KISAH KASIH NARA

KISAH KASIH NARA
BAB 95 - Kabar Gembira


__ADS_3

"Jadi Mas Arka tadi ketemu Adam? Kenapa kalian jadi berkelahi?"


Arka menceritakan, jika tadi ia melihat Adam mengintai rumah mereka. Dan itulah mengapa ia mencegat Adam di depan komplek.


"Aku nggak suka dengan perkataannya." Jawab Arka tidak senang, mengingat Adam yang seenaknya menjelekkan istrinya.


"Memang dia bilang apa?" Tanya Nara menaikkan alisnya.


Arka menggeleng. Jika dikatakan, Nara nanti bisa kepikiran dan mungkin bisa kembali minder.


"Mas, katakan!!!" Desak Nara makin penasaran.


"Sudahlah, sayang. Laki-laki biasanya itu." Arka akan merahasiakannya.


Nara menatap wajah suaminya. Ia sangat yakin, Adam pasti mengatakan sesuatu yang membuat Arka emosi.


"Mas, jangan berkelahi lagi ya. Jika dia mengatakan hal buruk tentangku, abaikan saja." Saran Nara yang tak mau suaminya nanti terluka.


"Lihat sekarang. Suamiku sudah tidak tampan lagi." Ledek Nara merangkup wajah lebam itu.


"Sakit." Rengek Arka manja.


"Mana yang sakit?"


Arka menunjuk pipinya yang bonyok. Nara menkecup pipi itu. Pria itu kembali menunjuk bagian wajah yang lain, lalu Nara menkecup bagian yang ditunjuk suaminya.


"Sayang, ini juga..." Arka menunjuk bibirnya.


"Mas, aku mau bereskan koper." Nara meninggalkan pria yang sudah cemberut tersebut.


Nara membereskan kembali barang dalam koper Arka. Pria itu batal pergi, karena tak mau meninggalkannya. Arka tak tenang jika nanti tiba-tiba Adam datang menemui Nara, saat ia sedang pergi.


Adam bisa mengatakan hal yang menyakiti istrinya. Dan Arka tak mau itu terjadi. Nara harus dijauhkan dari pria yang bernama Adam tersebut.


\=\=\=\=\=\=


"Mas Arka... Sepertinya aku ini hamil anak kembarlah. Lihat perutku besar." Nara berkaca melihat tubuhnya dengan perut yang membuncit.


"Masa baru 2 bulanan sudah seperti hamil 4 bulanan ya, Mas." Nara merasa aneh.


"Kalau nggak kembar, kemungkinan anak kita besar, Mas." Nara masih saja mengomentari perutnya.


"Kalau memang kembar bagaimana?" Tanya Arka ingin tahu tanggapan Nara.


Nara menutup mulutnya. "Pasti Mas Arka setuju sama aku kan. Ini anak lembar."


"Sayang, ayo kita berangkat. Kamu mau melihat anak kita kan?!" Arka mengandeng Nara keluar dari kamar. Dari pada Nara terus bertanya.


Nara mengangguk. "Anak kita laki-laki atau perempuan ya, Mas. Aku jadi sangat penasaran!" Nara memegangi dadanya. Mendadak kegugupan mulai melanda.

__ADS_1


"Kalau kembar apa laki-laki, apa perempuan, apa laki-laki dan perempuan?"


Arka tersenyum sambil menggandeng Nara.


Di rumah sakit, dokter memeriksa perkembangan janin dalam kandungan Nara.


"Selamat Pak, Bu. Anaknya kembar-"


"Kem-kembar dok?" Sela Nara memastikan ucapan dokter.


Dokter mengangguk.


"Kan Mas, benar dugaanku." Nalurinya sebagai ibu tidak salah. Ia memang mengandung anak kembar.


"Dok, bagaimana keadaan anak-anakku?" Nara meremas tangan Arka. Air mata Nara mulai berjatuhan. Memandangi adanya 2 nyawa dalam perut. Janin-janin itu juga tampak bergerak-gerak di layar monitor.


"Keduanya sangat sehat-"


"Mas Arka!!!" Nara kembali mulai mewek, ia menyela dokter yang akan berucap. Membuat dokter jadi tersenyum.


"Itu lihat anak kita, Mas." Tunjuk Nara ke monitor. "Mas, anak kita ada dua."


Nata menatap wajah suaminya.


"Iya, sayang. Anak kita kembar." Arka meraih dan memeluk Nara yang sudah menangis terisak-isak. Istrinya menangis karena bahagia.


