KISAH KASIH NARA

KISAH KASIH NARA
BAB 85 - Shoping


__ADS_3

"Mas sudah pulang." Sambut Nara begitu melihat Arka keluar dari mobil. Ia segera menyalami suaminya tersebut.


"Aku merindukanmu, sayang." Arka memeluk Nara sejenak.


"Mas, ayo kita masuk." Ajak Nara malu, jika nanti ada yang melihat.


"Mas, aku sudah buat teh loh." Nara menggandeng Arka menuju dapur.


"Memang enak sore-sore gini minum teh. Gorengannya ada juga kan." Ledek Arka.


"Goreng ikan mau." Nara membalas ledekan Arka. Mendengar itu Arka menarik hidung Nara dengan gemas.


"Silahkan diminum, Mas." Nara menyajikan teh manis hangat.


Arka meminumnya perlahan. Tehnya masih hangat. Nara baru membuatkannya.


"Capek ya, Mas. Aku pijatin ya." Nara bangkit dan memijat bahu Arka.


"Terima kasih, sayang." Arka sangat bahagia. Nara, wanita yang begitu perhatian.


"Sudah enakan." Arka menyuruh Nara duduk kembali. Ia tak mau Nara terus memijatnya, bisa-bisa istrinya itu capek.


"Mas, mau makan apa mau mandi dulu?" Tanya Nara kembali.


"Aku mau kamu."


Nara pun mencubitnya.


"Kenapa dicubit sih?" Arka memegangi perutnya.


"Jangan genit deh, Mas."


"Ge-genit? Aku cuma bilang mau kamu. Masa dibilang genit?!"


"Kan!"


"Mau apa coba? aku mau kamu temani makan, kamu temani ngobrol." Arka beralasan.


Nara menundukkan kepala. Ia sudah berpikiran negatif pada suaminya. Ternyata bukan mau yang iya-iya.


"... Aku mau kamu selalu di sisiku. Aku mau kamu bersamaku selamanya. Seperti itu." Arka meyakinkan kembali.


Pria itu menggombal, membuat Nara jadi tersenyum.


"Aku juga mau kamu..." Arka menjeda perkataannya. Ia menunjukkan muka menyebalkan.


"Mas Arka, ihh!" Nara memukul manja dada tegap Arka.


"Temani mandi." Bisik Arka pelan.


Nara menggeleng. "Aku sudah mandi kok."


"Ayolah, sayang. Aku takut mandi sendirian."


Nara melihat Arka aneh. Pria itu takut mandi sendirian. Pura-puranya saja.


"Ya?"


"Tidak."


"Kalau kamu nggak mau temani, aku nggak mau mandi." Arka sok merajuk.


"Ya sudah, Mas. Nggak usah mandi saja. Besok pun kotor lagi." Ledek Nara mengulum senyuman.


"Kamu ini ya." Arka yang gemas menyentil kening Nara. Istrinya sudah pintar meledeknya.


"Oh iya... Mommy mana, sayang?" Tanya Arka yang tak melihat Mommynya.


"Tadi Mommy bilang pergi ke rumah tetangga sebelah."

__ADS_1


"Oh..."


"Oh iya, Mas. Aku mau izin... Besok mau pergi sama Mommy." Nara meminta izin Arka.


"Mau ke mana?" Tanya Arka ingin tahu.


"Ada yang mau Mommy beli. Jadi aku diajak nemani." Jawab Nara.


"Kalian mau shoping. Besok aku ikut."


"Tapi, Mas kan mau ke kantor?"


"Besok aku cuti saja. Besok aku akan menemani kalian."


"Tapi, Mas. Kata Mommy, kalau Mas Arka mau ikut. Tolak saja."


Arka mendengus. Mommy ternyata sudah mewanti-wanti.


"Aku akan tetap ikut." Arka sudah bertekad.


"Jangan. Mas ke kantor saja."


"Besok aku akan ikut. Kamu tenang saja, nanti aku bicara sama Mommy. Aku akan jadi pengawal kalian."


\=\=\=\=\=\=


"Aku akan ikut kalian besok shoping, Mom." Ucap Arka, saat mereka sedang makan malam bersama.


"Shoping? nggak jadi kok." Geleng Mommy.


"Kenapa?" Tanya Arka penasaran. Biasanya Mommy kalau sudah bahas shoping, harus tetap pergi. Meski angin dan hujan menghampiri.


"Mommy lagi malas, Arka." Jawab Mommy santai. "Kapan-kapan saja ya Nara, kita shopingnya."


Nara mengangguk sambil tersenyum.


