KISAH KASIH NARA

KISAH KASIH NARA
BAB 36 -Mengakhiri Hubungan


__ADS_3

Arka makan malam dengan Mommynya. Ia makan dengan malas, karena pikiran yang berkelana. Kepalanya dipenuhi oleh pikiran Nara dan pengemudi motor.


Jujur Arka sangat penasaran pada pria pengemudi motor tersebut.


Kekasih Nara?


Atau jangan-jangan suami barunya?


Atau mungkin itu mantan suaminya?


Tapi pengemudi motor itu, tampak lebih muda.


Arka mendengus kesal dengan pemikirannya itu. Semua berputar-putar di kepalanya.


Mommy melihat ekspresi putranya yang tampak tidak bersemangat. Ia jadi bertanya-tanya dalam hati. Mungkin ada masalah yang terjadi antara Arka dan Nara.


"Arka!" Panggil Mommy dengan nada lembut. Ia akan bertanya saja, mana tahu bisa memberi saran tentang hubungan percintaan Arka.


Tak ada sahutan, pria itu masih diam dengan pikirannya.


"Arka!!" Mommy kembali memanggil Arka dengan nada yang sedikit kuat.


"Hah? I-iya, Mom." Jawab Arka kaget. Ia tampak bingung, wanita paruh baya melihatnya dengan wajah kesal.


"Kamu kenapa? dari tadi Mommy lihat, kamu melamun terus?!" Tanya Mommy ingin tahu.


"Apa ada masalah di kantor?" Terka Mommy. Mungkin Arka pusing dengan setumpuk pekerjaan di kantor.


Arka menggeleng lemah. "Aku tidak apa-apa, Mom."


"Yakin?" Masih memastikan.


"Iya, Mom." Arka kembali menganggukkan kepala.


"Oh iya, kapan kamu akan melamar Nara?" Tanya Mommy kembali. Sejauh mana perkembangan hubungan putranya.


"Me-melamar?" Tanya Arka dengan wajah bingung. Ia akan melamar Nara? Tidak mungkin!


"Iya... melamar Nara. Kamu bilang akan memberi kejutan saat melamarnya. Bagaimana?" Mommy penasaran dengan kelanjutan hubungan Arka dan Nara.


"Arka... Niat baik itu jangan lama-lama ditunda. Harus diresmikan segera. Kamu jangan kelamaan menduda, segera menikah dengan orang yang mencintaimu dan kamu cintai." Mommy mengelus kepala sang putra.


"Mommy merestui kamu sama Nara. Anaknya baik, sopan dan dia sangat cantik." Mommy meyakinkan Arka kembali.


Mommy berasumsi sendiri, alasan Arka terlalu lama melamar Nara. Pasti karena takut, Mommynya tidak akan merestui Arka menikahi janda.


Bagi Mommy, kebahagian Arka yang terpenting. Jika putranya yakin dengan pilihan hatinya, sebagai seorang ibu, Mommy akan mendukung, merestui bahkan mendoakan yang terbaik bagi mereka.


Arka menggeleng kepala. Mommynya sudah salah paham dan berpikir jauh seperti itu.


"Apa jangan-jangan kamu sudah melamar dan kamu ditolak?" Tebak Mommy, tanpa basa basi. Melihat ekspresi tak semangat Arka, mungkin putranya telah ditolak Nara.


Apa karena putranya duda dadakan?


"Bukan, Mom." Arka berpikir sejenak. Mungkin ini saatnya mengakhiri hubungan dengan Nara. Mengakhiri seperti yang sebelumnya sudah ia rencanakan.

__ADS_1


Wanita itu sudah mempunyai kekasih tah suami. Jika ia masih meminta bantuan Nara untuk berpura-pura menjadi kekasihnya. Jika kekasih atau suami Nara tahu. Arka bisa dianggap orang ketiga dalam hubungan orang lain.


Arka tidak mau itu terjadi. Imagenya saja selalu buruk. Yang playboylah, gonta-ganti pacar.


Yang menduda. Diceraikan istri karena terlalu banyak simpanan di mana-mana.


Terus sekarang apa lagi gosip yang akan beredar?


Orang ketiga? Pebinor?


Arka menggeleng menghempas itu semua.


"Hubungan aku dan Nara sudah berakhir, Mom." Tegas Arka. Ia tak akan membohongi Mommynya lagi.


"Apa? Berakhir?" Mommy kembali memastikan. Ia tidak percaya, hubungan mereka berakhir begitu saja.


"Kenapa, Nak?" Mommy ingin tahu.


Apa alasan hubungan mereka berakhir?


