KISAH KASIH NARA

KISAH KASIH NARA
BAB 86 - Lama Pulang


__ADS_3

"Sayang, kamu di mana?" Tanya Arka kesal. Saat sampai rumah, ia tidak melihat istrinya. Pekerja rumah mengatakan Nara pergi dengan Mommynya.


"La-lagi di rumah temannya Mommy, Mas." Jawab Nara dari seberang sana. Saat tadi dalam perjalanan pulang, temannya Mommy menelepon. Dan ia jadi ikut Mommynya ke sana.


Arka mengerti, pasti Mommynya yang memaksa Nara. Dan tadi malam juga, Mommy membatalkan shopingnya. Ternyata hanya siasat saja. Agar ia tidak ikut dengan mereka.


"Jadi jam berapa kalian pulang?" Arka akan memaklumi. Mommy pasti ingin memperkenalkan menantunya dengan teman-temannya. Arka senang, Mommynya menganggap istrinya bagian dari keluarga mereka.


"Sebentar lagi, Mas." Jawab Nara.


"Ya sudah, kamu lanjut sana."


"Iya, Mas." Nara mengangguk mengerti. Dan panggilan mereka berakhir.


Arka melihat jam dinding. Waktu sudah menunjukkan pukul 10 malam. Tapi, kedua wanita itu belum juga pulang.


Arka bangkit dan berdiri di balkon rumah. Melihat jalanan malam di komplek perumahan itu yang begitu sepi.


'Mommy!' Arka menghembus nafas pelan. Jika sudah berkumpul dengan teman-temannya. Mommy suka lupa waktu.


Tak lama mata Arka melihat mobil yang melaju. Itu mobil Mommynya. Ia pun segera berlari turun.


Arka menunggu di teras rumah. Mobil pun berhenti. Dan turunlah kedua wanita dengan senyum mengambang.


"Arka... Kami sudah pulang." Sapa Mommy dengan bahagia.


"Mom, katanya batal pergi shoping?" Tanya Arka.


"Mommy berubah pikiran, Nak. Maklumilah mood Mommymu ini yang naik turun." Alasan Mommy yang membuat Arka menggeleng. Padahal jelas Mommy tak mau ia ikut mereka.


Nara hanya tersenyum. Ada saja alasan Mommynya.


"Nara, ini untuk kamu." Mommy menyerahkan paper bag pada Nara.


"Kok-" Nara bingung. Paper bag itu berisi pakaian dinas malam.


"Kalau nanti Arka ngambek karena kamu nggak izin pergi tadi, kamu goda saja pakai itu." Mommy mengkedipkan matanya sejenak.


Wajah Nara mendadak malu. Mommy mengerjai dirinya.


"Goda apa?" Tanya Arka penasaran.


Mommy menepuk bahu Arka, lalu berjalan meninggalkan mereka.


"Sayang, itu apa?"


Nara menggeleng, menyembunyikan paper bagnya di belakangnya.


"Aku mau lihat." Arka makin penasaran dengan isinya. Apalagi wajah Nara sudah memerah begitu. Pasti isinya sesuatu yang penting.


"Ti-tidak, Mas. Ini gorden jendela." Alasan Nara. "Aku buatkan teh ya."


Nara mengalihkan pembicaraan, agar Arka lupa dengan isi paper bag itu.

__ADS_1


Arka mengangguk, ia belum meminum teh buatan Nara.


Melihat Nara berjalan mendahuluinya. Arka tersenyum dan merampas paper bag yang dibawa Nara.


"Mas Arka... Kembalikan!" Pekik Nara yang gelagapan. Bagaimana jika Arka melihat pakaian penggoda iman itu.


"Aku cuma mau lihat." Arka berlari ke kamar. Ia akan membuka di kamar saja.


"Mas, kembalikan." Pinta Nara yang ikut masuk ke kamar.


Arka tidak peduli dan mengeluarkan isi dari paper bag. Dan...


"Wow..." Arka tersenyum melihat pakaian tembus pandang tersebut. "Kamu mau menggodaku."


"Itu Mommy yang beli." Sanggah Nara.


"Masa?" Arka tidak percaya.


"Tadikan Lihat sendiri Mommy memberikan itu, Mas."


"Pakailah kalau begitu." Pinta Arka. Ia ingin melihat Nara memakai itu.


"Mas Arka, ihh. Aku nggak mau." Tolak Nara. Pakaian itu terlalu terbuka.


"Kenapa? Apa karena terlalu banyak rongga udaranya, kamu takut masuk angin ya." Tebak Arka dengan wajah yang makin menyebalkan bagi Nara.


