KISAH KASIH NARA

KISAH KASIH NARA
BAB 105 - Kemping


__ADS_3

"Yola... Sudahlah. Jangan mengangguku terus." Bentak Adam yang sungguh letih melihat Yola. Selalu datang ke rumah untuk meminta Mario kembali. Padahal sudah jelas hak asuh ada padanya.


"Aku tidak menganggumu. Aku hanya menginginkan Mario. Setelah kau menyerahkan Mario, aku akan pergi jauh."


Adam mencekam kerah baju Yola. "Cukup, jangan membuatku makin muak. Kau hanya bisa bertemu Mario sebulan sekali. Bukan setiap hari seperti ini." Adam merasa sangat terganggu dengan kedatangan Yola.


"Tidak!!!" Pekik Yola tidak terima. Masa untuk bertemu anaknya ia dilarang dan dijatah seperti itu.


"Berikan dia padaku. Kau bisa memiliki anak dari wanita lain. Atau kau bisa kembali pada Nara. Dia kan tidak mandul!!!"


Plak


Tangan Adam melayang di pipi Yola. Ia sangat tidak suka wanita itu membahas mantan istrinya.


"Kau!!! Kembalikan anakku!!!" Yola menahan Adam.


"Cukup, Yola!!! Pergi sekarang!!!" Pria itu menepis tangan Yola.


Yola kembali menangis histeris di depan rumah tersebut. Melihat Adam sudah pergi dan tidak memperdulikannya lagi.


"Heh... Diamlah. Apa kau tidak bisa sehari tidak kemari?"


Setelah Adam pergi, wanita itu melihat Bily yang menghampirinya.


"Masuklah!!!" Ajak pria itu. Ia merasa kasihan melihat mantan kakak iparnya itu. Bagaimana pun tidak ada ibu yang mau dipisahkan dari anaknya.


"Mario!!!" Setelah masuk rumah, Yola langsung berlari menghampiri bocah tersebut. Ia pun memeluk dengan erat.


Keluarga Adam mengizinkan Yola bertemu dengan anaknya. Karena Adam sedang di luar. Jika ada Adam, akan berabe urusannya.


Kini Yola sedang menyuapi putranya makan. Mario makan dengan sangat lahap.


"Ma-ma Mama." Itu kata yang selalu keluar dari bocah kecil tersebut.


Mama menatap sendu. Pasti cucunya juga merindukan Yola. Meskipun Yola bukan wanita baik, tapi wanita itu tetap ibunya Mario.


"Yola, Mario masih kecil, ia membutuhkan kasih sayang. Bukan hanya dari Adam tapi dari kamu juga. Kenapa kalian tidak rujuk saja? Kasihan Mario." Saran Mama.


Yola hanya diam memandangi putranya yang makan dengan lahap, sambil bermain mobil-mobilan.


"Maaf, Bu. Aku tidak bisa kembali dengan Adam. Aku hanya ingin Mario bersamaku saja." Yola tak mau kembali pada Adam. Bagaimana pun menikahi Adam adalah kesalahan terbesarnya.


"Yola, pikirkan anak kamu. Mau sampai kapan kalian begini? Kamu dan Adam pernah menikah karena Mario, bukan? Nara sudah bahagia sekarang. Saya rasa Nara akan merestui kalian." Jelas Mama meyakinkan. Wanita paruh baya itu sudah tahu, jika Adam selalu mendatangi rumah Arka bahkan ke kantornya.

__ADS_1


Menurut Mama, jika Adam kembali pada Yola. Pasti putranya itu tidak akan menggangu pernikahan Nara lagi, bukan.


Yola hanya diam mendengar saran wanita paruh baya tersebut.


\=\=\=\=\=\=


"Mas, ini." Nara akan menyuapi suami tercintanya makan. Dan Arka membuka mulutnya. Saat makanan itu mulai dekat, Nara menjauhkannya.


"Sayang..." Arka cemberut melihat wajah istrinya yang begitu bahagia mengerjai dirinya.


"Cup cup cup... ini ini." Nara pun kembali menyuapi. "Gimana?"