"Intinya kami tidak bisa menjalin hubungan lagi, Mom." Arka berucap sambil menganggukkan kepala.


"Arka-"


"Sudahlah, Mom. Tidak usah dibahas lagi! Aku dan Nara tidak akan mungkin bersama!" Arka berwajah lemah. Seolah ia ikhlas dengan perpisahan mereka.


Mommy melihat putranya dengan ekspresi kasihan.


'Kenapa mereka bisa putus? aku harus mencari tahu? kasihan Arka... pasti dia sangat sedih."


Yang Mommy tahu, Arka tampak sangat mencintai Nara. Sampai berniat melamar wanita itu, pasti karena rasa cintanya yang mendalam.


Jadi... tak mungkin putranya yang mengakhiri hubungan itu.


Pasti Nara yang mengakhiri. Tapi, apa alasannya?


Apa Nara minder dengan statusnya?


'Memang kenapa kalau janda? Apa janda tidak berhak bahagia?!!'


\=\=\=\=\=\=


"Nara, nanti ini tolong kamu pindahkan ke sini..." Arka memberitahukan apa yang harus dikerjakan Nara.


"Kamu mengerti?" Tanya Arka menatap Nara sesaat yang menganggukkan kepala.


Benar apa yang pernah Sam katakan. Wanita satu ini, jika lagi bergerak rambut ekor kudanya akan bergoyang-goyang. Membuat Nara terlihat imut dan menggemaskan.


'Janda menggemaskan!' Arka membatin, kenapa dia baru menyadari pesona sekretarisnya ini.


'Sadarlah, Arka!!!' Arka menghempas pikiran itu. Nara sudah mempunyai kekasih tah suami.


Arka pun segera mengalihkan tatapannya. Menatap wanita itu terus sungguh meresahkan.


Arka berdehem sesaat. Ternyata dari tadi ada yang memperhatikan mereka.

__ADS_1


Siapa lagi jika bukan asistennya yang menyebalkan. Arka menatap Sam, membuat asistennya itu menormalkan wajahnya, yang dari tadi senyum melihat keduanya.


"Sam, nanti kamu bantu Nara." Pinta Arka berusaha untuk tenang.


"Siap, Pak." Jawab Sam segera.


Setelah selesai, Sam segera keluar dari ruangan Arka. Ponselnya berdering. Itu panggilan penting, jadi ia mencari tempat yang pas untuk menjawabnya.


Tak boleh ada yang mendengar percakapannya.


"Halo, Bu." Sapa Sam, saat berada di tangga.


"Bagaimana?" Tanya seorang wanita dari seberang sana.


"Sepertinya mereka tidak ada masalah. Mereka baik-baik saja, Bu." Jawab Sam yang biasa saja melihat interaksi keduanya.


"Halo..." Ucap Sam karena tak mendengar kembali jawaban.


Ternyata, wanita paruh baya itu telah mengakhiri panggilan.


Sam akan kembali ke meja Nara, untuk melihat pekerjaan wanita itu. Saat akan melewati lift. Tiba-tiba lift terbuka dan memperlihatkan seseorang.


"I-ibu."Sam menundukkan kepala sejenak, melihat ibu atasannya sudah berada di kantor saja.


"Mana Arka?" Tanya Mommy.


"Di-di ruangannya, Bu." Jawab Sam menunjukkan ruangan Arka.


Mommy berjalan menuju ruangan Arka. Ia melihat Nara di meja kerjanya.


"Nara!" Panggil Mommy dengan suara lembut. Senangnya melihat calon menantunya itu.


Nara menoleh ke arah suara. Dan kaget melihat ibu atasannya itu berada di kantor.


Wanita itu bingung, kenapa ibu atasannya itu berada di kantor?


"Se-selamat siang Bu, Tan."Ucap Nara tak yakin. Ia mau memanggil Ibu atau Tante. Mengingat ada Sam di antara mereka.


"Apa kabar kamu, Nak?" Mommy tak memperdulikan panggilan dari Nara. Mau ibu, mau tante atau yang lainnya terserah.


"Ba-baik, Nara-"


Belum selesai Nara bicara, Mommy memeluk calon menantunya itu. Rasanya Mommy tak mau Arka dan Nara berpisah. Ia sudah menyayangi dan menerima Nara dengan lapang dada.


"Nara... Apa kamu sudah menyelesaikan-?" Tanya Arka yang keluar dari ruangan. Ia berjalan ke meja Nara untuk meminta dokumennya.


Arka terdiam sesaat, melihat paruh baya yang ada di sana.


"Mom-mom-Mommy!!!"


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2