"Mommy ada-ada saja membeli pakaian seperti ini." Nara mengambil pakaian dari tangan Arka. Dan menyimpannya dalam lemari.


"Nggak mau, Mas." Tolaknya.


"Nggak nurut sama suami, dosa loh." Arka menakuti istrinya. "Sudah tadi kamu pergi, nggak bilang sama aku."


Nara melihat Arka dengan wajah kesal. Ia membuka lemari dan mengambil lingerie itu. Lalu menuju ke kamar mandi.


'Yes!!! Mommy tahu saja!'


Arka mondar-mandir. Sudah sejam, Nara belum keluar juga dari kamar mandi itu. Apa istrinya pingsan?


"Sayang..." Panggil Arka.


Tak ada sahutan, Arka pun mengetuk pintu kamar mandi.


Pintu pun terbuka perlahan. Mata Arka melebar melihat istrinya berdiri di hadapannya. Pakaian itu membuat lekuk tubuh Nara tercetak jelas.


"Ihh... Lihatnya jangan begitu!" Nara sangat malu. Ia pun menutup mata Arka.


"Sayang, kenapa masih malu?" Arka meraih tangan Nara dari matanya. "Kamu sangat seksi, sayang" Bisik Arka di telinga Nara. Ia sengaja menghembuskan nafasnya perlahan.


Nara mengusap telinganya yang mendadak geli.


"Mas Arka!!!" Nara kaget, Arka mengangkat tubuhnya, membuatnya repleks melingkarkan tangan di leher pria itu.


"Aku merindukanmu." Ungkap Arka jujur. Pulang dari kantor tak melihat Nara, rasanya seperti ada yang kurang. Ia jadi uring-uringan tidak jelas.

__ADS_1


"Seberapa rindu Mas Arka padaku?" Tanya Nara memainkan jarinya di dada Arka.


"Akan aku tunjukkan padamu." Arka mengkedipkan matanya dan membawa tubuh Nara ke tempat tidur.


Tak berapa lama...


"Mas Arka... kan dibuka juga. Kenapa tadi aku disuruh pakai?"


"Kan biar ada sensasinya, sayang." Tawa Arka sambil mencampakkan lingerie itu asal.


\=\=\=\=\=\=


Adam mengelus-ngelus kepala putranya yang terlelap di sampingnya. Ia baru pulang dari dinas luar kota.


Adam begitu merindukan putranya yang beberapa hari ini ia tinggalkan. Wajah polos Mario saat tidur, membuat Adam jadi gemas.


'Papa akan membesarkan kamu, Nak. Jadi anak yang baik ya.'


Perceraian Adam dan Yola sudah diproses pengadilan. Dan beberapa minggu lagi, ia secara resmi akan bercerai.


Adam menghembuskan nafasnya kasar. Ini sudah kedua kalinya ia menjalani perceraian. Dengan Nara yang sudah ia nikahi selama 5 tahun. Dan Yola selama setahun lebih.


'Apa kabar Nara?' Batin Adam mengingat Nara.


Mantan istrinya itu sudah menikah. Sudah melepas status janda. Kini, Nara sudah menjadi istri orang. Ya, istri temannya sendiri.


Adam menekan-nekan ponsel mencari sosial media Nara. Ia ingin tahu kabar berita. Tapi, tidak ada. Nara sudah memblokirnya.


Pria itu pun membuka sosial media Arka. Dan tak ada apapun di sana. Arka tak ada memposting apapun.


Adam kembali berpikir, ia ingin tahu bagaimana resepsi pernikahan yang diberikan Arka. Biasa saja, luar biasa, atau apa?


Bagaimana pernikahan Arka dengan jandanya itu?


'Gio!' Adam mengingat adiknya Nara.


Gemuruh nafas Adam naik turun. Melihat beberapa postingan Gio saat pernikahan Nara. Terlihat senyum manis Nara yang tampak bahagia.


'Apa kau bahagia dengannya? Paling juga sebentar lagi, Arka akan meninggalkanmu!' Cibir Adam.


Adam tak suka melihat foto itu. Nara begitu sangat bahagia. Menikah dengan temannya itu. Senyuman itu begitu merekah.


'Dasar wanita gampangan!!!' Maki Adam kembali.


Ya... baru beberapa bulan mereka bercerai, Nara sudah menikah lagi. Wanita itu terlalu mudah menjatuhkan hati. Atau memang Nara wanita yang mudah digoda.


'Kita lihat saja, Nara!!!'


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2