KISAH KASIH NARA

KISAH KASIH NARA
BAB 92 - Bertemu Mario


__ADS_3

Yola berada di sebuah kafe. Ia menunggu seseorang sambil mengetuk tangannya pelan di meja. Orang yang ditunggu itu terlambat datang.


Mata Yola pun melihat-lihat sekitarnya dan terdiam saat melihat ke arah pintu masuk. Ia segera berdiri, saat melihat seorang pria menggendong bocah laki-laki.


'Kenapa mereka sangat mirip!!!' Batin Yola melihat Ayah dan anak tersebut.


"Mario, sayang" Ucap Yola saat menghampiri sang anak. Ia menggendong Mario. Lalu menciumi putra kecil yang sudah lama tidak bertemu.


Setelah perceraian mereka, Adam pun mendapatkan hak asuh penuh atas Mario. Dan itu membuat Yola sangat frustasi. Ia hanya bisa bertemu dengan putranya, jika diizinkan dan didampingi mantan suaminya itu. Itu sangat tidak adil. Padahal ia adalah ibu dari anak tersebut.


"Apa kabar anak Mama sayang?" Yola memeluk erat putranya yang begitu sangat dirindukannya. Tak henti-hentinya ia menkecupi wajah Mario.


Adam yang duduk di depan mereka. Hanya melihat datar interaksi Yola dengan putranya. Memakluminya saja.


"Mario, Mama bawa mainan dan pakaian untuk kamu." Yola membuka bungkusan yang dibawanya.


Yola bermain dengan putranya. Ia harus memanfaatkan waktu yang ada. Karena Adam hanya memberikannya waktu satu jam. Untuk bersama Mario. Dan tak tahu tah kapan lagi, Adam akan membiarkannya bertemu dengan putranya itu.


Yola memegang tangan mungil dan menatap sendu sang anak. Mario kini makin menggemaskan. Bocah kecil itu makin gembul. Sepertinya Adam merawat Mario dengan sangat baik. Tidak seperti saat bersamanya kala itu, Mario sangat kurus. Karena ia hanya sibuk dengan teman-temannya dan selingkuhannya.


Kini Yola menyesal dan menyadari satu hal. Bahwa dipisahkan dengan putra kandungnya, begitu sangat menyakitkan. Ia tidak tenang karena selalu merindukan putranya yang kini sulit untuk dipeluknya.


"Aku bertemu dia." Yola pun memulai obrolan sambil menyuapi putranya makan. Ia harus mengatakan pada mantan suaminya tentang mantan istri Adam.


Adam tak mau merespon. Masih sibuk dengan ponselnya. Melihat-lihat foto-foto menggemaskan Mario.


"Aku bertemu dengan Nara. Mantan istrimu itu." Ucap Yola kembali memberitahu.


Tatapan Adam yang dari ponsel kini beralih ke depannya, mendengar Yola membahas Nara.


"Aku bertemu dia di rumah sakit, ia bersama suami barunya. Ternyata suaminya itu sangat tampan ya." Puji Yola seraya membersihkan mulut Mario yang belepotan. Ia juga sempat melirik ekspresi Adam yang mulai tak senang dengan perkataannya.


Adam mulai kepikiran. Untuk apa Nara ke rumah sakit. Apa Nara sedang sakit?


"Sepertinya Nara sedang hamil." Sambung Yola kembali.

__ADS_1


Yola melihat pria yang sudah menatapnya tajam. Adam mulai masuk dalam jebakannya.


"Apa yang mau kau katakan?" Tanya Adam sinis. Sepertinya Yola sudah merencanakan sesuatu.


"Aku melihat mereka keluar dari ruangan dokter kandungan. Wajah Nara dan suaminya sangat bahagia. Dengan ekspresi seperti itu, pasti itu sesuatu hal yang sangat membahagiakan, bukan?!" Yola mulai memercikkan api. Ia akan membuat Adam kepanasan.


Adam melihat mantan istrinya itu dengan tatapan tidak senang. Nara sedang hamil? Sepertinya Yola hanya ingin memprovokasinya. Wanita itu sedang mengarang bebas.


"Aku juga mengucapkan selamat padanya. Ternyata wanita itu sedang hamil. Tidak seperti kabar yang beredar selama ini." Yola makin meledek pria di hadapannya. Pria dengan wajah makin memerah menahan amarah.


"Ternyata selama ini, Nara tidak mandul. Itu hanya gosip yang mengada-ngada." Timpal Yola kembali sambil menganggukkan kepala.


