KISAH KASIH NARA

KISAH KASIH NARA
BAB 111 - Kembar Tiga


__ADS_3

"Miko, Lala... Oom tampan datang." Ucap Gio dengan suara bahagia memasuki rumah Arka. Ia langsung menciumi ponakan-ponakannya tersebut yang berada di ruang santai.


"Dek, suaramu itu!" Nara menggeleng. Suara Gio membuat kedua buah hatinya kaget.


Gio jadi tersenyum malu. Ia sangat bersemangat bertemu dengan keponakan kembarnya.


"Sudah sana. Mas Arka sudah menunggu di ruang kerja." Ucap Nara memberitahu.


"Nanti sajalah. Aku masih kangen sama Miko dan Lala." Gio bermain-main dengan bayi mungil tersebut. Ia menutup mata lalu membukanya kembali. Membuat kedua bayi itu tertawa.


"Gio!"


"Aku akan pergi." Ucap Gio mendengar suara bariton tersebut. Sebelum bangkit, ia menyempatkan menciumi pipi ponakan kembarnya. Lalu menghampiri pria yang memasang wajah menyebalkan.


Nara menolak Arka untuk mengambil cuti melahirkan. Hingga akhirnya Arka merubah rencana. Sudah beberapa bulan ini, Arka memilih bekerja dari rumah saja. Dengan begitu, pria itu tidak terlalu lama berpisah dari istri dan anaknya. Dan istrinya tidak mengatakan kalau dia pengangguran. Padahal jika ia di rumah pun, uang akan tetap mengalir juga.


Setiap hari kerja. Sam dan Gio akan datang ke rumah Arka, untuk membahas tentang pekerjaan. Arka tetap mengawasi kinerja perusahaan selama ia tidak berada di sana. Menghindari oknum-oknum yang berkedok karyawan.


"Sayang, apa Miko dan Lala sudah tidur?" Tanya Arka setelah selesai dengan pekerjaannya.


"Sudah, Mas."


"Kamu sudah makan?" Tanya Arka sambil menepikan rambut istrinya. Nara sangat sibuk merawat anak kembar mereka. Ia tidak ingin istrinya kelelahan dan lupa makan.


Nara menganggukkan kepala. Arka selalu mengingatkannya. Jika sudah bersama buah hatinya, ia sering lupa makan.


"Mas Arka... aku belum makan!"


Arka dan Nara menoleh ke arah suara. Mereka melupakan masih ada orang di dekat mereka.


"Kamu belum makan ya, sayang? Ya sudah, biar Mas suapi."


"Ihh... Mas Arka perhatian banget. I love you full."


"I love you juga, Nara."


"Sam!"


"Gio!"


Kompak Arka dan Nara memanggil kedua pria yang menyebalkan itu.


"Pak Sam... ayo kita cabut!!!" Ajak Gio sambil terkekeh. Ia sangat senang menggoda pasangan bucin itu.


\=\=\=\=\=\=


"Papa dan Mamanya ayo dekat sedikit dan jangan lupa senyumnya." Intruksi fotografer.


Arka dan Nara sedang membuat foto keluarga dengan kedua buah hati mereka. Mereka berfoto sambil memangku anak-anak mereka.


Arka memangku Miko dan Nara memangku Lala.


"Pa-pa, Ma-ma." Eja Miko memanggil kedua orang tuanya.


"Iya, Nak. Kita foto dulu ya." Arka membenarkan posisi putranya kembali.


Setelah Miko anteng, kini Lala pula yang menangis.

__ADS_1


"Aduh... sayang Mama, kok nangis?" Nara memeluk putrinya.


Sang juru foto menghela nafas, tak selesai-selesai ia memfoto keluarga ini. Ia pun menyuruh sang asisten untuk melucu. Mengalihkan tatapan si bocah.


Miko dan Lala tertawa polos melihat pemandangan lucu di depanya. Bukan hanya anak-anak mereka, bahkan Arka dan Nara ikut tersenyum.


Jepret


Jepret


Jepret


Momen bahagia itu segera diabadikan sang fotografer. Keluarga kecil itu terlihat sangat bahagia. Dipenuhi cinta dan kasih sayang.


Setelah sesi pemotretan selesai, mereka pulang ke rumah.


"Cucu-cucu Oma sudah pulang."


Bocah-bocah tersebut tertatih berjalan menghampiri sang Oma. Begitu dekat, Mommy memeluk gemas kedua cucu kesayangannya itu. Semenjak Nara melahirkan, rumahnya begitu ramai.


\=\=\=\=\=\=


"Mas Arka!!!" Pekik Nara dari dalam kamar mandi.


Arka yang masih tidur, tersentak bangun. Ia segera berlari masuk ke kamar mandi.


"Sayang, ada apa?" Arka berwajah takut dan khawatir.


"Mas Arka..." Ucap Nara lirih menunjukkan sesuatu.


Mata Arka terbelalak melihat sebuah alat bergaris dua. Alat pendeteksi kehamilan.


"Sepertinya iya, Mas. Ayo kita ke dokter memeriksanya." Nara begitu sangat bahagia. Ia sudah mengecek sampai 3 kali. Dan selalu bergaris dua. Berarti ia hamil.


"Ta-tapi, sayang..." Wajah Arka mendadak panik.


