. Sepertinya dia menonaktifkan ponselnya." Timpal Bily memberitahu.


"Jika sudah ada kabar, beritahu aku." Adam bangkit dari duduknya. "Ma, aku pergi dulu."


"Mau ke mana? Sarapan dulu." Mama melihat Adam yang tidak berpakaian kantor.


"Aku mau cari Mario. Aku pergi."


Adam melajukan mobilnya sedang. Lalu tak lama ia berhenti di depan sebuah taman.


Pria itu menyandarkan dirinya sambil menokok pelan jidatnya. Tadi malam ia tidak bisa tidur nyenyak. Ia merindukan bocah kecil itu.


Adam yakin, Mario akan baik-baik saja. Karena Yola adalah ibunya. Tapi Adam tidak ingin Mario dirawat wanita itu lagi.


Di tengah pemikirannya. Tiba-tiba terbesit ingatan, saat Nara di rumah sakit. Saat wajah Nara begitu bahagia dengan kehamilannya.


'Nara... Kau begitu kejam padaku!!!'


Adam kembali merasakan emosinya memanas. Nara sudah sengaja melakukan semua ini.


Adam memasang sabuk pengamannya kembali. Ia melajukan mobil menuju rumah Arka.


Saat setengah jalan, ia melihat jam. Hari masih terlalu pagi. Nika ia datang sekarang, Arka pasti masih ada bersama mantan istrinya itu. Pasti temannya itu belum berangkat ke kantor.


Adam ingin bicara empat mata dengan wanita itu. Mau menelepon, nomornya sudah diblokir oleh Nara.


Jadi Adam memilih menepikan mobil di pinggir jalan. Seraya menunggu waktu beberapa saat lagi untuk bertemu Nara.


'Kau harus menjelaskan semuanya!!!"


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2