"Tutup mulutmu!!!" Ucap Adam meninggikan suaranya.


"Kenapa tanggapanmu seperti itu? seharusnya kau senang, mantan istrimu ternyata tidak mandul. Ia ternyata bisa hamil juga." Yola seolah sedang bersyukur, akan apa yang Nara alami.


"Apa yang kau bicarakan? Jangan berasumsi sendiri, Yola. Mereka mungkin menemui dokter, untuk memeriksa kebenaran ucapanku. Bahwa Nara memang mandul!!!" Adam menyangkal semua perkataan Yola. Sudah jelas, Yola hanya menebak-nebak.


"Yola, apa kau sekarang sedang mengarang cerita?" Adam menggelengkan kepala. Ia mulai menjernihkan pikirannya. Yola sengaja membuat cerita seperti itu. Dan pasti ada hubungannya dengan Mario. Yola pasti ingin ia meragukan putranya.


"Nara itu mandul!!! Hamil? itu mustahil!!!" Meski tadi sempat percaya pada perkataan Yola, kini Adam menampiknya mentah-mentah.


"Ok. Waktumu sudah selesai. Aku akan membawa Mario kembali." Adam bangkit dan akan mengambil putranya. Ia tak mau lagi mendengarkan Yola berdongeng.


Melihat Adam akan meraih Mario, dengan cepat Yola menahannya. "Jangan ambil putraku!"


"Berikan Mario padaku." Adam melepaskan tangan Yola yang memeluk putranya.


"Hentikan!!!" Pekik Yola sangat kesal. "Mario dia putraku. Bukan putramu!!! Ia anak dari pria lain!!!"


Adam jadi tertawa sinis. Yola masih mengarang. Mario bukan putranya, mereka saja bahkan sangat mirip. Siapapun orang yang melihatnya, pasti akan mengatakan jika mereka memang Ayah dan anak.


Adam pun terpaksa mengambil paksa Mario dari Yola. "Mario... Bukan putraku? sebaiknya kau periksa matamu, Yola."


"Adam... Mario itu memang bukan anakmu. Kau bilang Nara mandul, maka dari itu selama 5 tahun pernikahan kalian tidak memiliki anak, kan. Dan aku tidak mengarang cerita kalau Nara sekarang memang sedang hamil. Mantan istrimu memang hamil." Ucap Yola panjang lebar. Ia harus mengambil Mario dari Adam.

__ADS_1


"Adam, apa kau tak menyadari, kemungkinan kau yang mandul?!" Yola tersenyum sinis. Tapi, senyuman itu sirna begitu...


Plak


Tangan Adam mendarat cepat di pipi wanita itu. "Jaga ucapanmu. Dan berhenti memprovokasiku."


"Sadarlah, kau mandul Adam. Dan Mario itu bukan anakmu!" Yola mengatakan dengan tegas, sambil memegangi pipinya yang sudah memerah.


Pengunjung di kafe itu melihat pertengkaran mereka. Tapi, tak ada yang berani ikut campur. Karena sepertinya masalah rumah tangga.


"Kenapa kau membuat rencana hanya seperti ini?! Ingat..." Adam menunjuk kepala Yola.


"Aku tidak akan memberikan Mario padamu. Dan... ini terakhir kali kau bertemu dengan Mario!!!" Adam mentoyor kepala Yola. Senyuman sinis Adam membuat wajah Yola memucat.


Tebakan Adam benar. Wanita itu memang memprovokasinya, hanya untuk mengambil putranya.


Dan parahnya Yola mengarang cerita dengan mengatakan ialah yang mandul. Agar Adam meragukan putranya. Dan memberikan Mario padanya.


"Apa kau mau merawat anak orang lain? Mario itu anakku dari pria lain! Aku berbohong padamu agar anak itu memiliki Ayah." Yola kembali menegaskan perkataannya.


"Pergilah berobat. Sebelum otakmu berpindah tempat!!!" Setelah mengatakan itu, Adam pergi membawa Mario meninggalkan wanita itu. Ia tidak terpengaruh ucapan asal Yola.


Yola meremas tangannya geram. Gagal sudah ia memprovokasi Adam. Gagal juga ia mengambil Mario.


"Adam!!!" Pekik Yola kesal. Air matanya sampai berlinang. Ia sudah kalah dari pria itu.


'Lihat saja!!! Cepat atau lambat, kau sendiri yang akan menyerahkan Mario padaku!!!'


.


.


.


Mario, anaknya siapa ya?🙄🤔

__ADS_1


__ADS_2