"Maaf, Mas. Aku lupa minum obatnya." Nara pun cengir. Ia lupa meminum obat pencegah kehamilan.


Arka menggaruk kepala. Ia bukan tidak senang memiliki anak. Sangat senang sekali. Tapi... memikirkan Nara melahirkan anak itu, yang membuat jantung Arka berdetak kencang. Ia akan masuk ke ruang persalinan itu lagi.


Ruang persalinan membuatnya melihat Nara kesakitan lagi. Bahkan Arka masih ingat jelas, rasanya kakinya yang gemetaran. Rasa ingin pingsan.


Arka sudah bersyukur Nara melahirkan anak kembar. Bukannya ia tidak mau memiliki anak lagi. Tapi, ia kasihan melihat Nara yang berjuang sekuat tenaga untuk melahirkan anak-anak mereka.


Makanya Arka beralasan karena usia anaknya yang masih kecil, yang masih membutuhkan kasih sayang full dari mereka. Nara jadi meminum pil pencegah kehamilan. Dan kini alasan istrinya lupa minum. Padahal Arka yakin, Nara memang sangat ingin menambah anak lagi.


Di rumah sakit, dokter memeriksa kondisi Nara. Arka menemani sang istri tercinta. Anak-anak mereka tinggal bersama Omanya di rumah.


'Moga tidak hamil. Semoga alat itu salah.' Arka membatin. Ia berharap alat pendeteksi itu salah.


"Pak Arka, Anda akan..."


\=\=\=\=\=\=


"Miko, Lala... Mama pulang." Nara segera berlari memeluk anak-anaknya yang sedang bermain bersama Omanya.


"Nara, bagaimana?" Tanya Mommy penasaran. Wajah Nara sangat bahagia. Tapi, wajah putranya tanla ekspresi.

__ADS_1


"Mom... Cucu Oma akan nambah lagi!" Nara memberitahu.


Mommy menutup mulutnya tak percaya. "Serius, Nak?"


Nara mengangguk. "Iya, Mom. Lihat ini cucu-cucu Mommy."


Wanita paruh baya itu gemetaran memegang foto USG yang diberikan menantunya.


"Nara, cucu Mommy akan nambah 3?!"


Mommy begitu terharu, ia memeluk menantunya yang sudah berlinang air mata.


Berbeda dengan Arka. Pria itu tanpa ekspresi melihat drama kedua wanita tersebut. Nara, istrinya sedang hamil anak kembar 3. Arka bingung harus senang atau sedih.


Miko dan Lala akan punya adik lagi. Nara hamil anak kembar 3. Jadi anaknya akan 5 orang.


Arka bukan sedih, karena tidak bisa membesarkan mereka semua. Tapi... memikirkan bagaimana Nara melahirkan anak mereka langsung 3. Pria itu memijat pelipisnya. Tak sanggup memikirkan berada di ruang persalinan lagi.


"Arka... kamu kok diam saja. Apa nggak senang punya anak lagi?" Mommy menyadarkan Arka yang sedang melamun.


"Hah? Senang kok, Mom." Jawab Arka dengan senyum terpaksa. Pikirannya masih memikirkan istrinya di ruang persalinan.


"Mas Arka... jangan khawatir." Nara menggenggam tangan suaminya. Ia sedikit mengerti kekhawatiran suaminya. "Aku wanita kuat."


Arka menghembus nafasanya kasar. "Aku akan selalu di sisimu dan mendukungmu."


Pria itu mengangguk dan meyakinkan hatinya. Anak kembar 3-nya sudah berproses di perut Nara. Masa mau digugurkan. Sebagai seorang Papa siaga, ia harus menerima dengan lapang dada. Anak-anaknya adalah anugerah terindah.


Arka melihat sendu, Nara yang begitu sangat bahagia. Wajah Nara tidak bisa menyembunyikan perasaan bahagia di dalam hatinya.


Nara pernah berada di dalam penantian. Menantikan dianugerahi buah hati yang tak kunjung datang. Dan kini, begitu ia dianugerahi buah hati kembali. Nara sangat senang menerimanya.


"Sayang, selamat ya."


"Terima kasih, Mas Arka." Nara menatap lembut, tatapan sang suami yang penuh cinta itu.


Arka mengelus perut Nara. " Halo anak-anak-anak Papa?" Sapa Arka.


Nara tersenyum geli. Karena kembar 3, Arka jadi memanggilnya anak-anak-anak.


"Papa menanti kehadiran kalian. Sehat-sehat kalian di sana ya."


Nara mengangguk pelan. Air matanya berlinang. Ia begitu sangat bahagia. Memiliki keluarga kecil bersama Arka. Bersama pria yang begitu sangat mencintai dan dicintainya. Pria yang bersedia menerima apa adanya dirinya.


'Aku sangat mencintaimu, Mas Arka...'


\=\=\= Tamat \=\=\=


.


.


.


Terima kasih sudah mengikuti kisah cinta Arka dan Nara.


Terima kasih untuk semuanya. Untuk semua dukungannya.

__ADS_1


Mohon maaf juga, untuk segala kekurangan di novel ini πŸ™ maklumi ya authornya masih belajarπŸ˜πŸ˜„πŸ˜


Tetap ikuti kisah kasih lainnya yaπŸ€—πŸ€—πŸ€—


__ADS_2