LEADER OF MAFIA

LEADER OF MAFIA
CHAPTER 88


__ADS_3

Di ruangan penyiksaan, ada 2 orang yang diikat disana, mereka terus memberontak agar bisa terlepas dari ikatan mereka, tapi itu hanya sia-sia karna ikatan itu sangat kuat.


"bagaimana" tanya seseorang mendekat kearah mereka


"siapa kau" tanya Garry tanpa takut


"Leader Dark Devil's" jawab nya


"m..mau apa kau, aku tidak punya masalah dengan mu" tanya Garry


"apa? tidak punya masalah? dengan ku? heh apa kau tidak ingat anak dari keluarga Nugraha yang ingin sekali kau bunuh?" ucap nya sinis


"lalu? apa hubungannya dengan mu" tanya Garry, Asyila mendekat ke arah Garry lalu melepas topeng nya, saat melihat wajah Asyila Garry menjadi ketakutan


"k..kau" ucap Garry terbata


"kenapa? kau mengira aku sudah mati? tidak semudah itu tuan" ucap Asyila tersenyum miring


"sebelum kau mencelakai seseorang, cari tau dulu informasi yang lengkap tentang orang itu"


"lalu sekarang? kau sudah masuk ke dalam kandang singa tuan" ucap Asyila tersenyum licik


"apa kau mau tau gimana anak mu Laura itu hm" tanya Asyila


"dimana dia, aku ingin bertemu dengannya" ucap Erika

__ADS_1


"ah maaf Nyonya, tapi sudah ku kasih dia ke buaya peliharaan ku hahahah" tawa Asyila menggema di seluruh ruang penyiksaan


"kau iblis! kenapa kau membunuh nya!" teriak Erika


"apa kau tau? dia sudah mencoba ingin membunuh calon kakak ipar ku, untung saja anak mu menyewa mafia ku jadi calon kakak ipar ku tidak akan terluka" ujar Asyila


"apa mau mu hah!" teriak Erika


"kematian kalian" Garry dan Erika terdiam mendengar jawaban dari Asyila


"tapi kematian kalian tidak semudah itu" sambung Asyila


"kalian berempat bermain lah, tapi ingat jangan sampai mati" ucap Asyila pada Ziyan dkk dan berlalu pergi menuju ruangan rahasia.


~


kau dimana Asyila, kenapa kau pergi? kau sudah membuat mama menangis kembali dengan kepergian mu ini. batin Sinta


"ma" panggil Alex membuyarkan lamunan Sinta


"hmm" dehem Sinta menatap Alex


"ayo masuk, nanti mama sakit" ucap Alex karna anginya terasa sangat kencang. tanpa menjawab Sinta beranjak dari duduk nya dan masuk kedalam mansion


~

__ADS_1


Di kediaman Winata semua anggota keluarga sedang berkumpul


"keamanan mansion akan ku perketat" ucap Angga tiba-tiba


"kenapa dad" tanya Dimas '(Ardik Dimas Winata / anak pertama dari Angga dan Sindy)'


"daddy merasa akan ada bahaya nanti" jawab Angga


"itu hanya perasaan mu saja, kita semua akan baik-baik saja" ucap Nyonya besar Winata


"iya, kita berdoa saja semoga tidak terjadi apa-apa" sahut Tuan besar Winata


"semoga" lirih Angga


"besok kalian berdua tetap di rumah saja, jangan kemana-mana" tegas Angga


"iya dad" ucap Dimas dan Dita '(Arna Dita Winata / anak kedua dari Angga dan Sindy, kembaran dari Dimas)'


NB:


Hanya sekedar informasi! Saya membuat cerita ini hanya untuk bersenang-senang, saya tidak pernah mengaharapkan kalian untuk vote, like, dan komen karna saya membuat cerita hanya sekedar bersenang-senang dan mengisi waktu luang. Mungkin terdengar aneh, tapi memang seperti itu. Kalau saya buat cerita hanya untuk bersenang-senang dan tidak mengharapkan apa-apa dari kalian.


Saya juga tidak pernah memaksa kalian untuk membaca cerita saya, jadi jika kalian tidak suka lebih baik tidak usah di baca! dari pada komen negatif dan membuat mood saya turun!


Terima kasih!

__ADS_1


__ADS_2