
Adam sampai di rumah, ia turun dari mobil dan bergegas memasuki rumah.
"Mario... Papa pulang, Nak." Adam tersenyum menghampiri balita laki-laki berusia 10 bulan.
Pria itu langsung menggendong sang putra. Rasa letihnya seharian di kantor mendadak sirna melihat wajah Mario.
Adam menciumi pipi balita yang sangat menggemaskan itu.
"Yola mana?" Tanya Adam pada baby sister yang merawat Mario.
"Tadi ibu pergi." Jawabnya.
Adam mengangguk mengerti. Yola selalu keluar rumah, alasannya ia butuh waktu untuk dirinya sendiri.
Semenjak Yola resmi menjadi istrinya. Adam menuruti semua kemauan wanita itu. Yola selalu mengeluh, hingga mereka memakai jasa ART dan Baby sister.
Adam menuruti Yola, karena kasihan jika Yola mengerjakan semuanya. Mengurus rumah lalu merawat anak.
Tapi semenjak ada ART dan babysister, Yola malah sering keluar rumah. Mario lebih banyak bersama baby sister daripada Mamanya.
"Mas Adam, sudah pulang?!" Yola masuk ke kamar, ia mencium Mario sejenak. Lalu menkecup pipi Adam.
"Kamu dari mana?" Tanya Adam yang masih nyaman menggendong buah hatinya.
"Shoping, buat ngilangi suntuk Mas." Jawab Yola sambil mengeluarkan barang yang dibelinya.
"Kenapa beli tas lagi? tas kamu sudah banyak, lho." Adam mengingatkan Yola akan koleksi tas-tasnya dalam lemari.
"Ini keluaran terbaru, Mas." Yola memamerkan koleksi terbarunya. "Bagus, kan?!"
"Sayang, kamu mau tas yang mana?" Tanya Adam membawa Nara ke sebuah toko tas di dalam Mall.
"Nggak usah, Mas. Ini masih ada." Nara menunjuk tas yang dipakainya.
"Kamu pilih saja. Jadi bisa ganti-ganti." Tawar Adam. Setiap pergi Nara hanya memakai tas itu-itu saja. Hanya itu pula tas yang istrinya punya.
"Ini saja, Mas. Masih bagus." Tetap Nara menolak.
"Tapi-"
"Yang penting isi dalam tasnya, Mas. Banyak uangnya nih." Bisik Nara yang membuat Adam jadi tertawa.
Adam menggeleng mengingat mantan istrinya. Nara dan Yola, kedua wanita itu sangat berbeda. Nara yang sederhana dan Yola yang banyak maunya.
__ADS_1
"Yol, Mario haus." Adam akan memberikan putranya pada Yola.
"Aduh, Mas. Aku mau mandi. Panggil saja baby sisternya untuk buatkan susu." Tolak Yola tak mau menggendong putranya.
"Mario harus diberi Asi."
"Dia sukanya susu formula. Sebentarlah biar kusuruh buatkan." Yola bergegas keluar kamar, untuk meminta baby sister membuatkan susu untuk anaknya.
Adam menghela nafas panjang. Sejak Mario lahir, Yola tidak pernah memberikan Asi. Wanita itu lebih memilih memberi susu formula.
Alasannya Mario yang menolak diberi Asi. Padahal Yola yang memang tak mau menyusui anaknya.
"Mas, ini susunya." Yola kembali membawa botol susu.
Adam memberikan susu pada Mario. Balita itu minum dengan lahap.
"Mas, uangku sudah habis." Yola memberitahu. Uang bulanan sudah habis untuk membeli tas-tasnya.
"Tunggu gajian." Sahut Adam masih menatap sang putra.
"Mas, gajian lama lagi lho. Buat makan sehari-hari nanti gimana?" Yola berwajah cemberut. Gajian masih 2 mingguan lagi. Mau makan apa mereka selama itu.
"Aku nggak punya uang lagi." Jawab Adam. Selama ini ia sudah memberikan Yola lebih dari cukup.
Adam itu tipe pria yang memegang uang sendiri. Dan tak pernah memberitahukan berapa gajinya.
Cicilan rumah, listrik, air, keamanan bahkan pekerja Adam yang membayar. Uang bulanan yang diberikan pada Yola itu khusus untuk kebutuhan mereka saja.
