KISAH KASIH NARA

KISAH KASIH NARA
BAB 96 - Bukan Anakmu


__ADS_3

Yola turun dari taksi dan berlari-lari masuk ke area rumah sakit. Wajahnya tampak sangat khawatir dan pucat. Adam memberitahu padanya bahwa putranya sedang sakit. Mario dirawat di rumah sakit.


'Nara.' Batin Yola melihat Nara bersama suami barunya. Ia ingin menyapa, tapi karena melihat Adam, Yola memilih mengintip dari balik tembok saja.


'Wow.. Sepertinya ini menarik!' Yola bersorak gembira. Akhirnya Adam bertemu dengan mantan istrinya, yang memang sedang mengandung. Nara sedang hamil, perutnya juga sudah membesar.


Yola menguping pembicaraan mereka. Ia tersenyum mendengar suami Nara mengatakan Adamlah yang mandul. Dan juga memberitahukan tentang kehamilan Nara. Lalu yang membuat Adam kepanasan hingga wajahnya merah padam, apalagi jika ternyata mantan istrinya itu hamil bayi kembar. Bukan hanya satu, Nara mendapatkan double.


'Aku harus memanfaatkan situasi ini!'


Yola pun memutar arah, ia tak mau mereka melihat dirinya. Yola segera pergi, ia harus menemui anaknya.


"Mario..." Ucap sedih Yola saat memasuki kamar pasien dan melihat bocah kecil itu sedang bermain mobil-mobilan dengan rindu.


"Izin sama Bang Adam dulu." Rindu menahan Yola mendekati ponakannya. Ia takut jika Yola akan membawa Mario, dan abangnya akan memarahi dirinya. Karena tidak bisa menjaga bocah itu.


"Eh... dari mana aku tahu putraku di sini, jika bukan Adam yang memberitahuku." Yola memelototi gadis itu. Berani-beraninya melarangnya untuk memegang putranya.


Rindu pun bergeser dan membiarkan Yola memegang ponakannya. Yola tak mungkin membawa anak itu, dia kan ada di sini juga. Jika Yola membawanya, ia bisa berteriak. Lagian, Adam juga masih berada di rumah sakit.


"Anak Mama... Sudah makan, Nak ?" Tanya Yola memegang tangan Mario yang agak kurus. Terakhir melihat putranya sangat gembul.


"Mario barusan saja makan." Jawab Rindu memberitahu.


Yola mengangguk dan kembali memeluk putranya dengan sayang. "Sejak kapan dia diare?"


"3 hari."


Yola menghembuskan nafas. Adam terlalu lama memeriksakan putranya. Seharusnya begitu diare, segera dibawa ke rumah sakit.


"Mario jangan sakit lagi ya, Nak. Mama jadi sangat sedih." Yola memandangi wajah putranya yang masih pucat.


"Ma-ma." Bocah kecil itu memanggilnya, membuat air mata Yola jatuh bercucuran. Satu kata itu membuat perasaan Yola bergetar hebat.


"Kebetulan kau di sini. Aku mau bicara denganmu." Adam menarik tangan Yola. "Jaga Mario sebentar."


Rindu hanya mengangguk, meski bingung melihat wajah Adam yang begitu menyeramkan.


Adam membawa Yola ke taman rumah sakit. Pria itu menghempaskan tangan Yola dengan kasar.


'Adam sia-lan!!!' Maki Yola memegangi tangannya yang memerah karena perlakuan pria itu. Adam itu kasar jadi laki-laki.


"Jawab aku dengan jujur. Mario itu anak siapa?" Tanya Adam tanpa basa basi. Ia menatap tajam wanita itu.

__ADS_1


Yola tersenyum tipis. Pasti Adam sudah meragukan anak itu.


"Katakan Yola!!! Mario anak siapa?" Tanya Adam dengan suara meninggi.


"Sepertinya aku pernah mengatakannya padamu. Kenapa kau masih bertanya juga?!" Cibir Yola pada pria itu.


"Yola... Katakan!!!" Paksa Adam tidak sabaran.


"Baiklah, aku ulang kembali... Bahwa Mario itu bukanlah anak-mu." Eja Yola penuh penekanan.


"Kau!!!" Tangan Adam melayang akan menampar wanita itu, tapi dengan cepat Yola menghempasnya.


"Kenapa kau selalu main tangan? dasar pria sampah!" Maki Yola tidak senang. Mentang-mentang dia wanita, Adam bisa seenaknya begitu. Oh... tidak semudah itu. Ia bukan wanita lemah yang mudah ditindas.