"Sayang, sudah jangan menangis lagi." Arka mengelus punggung Nara, menenangkannya sejenak.


Arka mengangguk sambil mengusap air mata di pipi sang istrinya.


Nara menutup mulutnya saat memandangi foto hasil USG. Hatinya berdesir melihat janin yang mulai berbentuk.


"Sayang..." Ucap Arka yang masih melihat Nara menatap foto tersebut. Mereka sudah keluar dari ruangan dokter.


"Mas, imut anak-anak kita." Nara masih mengelus foto tersebut, membayangkan seolah sedang mengelus anak-anak mereka.


"Jelaslah, Papanya imut, Mamanya imut. Anak-anaknya pasti imut kuadrat." Cengir Arka.


Nara tertawa mendengar bualan Arka.


"Arka." Panggil seseorang.


Arka segera menyembunyikan Nara di balik punggungnya, saat melihat pria yang memanggilnya.


"Oh... Ada mantan istriku ternyata." Ucap Adam sambil melirik Nara di belakang temannya itu.


"Apa yang sedang kalian lakukan di sini?" Tanya Adam penasaran.


'Apa dia hamil?' Batin Adam melihat perut Nara yang membuncit.

__ADS_1


Adam menormalkan wajahnya, ia harus bersikap sesantai mungkin. Pasti Nara kebanyakan makan.


"Bukan urusanmu." Arka menjawab dengan nada tidak senang.


Nara hanya diam di belakang punggung Arka. Melihat Adam kembali, membuat Nara sedikit takut.


Adam selalu mengatakan dirinya mandul. Dan membuatnya meyakini jika dirinya memanglah begitu. Pasti mantan suaminya itu, akan menghinanya lagi.


"Apa kalian sedang melakukan pengecekan?" Tanya Adam menaikkan alisnya. "Hah... pasti dong. Bagaimana hasilnya?"


Arka meremas tangannya. Rasanya ingin saja mengajak gelut pria di hadapannya.


"Benar apa yang ku katakan! Mantan istriku itu mandul." Adam penuh senyuman mengatakan hal tersebut.


"Mas, ayo kita pulang." Ajak Nara pelan. Ia tak mau Arka menanggapi Adam. Biarkan saja Adam mengatainya, toh kenyataannya ucapan Adam tidaklah benar.


"Sebaiknya kau segera periksakan dirimu, Dam. Mungkin kaulah sebenarnya yang mandul." Arka meraih foto dari tangan Nara.


"Apa kau sedang berdongeng, Arka?" Adam malah tertawa. Arka sama saja dengan Yola. Suka memprovokasinya.


"Nara istriku sedang mengandung bayiku sekarang." Arka menunjukkan foto hasil USG.


Mata Adam terbelalak, melihat apa yang ditunjukkan Arka padanya. Hatinya terasa mulai panas. Jika Nara yang benar-benar hamil.


"Nara hamil. Dan ia sedang mengandung bayi kembar." Arka kembali memberi tahu. Itu yang membuat wajah Adam makin menunjukkan ekspresi tidak percaya.


"Semoga kau senang mendengar kabar tentang kehamilan Nara. Kalau begitu, kami permisi dulu Bro..."


Arka menggandeng Nara meninggalkan Adam yang masih berdiri terpaku. Padahal tadinya Arka tak ingin memberitahu, tapi Adam terus memancingnya.


'Dia hamil? Anak kembar?' Batin Adam merasa shock.


Selama ini dia mengira Nara adalah wanita mandul. Tapi, sekarang semua terbantahkan. Nara sedang hamil, bahkan akan memiliki 2 anak kembar.


Adam menggeleng tak percaya. Ia mengingat kembali perkataan Yola. Wanita itu mengatakan jika Nara hamil.


Dan sekarang apa yang Yola ucapkan, bukanlah karangan bebas. Nara memang hamil. Mantan istrinya yang selama ini dianggapnya mandul, ternyata hamil. Nara dapat hamil.


Kata-kata Yola dan Arka yang mengatakan dirinya mandul, terus menghinggapinya.


Adam memegangi kepalanya yang mulai terasa pusing. Hatinya mulai bergemuruh hebat. Merasakan sesak di hulu hati.


Melihat langsung dengan mata kepalanya sendiri, bahwa Nara telah hamil dan bukanlah mandul. Membuat Adam mulai sedikit meragukan dirinya.


'Aku mandul? Tidak mungkin!!!' Adam menggeleng tidak percaya. Tidak mungkin selama ini dialah yang mandul.


'Mario? Apa dia bukan anakku?'


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2