"Kamu kurangi membeli barang-barang yang tidak terlalu dibutuhkan." Adam tak masalah Yola membeli apapun, tapi jika tak dipakai dan hanya jadi pajangan untuk apa juga dibeli.
"Tidak dibutuhkan? Mas, aku butuh tas-tas itu." Yola tak terima ucapan Adam. Selama ini ia merasa membeli barang yang dibutuhkannya.
Yola sebenarnya hanya mengikuti gengsinya. Tas yang dibelinya hanya sekali saja dipakainya. Setelah itu Yola menganggap tasnya sudah ketinggalan zaman. Lalu membeli tas keluaran terbaru. Meskipun barang kw, harganya cukup lumayan mahal.
"Kamu pakai tas itu semua." Tunjuk Adam pada lemari berisi tas Yola.
"Itu semua sudah ketinggalan zaman. Sudah model lama. Belum sempat aku buang saja."
Ucapan Yola membuat ubun-ubun Adam terasa panas. Istrinya itu mau membuang tas yang sebulan tah dua bulan yang lalu baru dibeli.
Apa itu bukan pemborosan namanya?
"Kalau kamu masih beli tas lagi, bulan depan aku kurangi bulanan kamu." Adam tak akan menuruti Yola lagi.
__ADS_1
"Mas Adam, apa sih?" Pekik Yola tak terima. Adam sangat perhitungan jadi suami.
"Tolong hemat Yol. Kita juga harus pikirkan biaya pendidikan untuk Mario."
Dulu Adam dapat mengatur semua keuangannya. Bulanan Nara, bulanan istri kedua, mengirimi Mamanya juga, membayar rumah dan yang lainnya. Bahkan ia masih bisa menabung juga.
Tapi sekarang, hampir seluruh gajinya habis. Bahkan sekarang ia sudah tidak pernah mengirimi Mamanya lagi. Semenjak perceraian itu, keluarganya mulai menjauh darinya.
Gaji Adam habis untuk kebutuhan rumah. Uang yang ditabungnya, terpaksa dipakai karena Yola kehabisan uang bulanan. Padahal gajian masih lama lagi.
Awalnya Adam wajar, mungkin kebutuhan anaknya memang banyak. Tapi lama-lama Adam mulai tahu, Yola menghabiskan uangnya untuk membeli kegengsiannya.
"Makanya Mas, ATM gaji biar aku saja yang pegang." Yola mengulurkan tangannya.
"Aku menafkahi kamu dan Mario lebih dari cukup."
"Kurang, Mas. Yang kamu berikan hanya cukup untuk kebutuhan Mario. Sementara untuk aku kurang. Tas yang aku beli itu kw-nya lho, Mas. Padahal aku sangat ingin memiliki yang asli." Yola mencurahkan kekesalannya. Ia ingin membeli tas asli, tapi karena dananya kurang jadilah tas kw.
"Kamu bisa siasati, Yol. Kumpuli uangnya lalu beli yang asli. Dari pada sebulan 4x beli tas kw." Saran Adam. Untuk apa juga banyak-banyak tas.
"Cuma dapat 1, Mas.. Apa kata teman-temanku, setiap ketemu tasku itu-itu saja."
Itulah yang membuat Yola hanya sekali saja memakai tasnya. Ia takut ketahuan tas kw-nya. Bisa ledeki teman-temannya.
Adam mengusap wajahnya. Entahlah, ia bingung melihat Yola.
"Kalau begitu, kamu nggak usah sering-sering keluar rumah." Adam ingin Yola fokus di rumah. Merawat Mario saja.
"Aku bisa bosan, Mas." Yola merasa berat merawat Mario, makanya menyuruh Adam memakai baby sister.
"Kamu hanya perlu merawat Mario saja. Jadi kita tak perlu memakai baby sister lagi. Mario membutuhkan kasih sayang dari kamu, ibu kandungnya."
Semenjak ada baby sister. Yola menyerahkan sang anak sepenuhnya dirawat baby sister. Yola hanya sekali-kali saja menggendongnya.
"Mas, jangan pelitlah. Apa sudah nggak sanggup bayar baby sister lagi?" Tanya Yola serius. Apa Adam sudah tidak bekerja lagi?
"Mulai bulan depan. Kita hanya akan pakai ART saja. Uang bulanan akan aku berikan seminggu sekali." Tegas Adam yang ingin Yola berubah.
"Mas!!!"
.
.
__ADS_1
.