Adam menghembuskan nafasnya kesal. "Katakan Mario anak siapa?"


"Anakku dengan pria lain. Dia itu bukan anakmu." Tegas Yola dengan yakin.


"Yola!!!" Teriak Adam.


"Mario bukan anakmu! Kebetulan saja saat itu dia tidak mau bertanggung jawab, dan kau datang. Jadi ku pikir untuk memanfaatkanmu saja." Yola berucap dengan santai. Melihat tatapan tajam Adam yang seakan membunuh.


Adam pun bergegas pergi. Yola sedikit bingung melihat itu. Wanita itu pun mengikuti Adam yang berjalan dengan wajah penuh amarah.


"Bang mau dibawa ke mana Mario?" Tanya Rindu bingung, Adam datang-datang mengangkat bocah itu.


"Kau pulang lah." Pinta Adam pada adiknya tersebut.


"Adam... Mau kau bawa ke mana Mario? dia masih sakit." Yola mengingatkan keadaan bocah dalam gendongan Adam.


Adam tak ada mengatakan apapun. Terus berjalan membawa Mario untuk menemui dokter.


"Dokter, tolong lakukan tes DNA."


\=\=\=\=\=\=


Adam kembali membawa Mario ke kamar, setelah melakukan tes pemeriksaan. Pria itu menghela nafas panjang. Hasil tes tersebut akan keluar dalam beberapa hari ke depan.


Pria itu sangat tidak sabaran untuk mengetahui hasilnya. Apa Mario benar-benar anaknya atau bukan?


Perasaan Adam tak mengerti, saat melihat bocah kecil itu yang sedang makan disuapi Yola. Jika memang Mario adalah anaknya, mungkin ia akan senang. Tapi, jika bukan. Bagaimana dia akan memperlakukan anak orang lain tersebut?


Adam tidak mengerti dengan dirinya. Ia meyakini jika Mario memanglah anaknya. Tapi keraguan itu mulai berdatangan. Mengingat Nara yang ternyata tidaklah mandul.

__ADS_1


Mario, kemungkinan adalah anak Yola dari pria lain. Karena mungkin yang selama ini mandul adalah dirinya.


Adam melihat Yola. Mengingat saat mereka dulu berkenalan. Wanita itu mau menjalin hubungan dengannya, meski tahu dia adalah pria yang telah beristri.


Malah, Yola mau hidup bertiga. Bersedia menjadi istri keduanya.


Pikiran Adam mulai menyadari satu hal. Wanita mana yang rela dimadu. Meskipun statusnya di sini Yola-lah pelakornya. Tapi, yang namanya wanita pasti tidak ingin berbagi dengan wanita lainnya, bukan?!


Dan Yola, wanita itu menerimanya dengan ikhlas. Ia menerimanya pasti karena ada yang disembunyikannya.


Adam memijat pelipisnya. Ia makin meragukan Mario.


"Yola... Katakan, Mario anak siapa?" Dan lagi Adam memastikan. Ia masih sangat penasaran. Jiwanya tidak tenang dan terus bertanya-tanya.


"Sudah ku katakan dengan jelas." Jawab Yola sambil membersihkan mulut Mario setelah makan.


"Katakan yang sebenarnya. Selagi aku masih bicara baik-baik." Adam menenangkan emosi yang sudah meletup-letup.


"Aku minta maaf padamu. Mario, bukanlah anakmu. Aku kasihan jika dia tidak mempunyai bapak saat terlahir ke dunia. Dan aku meman-"


"Yola!!!" Bentak Adam membuat Mario menangis mendengat teriakan itu.


"Kau memang wanita penipu!!!" Adam menghampiri Yola, dan menarik leher baju wanita tersebut.


"Memang aku menipumu."


Adam menghempas tubuh Yola ke lantai.


"Aku tak sudi merawat anak orang lain! Kalian jangan pernah muncul di hadapanku lagi!!!" Setelah mengatakan itu Adam pun keluar dari kamar pasien.


Dengan perlahan, Yola bangkit. Mantan suaminya itu sungguh sangat kasar.


"Mario, sayang. Mama akan membesarkanmu, Nak. Kita akan kembali bersama.." Yola memeluk bocah yang menangis.


Yola tersenyum puas. Ia mendapatkan anaknya kembali.


'Dasar Adam bodoh. Kau tak pantas menjadi seorang Ayah. Bahkan nalurimu sebagai seorang Ayah saja tidak ada.'


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2