
Di sebuah hotel, terlihat seorang pria tampan sedang melakukan push up. Ia adalah Arka. Pria yang baru saja menggelar pesta pernikahan yang super mewah, di hotel berbintang tersebut.
Pria itu menetralkan kegugupannya. Malam ini adalah malam pertamanya. Ia akan menghabiskan malam panas bersama istrinya.
Saat terdengar pintu kamar mandi terbuka. Arka segera berdiri dan menenangkan kegugupannya.
Ia tak boleh menunjukkan kegugupan di hadapan wanita yang beberapa jam yang lalu, sudah sah menjadi istrinya.
Tapi, Arka bingung melihat wanita yang baru keluar dari kamar mandi tersebut. Bukan memakai lingerie seksi atau baju tidur transparan. Rina malah memakai celana jeans panjang dengan kaos berlengan pendek.
"Ada yang mau aku katakan padamu." Ucap wanita itu menatap Arka datar.
Tak lama mereka berdua duduk di sofa. Rina menunjukkan sebuah alat yang membuat mata Arka mendadak seakan keluar dari tempatnya.
"A-apa ini?" Tanya pria tampan itu. Wajahnya sangat terkejut.
"Aku hamil." Jawab Rina denga jelas.
Ternyata tespack begaris dua itulah yang ditunjukkan Rina pada Arka.
"Ha-ha-hamil? Bagaimana bisa? Aku bahkan belum menyentuhmu." Sanggah Arka cepat. Malam pertama saja belum dimulai, bagaimana istrinya ini sudah hamil saja.
"Anak ini adalah anak dari pria yang kucintai." Jujur Rina.
Arka terbengong sesaat, mencerna keadaan.
"Ji-jika kamu sudah hamil, kenapa kamu mau menerima perjodohan kita, lalu menikah denganku?" Arka tak habis pikir. Bagaimana ia bisa menikah dengan wanita yang sudah berbadan dua dan hamil dari benih pria lain pula?
"Pria bre-ng-sek itu meninggalkanku. Saat aku merasa patah hati, ibuku menjodohkanku denganmu. Dan aku menerimanya hingga kita bisa menikah sekarang." Rina perlahan menjelaskan.
"Aku berencana melupakan pria itu dengan menikah. Tapi tadi saat di kamar mandi, aku mengeceknya dan itulah hasilnya. Aku sedang mengandung anak pria itu, dan aku harus meminta pertanggung jawaban darinya." Jelas Rina kembali dengan mata berkaca-kaca.
Arka tak bisa berkata-kata mendengar penjelasan wanita itu. Pria tampan itu mendadak shock.
"Aku bisa saja membuat kamu seolah-olah menjadi bapak anak ini. Tapi... aku rasa itu tidak baik dan tidak adil bagimu." Rina menghembuskan nafasnya kasar. Ia tidak bisa melemparkan tanggung jawab pria lain pada Arka.
"Jadi... Aku minta maaf padamu. Tolong... Ceraikan aku malam ini." Rina menatap serius Arka.
\=\=\=\=\=\=
Arka diam menatap pemandangan malam dari jendela kamar hotel itu. Rani sudah pergi, setelah mengatakan kenyataan ini.
__ADS_1
Pria itu mengusap wajahnya kasar. Ia benar-benar tak mengerti dan habis pikir. Istrinya meminta cerai di malam pertama mereka.
Pria tampan dan rupawan dengan sejuta pesona. Menjadi seorang duda, hanya dalam beberapa jam saja. Bahkan hari minggu ini saja belum berlalu.
Arka Erlangga, pria tampan yang dianggap playboy karena sering bergonta-ganti wanita. Sebenarnya, ia bukan pria seperti itu.
Setiap menjalin hubungan dengan wanita. Mereka hanya menginginkan uang Arka saja. Lalu para kekasihnya itu berpura-pura mencintai dirinya dan bermain di belakangnya dengan pria lain. Lalu yang lebih parahnya, wanita-wanita itu memberikan uangnya pada pria-pria mereka. Sungguh keterlaluan bukan.
Putus dari satu wanita, Arka menanggapi dengan santai dan tak ada kesedihan yang melanda. Dengan cepat ia mencari wanita lain, sebagai gantinya. Karena kebiasaan itulah yang membuat Arka dicap sebagai playboy.
