
Alex menidurkan perlahan Asyila di atas kasur, Alex duduk di samping Asyila sambil menggosok telapak tangan Asyila
"sayang tolong panggil dokter kesini" pinta Alex pada Aurel, Aurel keluar dari kamar Asyila untuk mengambil handphone, setelah selesai menelfon dokter untuk datang ke mansion, Aurel kembali ke kamar Asyila dan berpapasan dengan Sinta
"Aurel ada apa? kenapa tadi kamu berteriak" tanya Sinta, bukannya menjawab Aurel mengajak Sinta masuk kedalam kamar Asyila
"loh Asyila kenapa" tanya Sinta saat melihat wajah Asyila yang sedikit pucat, mata sembab, pakaian acak-acakan
"aku juga nggak tau ma, tadi waktu Asyila pulang udah seperti ini" jawab Aurel
"sayang, dokter nya mana" tanya Alex
"sebe-- itu dokter nya" ucap Aurel saat dokter masuk kedalam
"malam Tuan, Nyonya" sapa dokter
"malam dokter"
"tolong anak saya dok" ucap Sinta, dokter langsung mendekat ke arah Asyila dan langsung memeriksanya
"apa nona tidak makan seharian" tanya dokter saat selesai memeriksa Asyila
"kalau tadi pagi makan dok, tapi kalau siang saya kurang tau karna dia baru pulang" jawab Sinta
"waktu itu pernah saya mengatakan kalau nona Asyila tidak boleh sampai telat makan, dan kalau sampai telat makan kondisi nona Asyila akan menurun seperti saat ini" ucap dokter
__ADS_1
"jadi saya mohon untuk lebih memperhatikan kondisi nona dan jangan sampai telat makan atau kondisi nya akan semakin memburuk" sambung dokter
"baik dok"
"kalau begitu saya permisi, ini resep obat tolong di tebus di apotek" ucap dokter
"baik, terimakasih" dokter keluar dari kamar Asyila bersama dengan Alex karna Alex juga akan pergi ke apotek untuk menebus obat
"mama, kak Aurel kalian ngapain disini" tanya Asyila yang baru saja sadar
"kamu tadi pingsan, mama sudah pernah bilang kamu jangan sampe telat makan" ucap Sinta
"kamu kenapa kok penampilan kamu bisa seperti ini, terus itu kenapa mata kamu sembab" tanya Sinta
Sinta memutar rekaman itu dan mendengarkan ucapan Arga dan seorang wanita. Sinta dan Aurel terkejut dengan apa yang dia dengar mereka berdua melirik ke arah Asyila yang terlihat biasa saja
"i..ini beneran Arga" tanya Sinta tak percaya, Asyila mengangguk lemah lalu memeluk Sinta
"yang sabar sayang, mungkin dia bukan jodoh kamu" ucap Sinta mengusap rambut Asyila
"Asyila ayo makan dulu, kata dokter kamu telat makan jadi kamu pingsan" ucap Aurel
"aku nggak laper kak" ucap Asyila
"laper nggak laper harus makan, kamu tadi sampai pingsan karna telat makan, sini mama suapin" Sinta mengambil piring yang ada di tangan Aurel
__ADS_1
"hmm" Asyila membuka mulut nya, Sinta menyuapi Asyila dengan telaten
"ma udah, aku udah kenyang" ucap Asyila
"satu suap lagi sayang" ucap Sinta, Asyila menggelengkan kepala nya
"ini minum dulu" Aurel menyerahkan segelas air ke Asyila
"kamu bersih-bersih dulu, terus istirahat nanti kalau kakak mu udah pulang bawa obat nya mama bangunin" ucap Sinta
"obat lagi? aku bosen" rengek Asyila
"kalau nggak mau obat jangan telat makan" ucap Sinta
"iya iya" Asyila menghembuskan nafas kasar
"ma aku ke kamar dulu, Rachel kayak nya kebangun" ucap Aurel, Sinta hanya mengangguk.
"lalu sekarang hubungan kamu sama Arga selesai" tanya Sinta
"ya, dan aku tidak terima perjodohan" ucap Asyila
"baiklah terserah kau saja, siapapun pilihan kamu mama dukung" ucap Sinta tersenyum
"ya sudah kamu ganti baju, mama mau keluar" sambung Sinta beranjak dari kasur lalu keluar dari kamar Asyila.
__ADS_1