
Alex dan Asyila kini sedang berada di kamar Asyila untuk mencari tau kenapa Garry ingin sekali mencelakai Asyila waktu itu
"kak, sebaiknya kita jangan beritahu mama tentang ini" ucap Asyila fokus ke layar laptop nya
"ya, aku juga nggak mau mama tau tentang ini" kata Alex
"aku akan meningkatkan keamanan mansion ini, dan tidak sembarang orang bisa masuk kedalam mansion" sambung Alex
"terserah kau saja" saat Asyila fokus ke layar laptop nya handphone berbunyi menandakan ada telfon yang masuk
"ya ada apa" tanya Asyila mengangkat telfon nya
"...."
"kau terima saja, selanjut nya akan ku urus"
"..." Asyila memutuskan telfon nya sambil tersenyum devil, Alex yang melihat Asyila tersenyum seperti itu tau kalau ada sesuatu yan membuat nya bahagia
"ada apa kenapa kau tersenyum seperti itu" tanya Alex mendekat ke arah Asyila
__ADS_1
"haaaah apa kau tau kak, wanita ular itu meminta bantuan mafia ku untuk menculik kak Aurel! lucu bukan hahaha" ucap Asyila tertawa bahagia
"lalu kau terima?" tanya Alex, Asyila hanya mengangguk
"kenapa?" tanya Alex
"kakak, kau tenang saja aku tidak akan melukai kak Aurel malah nanti wanita ular itu yang ku habisi, kita bisa bersenang-senang sekaligus dapat uang" jelas Asyila
"kau memang cerdas, aku akui kalau masalah bisnis memang kau yang paling unggul" ucap Alex
"dan aku juga sudah menyusun rencana untuk menghancurkan wanita ular itu dan keluarga nya, oh ya bagaimana kabar keluarga Winata" tanya Asyila
"kalau setau kakak sih Tuan Winata mempunyai anak kembar 1 putra dan 1 putri mereka di jaga dengan ketat karna mereka tidak ingin kejadian waktu itu terulang lagi" jawab Alex
"aku setuju padamu" setelah perbincangan itu Alex keluar dari kamar Asyila dan masuk kedalam kamar nya
~
Malam hari Asyila masih terlelap di kamar nya, ia seakan tak peduli panggilan Sinta yang memanggil nya dari tadi untuk makan malam
__ADS_1
ceklek
Sinta masuk kedalam kamar dan melihat anak gadis nya masih tertidur di atas kasur dengan laptop yang masih menyala dan berkas yang berserakan atas kasur
"Asyila bangun sayang" ucap Sinta lembut
"aku masih ngantuk ma, aku capek" ujar Asyila
"pasti kamu kebanyakan kerja, udah mama bilang jangan terlalu capek nanti kesehatan mu menurun seperti waktu itu tapi kamu tetap saja seperti ini" omel Sinta sambil membereskan laptop dan berkas yang ada di atas kasur
"iya ma maaf" ucap Asyila memeluk Sinta dari belakang
"sudah sekarang kamu mandi, terus ke bawah" ucap Sinta melepas pelukan Asyila
"mama marah" tanya Asyila menunduk pelan, Sinta membalikkan badan nya dan menghadap Asyila
"mama nggak marah, mama cuman khawatir sama kamu, kamu itu harus jaga kesehatan mama nggak mau kalau kamu sakit" jelas Sinta memegang dagu Asyila
"iya ma aku tau, aku minta maaf" ucap Asyila memeluk erat tubuh Sinta
__ADS_1
"ya sudah sekarang kamu mandi, kakak mu pasti juga masih tidur mama mau bangunin kakak mu dulu" kata Sinta keluar dari kamar Asyila
setelah Sinta keluar dari kamar, Asyila langsung melangkah ke kamar mandi tak butuh waktu lama Asyila selesai dengan ritual mandinya dan sudah berpakaian lengkap, Asyila keluar dari kamar nya lalu menuruni tangga dan melihat kakak dan mama sudah ada di meja makan, mereka bertiga pun makan malam dengan tenang.