Mommynya yang mengetahui ke playboy-an sang putra. Ingin menghentikan kebiasaan anaknya. Ia tak mau Arka terus berganti-ganti wanita.
Hingga Mommy berinisiatif menjodohkan Arka dengan Rina, anak teman arisannya. Dan juga anak dari rekan bisnis Arka.
Arka yang sudah lelah dengan perjalanan cintanya, seperti Arjuna yang mencari cinta. Terpaksa harus setuju dengan rencana sang Mommy.
Menurut Arka, selama ini ia tak bisa membedakan wanita. Mana wanita yang baik dan tidak baik untuknya.
Dengan bantuan Mommy, mungkin ia bisa mendapatkan wanita yang bisa menerima dirinya.
Tapi, ternyata... Inilah hasil perjodohan itu.
Arka mencari jaket hoodie di koper lalu memakainya. Ia harus bergegas keluar dari kamar hotel. Untuk apa dia tetap berada di tempat ini.
Saat membuka pintu, Arka menongolkan kepala, memeriksa keadaan saat ini. Sepi... Petanda aman tak ada orang yang akan melihatnya keluar dari kamar ini. Para staff hotel juga tak ada berlalu lalang.
Dengan langkah lebar, ia berjalan melewati lorong. Lalu masuk ke dalam lift.
Arka menurunkan hoodienya saat melewati lobi hotel. Tak boleh ada yang mengenali dirinya. Ini bisa merusak imagenya.
'Ditinggalkan di malam pertama!!!' Arka meremas tangannya.
Bagaimana jika orang-orang mendengar dan menertawakan dirinya?
Memikirkan hal itu saja membuat Arka sangat kesal.
\=\=\=\=\=\=
Arka turun dari taksi. Ia menatap rumah berlantai 2 yang begitu sangat mewah. Ia pun menekan bel.
Begitu pintu pagar terbuka, ia pun berjalan masuk.
__ADS_1
"Pak Arka?" Ucap security bingung melihat Arka pulang tengah malam. Bukannya pria itu menginap dengan istrinya di hotel. Yang didengar, mereka akan menghabiskan waktu 3 hari di hotel tersebut.
Arka tak merespon, ia terus berjalan memasuki rumah.
Para pekerja di rumah itu bingung, melihat kepulangan Arka. Wajah pria itu juga sangat tidak bersahabat. Apa ia bertengkar dengan wanita yang baru saja menjadi istrinya?
"Arka..." Mommy menghampiri dengan wajah bingung. Ada apa putranya pulang ke rumah? Mana istrinya?
"Arka, ada apa?" Tanya Mama.
"Mom, aku capek. Aku mau istirahat. Selamat malam." Arka tak menjawab pertanyaan Mommynya. Ia memilih untuk ke kamarnya saja.
"Mana Rina, Arka?" Mommy masih dengan kebingungannya, mencari menantunya.
"Apa kalian bertengkar? Bukankah ini malam pertama kalian?"
'Malam pertama???' Mendengar 2 kata itu sangat menyebalkan bagi Arka.
Arka masuk ke kamarnya di lantai 2. Lalu merebahkan tubuhnya di tempat tidur empuk di kamar super mewah dan besar itu.
'Kenapa seperti ini, cerita hidupku?!' Batin Arka menatap langit-langit atap.
Kata-kata yang diucapkan Rina masih terngiang-ngiang di telinganya.
Arka sangat menyayangkan, kenapa wanita itu tidak langsung meminta pertanggung jawaban pada pria yang sudah menghamilinya?
Tapi, Arka juga bersyukur. Wanita itu sempat mengecek, sebelum mereka melalui malam pertama. Jika tidak, Arka pasti akan menganggap itu adalah anak kandungnya.
Tapi tetap saja, Arka sangat membenci Rina. Wanita itu telah membuang waktu dan uang pastinya, hanya demi pernikahan yang sia-sia ini.
Jika saja Rina bisa jujur saat itu, pasti Arka akan menolak perjodohan itu.
Sudah pasti pernikahan itu tidak akan terjadi. Dan dirinya tidak akan mengalami hal memalukan seperti ini di malam pertama pernikahan.
Ya...
'Mendadak duda.'
.
.
__ADS_1
.