Arka mengangkat jempolnya. "Ini sangat enak. Kamu harus makan juga. Anak-anak kita pasti suka."


Keduanya saling menyuapi, hingga melupakan orang yang berada di depan mereka.


'Dasar bucin!!!' Cibir Mommy sambil menggelengkan kepala. Nggak Arka, nggak Nara. Keduanya sama saja. Sama-sama bucin akut.


"Sayang, bentar ya aku angkat telepon dulu." Arka mengelus kepala Nara saat ponselnya berdering.


"Halo..." Jawab Arka setelah menjauh dari meja makan.


"Arka..."


"Ceraikan Nara. Atau kau akan menyesal. Dia tidak pantas untukmu. Dia wanita tidak baik-"


Arka segera mengakhiri obrolan tersebut. Lagi-lagi Adam masih berusaha memisahkan mereka.


"Mas, ayo... Kita makan lagi." Panggil Nara karena melihat suaminya sudah tidak menelepon lagi.


Arka tersenyum dan berjalan kembali ke meja makan.


'Apa kami pindah saja?!' Arka ingat, security sering menyampaikan jika setiap pagi Adam selalu memaksa masuk ke area perumahan.


Rasanya ia sangat tidak nyaman. Belum lagi, Adam yang masih meneleponnya dengan nomor yang berbeda-beda.


"Mas... kok jadi melamun? Makan lagi."


Arka tersadar karena Nara menyenggol lengannya.


'Kenapa kami yang harus pindah?!'


"Sayang, hari ini aku libur saja ya. Aku ingin kemping dengan anak-anak kita." Bujuk Arka dengan sengaja memasang wajah memelas.

__ADS_1


Nara jadi geli sendiri. "Mas, harus ke kantor."


Arka menggeleng. Ia tidak mau ke mana-mana. Ia hanya ingin bersama Nara.


"Ya, sayang. Kita kemping. Aku ingin kemping sama kamu-"


"Arka... Kamu yang benar saja. Nara sedang hamil, mau kamu suruh mendaki gunung?!" Mommy memarahi putranya yang mengada-ngada.


"Emang kalau kemping mesti ke gunung, Mom?" Tanya Arka.


"Jadi...?"


Tak lama...


"Gimana? Kamu suka kempingnya?" Tanya Arka dengan wajah bahagia.


Nara hanya mampu menghela nafas. Arka mendirikan tenda di taman belakang rumah mereka. Lengkap dengan tikar yang di atasnya tersedia berbagai makanan. Selain itu Arka juga membuat api unggun.


"Nara, ayo duduk di sini samping Mas Arka yang tampan." Arka menepuk-nepuk tikar di sampingnya.


Nara tak bisa menolak. Arka begitu sangat bahagia. Mau tak mau Nara pun mendudukkan diri di samping suaminya.


"Pelan-pelan, sayang." Arka membantu istrinya untuk duduk di sampingnya. Perhatian itu membuat Nara tersenyum.


"Kalian ngapain?" Tanya Mommy melihat anak dan menantunya di taman belakang. "Kalian lagi main rumah-rumahan?"


\=\=\=\=\=\=\=


Di tempat lain, Adam mendengus kesal. Arka menolak panggilannya lagi. Arka benar-benar ingin tetap bersama Nara. Meski mulutnya sudah berbusa menyuruhnya menceraikan Nara.


'Kalau aku tidak bisa bahagia, kau pun tidak boleh Nara...'


Selama mobil melaju, pikiran Adam dipenuhi ambisi yang menggebu, untuk memisahkan Nara dan Arka. Mereka tidak boleh hidup bahagia bersama.


Adam kembali memijat pelipisnya. Ia kembali mengingat ucapan sang Mama, yang menyuruhnya untuk tidak menganggu Nara lagi.


Pria itu menggeleng, ia tidak rela melakukan itu. Ia terus melajukan mobil dengan kencang. Saat tersadar, lampu hijau yang menyala sudah berubah jadi merah. Hingga, Adam mengerem mendadak. Dan...


Cit....!!!


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2