"Sayang, aku pergi dulu ya." Pamit Arka. Ada rasa tak rela berpisah dari Nara. Menunggu waktu sore, itu terasa sangat lama.


Tangan Arka disalami oleh istrinya. Dan tak lupa Arka pula menkecup kening dan pipi Nara. Arka akan membiasakan melakukan ritual seperti itu, sebagai hal yang wajib saat ia pergi atau pulang kantor.


"Sayang, aku mencintaimu." Ungkap Arka.


"Aku juga mencintaimu, Mas." Balas Nara dengan wajah bahagia.


"Sayang, hari ini aku libur saja ya?!" Arka ingin menghabiskan waktu bersama istrinya seharian.


"Sudah berangkat sana, Mas. Katanya mau nyari uang yang banyak untukku dan keluarga kita."


"Oh iya. Baiklah, aku akan cari uang yang banyak sangat banyak."


Nara melambaikan tangan mengiringi mobil suaminya yang sudah melaju pergi.


Sementara dari balik gorden ada sepasang mata mematai. Begitu melihat mobil Arka pergi, Mommy pun segera menghampiri Nara.


"Nara, ayo kita pergi." Ajak Mommy.


"Ta-tapi nggak jadi, Mom." Ucap Nara bingung. Tadi malam Mommy sudah membatalkannya.


"Jadi."


"Itu Mas-Mas Arka, Mom." Nara jadi bingung.


"Sudah, jangan bilang-bilang sama dia. Mommy bilang nggak jadi tadi malam, karena malas ngajak dia."


Beberapa jam kemudian, Mommy dan Nara sudah berpakaian rapi. Mereka pergi diantar supir.


"Mom, Na-Nara izin sama Mas Arka sebentar ya?" Tanya Nara takut-takut.


"Jangan sekarang, Nak. Nanti saja kalau sudah pulang baru kamu minta izin." Saran Mommy.

__ADS_1


Nara tampak berpikir.


"Sudah kamu tenang saja." Mommy mengerti, Nara sangat patuh pada suami.


Mereka sampai juga di sebuah Mall. Mommy menggandeng lengan Nara.


"Mommy malas mengajak Arka. Karena Arka itu mau cepat-cepat saja." Mommy mulai bercerita.


"Masa Mommy baru milih baju, Arka bilang..."


"Sudah itu cocok, Mom."


"Sudah ambil itu saja."


"Mommy kan sudah punya."


"Yang merah saja."


"Aku lapar, Mom."


Mommy ingat, shoping dengan putranya seperti dikejar-kejar waktu.


"Kalau mau beli barang kan harus dicoba dulu. Cocok atau tidak. Anak itu malas menunggu. Tapi, mau ikut saja." Mommy curhat panjang tentang putranya itu.


Nara hanya tersenyum mendengar curhatan mertuanya.


Mommy menggandeng Nara, memasuki toko-toko di sana. Mencoba banyak barang dan bertanya pendapat Nara.


"Ayo, kita beli sepatu untuk kamu." Ajak Mommy semangat.


"Ti-tidak usah, Mom. Nara masih ada." Tolak Nara sopan.


"Mommy sudah banyak membelikan Nara." Ia menunjukkan bungkusan yang dikintingnya.


"Nggak apa. Untuk ganti-ganti." Mommy kembali memasksa.


"Nggak usah, Mom. Nara mau membelikan untuk Mas Arka. Kira-kira Mas Arka cocok dibelikan apa ya, Mom?" Nara mengalihkan topik.


"Kita bisa beli kemeja, dasi, jam tangan..." Mommy menyarankan beberapa barang.


"Nara, kita ke sana!" Mommy menarik Nara menuju toko pakaian.


"Mom, ngapain kita di sini?" Tanya Nara malu. Mereka masuk ke toko pakaian dalam.


"Mommy mau ganti. Yang lama sudah bolong." Jawab Mommy santai.


Nara tersenyum terpaksa mengikuti mertuanya itu. Sejujurnya ia agak malu masuk ke toko ini.


"Mbak... Tolong yang itu." Tunjuk mertua Nara pada satu barang yang terpajang.


Mata Nara terbelalak. Mommynya mau membeli lingerie seksi. Pakaian penggoda iman dan penambah imun.


"Saya ambil ini."


Nara terpelongo. Mommynya mau tidur memakai pakaian itu. Siapa yang mau digoda Mommy? Apa mertuanya itu akan menikah lagi?


Setelah keluar dari toko itu, Mommy mengajak pulang.


"Mom, Mas Arka dibelikan apa?" Tanya Nara. Ia belum membelikan untuk suaminya.


"Sudah Mommy beli. Kamu tenang saja. Anak itu pasti suka."


"Kapan?"


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2