
Kini Asyila sedang beristirahat sehabis melakukan terapi, ia memejamkan mata nya untuk mengusir lelah nya, tidak lama dari itu ia merasa ada yang mengusap kepala nya dan ada tetesan air yang mengenai pipi nya, Asyila membuka mata nya perlahan ia kaget saat melihat Sinta ada di samping nya, "m..mama" lirih Asyila menatap lekat kedua bola mata Sinta, Sinta mengangguk mencoba tersenyum, air mata nya terus mengalir melihat kondisi anak nya, banyak alat-alat yang melekat pada tubuh Asyila
"kenapa? kenapa kamu sembunyikan ini dari mama hm" tanya Sinta, Asyila terdiam ia tidak bisa menjawab perkataan Sinta, "apa kamu udah nggak sayang lagi sama mama? sampai kamu sembunyiin ini semua" tanya Sinta, Asyila menggeleng cepat
"ti..tidak bukan seperti itu" ucap Asyila menghapus air mata Sinta, "ku mohon jangan menangis, air mata mama lebih menyakitkan dari pada yang aku alami" lanjut Asyila, bukan nya berhenti air mata Sinta malah lebih deras mengalir keluar dari mata nya, "mungkin ini terakhir kali nya aku akan membuat mama menangis" kata Asyila, "tidak! jangan berbicara seperti itu, kamu pasti sembuh, mama akan melakukan apapun demi kesembuhan mu sayang" ucap Sinta menggelengkan kepala nya, Asyila hanya tersenyum
"masih ada kakak yang akan bersama mama" kata Asyila, "tidak sayang! mama sudah pernah kehilangan mu, kali ini mama tidak akan membiarkan mu pergi lagi, kamu akan tetap di sisi mama" ucap Sinta
hanya Tuhan yang tau aku akan bersama ayah atau mama. batin Asyila
__ADS_1
"Asyila" panggil Alex mendekat ke arah Asyila, seorang pria yang terkenal dingin, kejam terhadap musuh nya kini menjadi rapuh saat melihat kondisi adik kesayangan nya yang terbaring lemah di hadapan nya, adik yang dari kecil selalu ia jaga ia sayangi dan tidak pernah membiarkan adik nya tergores, tapi sekarang?
"kakak" lirih Asyila, "sudah hebat sekarang ya! udah berani nyembunyiin hal sebesar ini dari kita, bahkan kakak kesusahan melacak mu disini" kata Alex tersenyum getir, Asyila hanya terkekeh, "maaf menyusahkan mu kak" ucap Asyila, "tidak, kamu tidak pernah menyusahkan tapi kau sangat menyebalkan" kata Alex, "kenapa tidak memberi tahu kakak tentang ini, bahkan kau dengan sangat rapi bisa menyembunyikan ini" tanya Alex, "karna aku hebat" jawab Asyila sedikit bercanda
"sudah seperti ini masih saja bercanda" ucap Alex menatap tajam adik nya, "aku ada permintaan" ujar Asyila, "apa" tanya Alex, "mendekat lah" pinta Asyila, Alex mendekatkan telinga nya ke arah Asyila, Asyila membisikkan sesuatu kepada Alex
titttttttt tittttttt
Pintu ruang rawat terbuka dengan kasar oleh dokter, dokter memeriksa keadaan Asyila lalu menatap Sinta sambil menggelengkan kepala nya. Tangis Sinta langsung pecah, ia tidak menyangka akan merasakan kehilangan untuk kedua kali nya, sedangkan Alex hanya memejamkan mata nya, "Asyila bangun sayang! apa kamu udah nggak sayang sama mama! kamu lebih memilih bersama ayah mu di sana! bangun Asyila!" teriak Sinta menguncang tubuh Asyila lalu terduduk di lantai, "ma yang sabar kita ikhlasin Asyila, biar dia tenang di sana sama ayah" ucap Alex menangkan Sinta
__ADS_1
"adik mu Alex! coba kamu yang bicara pasti dia akan mendengarkan mu" ucap Sinta, "tidak ma, adikku sudah pergi, adik kecil ku, adik kesayangan ku sudah pergi untuk selama-lamanya" kata Alex memeluk erat tubuh Sinta
"bagaimana bisa dia meninggalkan mama nya disini Alex! dia sudah berjanji akan selalu di samping mama tapi apa? dia malah pergi dan memilih bersama ayah kalian" isak Sinta, "sudah mama jangan menangis lagi, atau Asyila tidak akan tenang" kata Alex menghapus air mata Sinta
Alex membawa Sinta keluar dari ruangan, di luar ada Aurel yang sedang menggendong Baby Rachel, "ada apa, kenapa mama menangis" tanya Aurel, "Asyila pergi" lirih Alex menundukkan kepala nya, "itu tidak mungkin, Asyila sangat menyayangi mu dan mama, dia tidak akan pergi kamu pasti berbohong" ucap Aurel, "tapi itu kenyataan nya" ucap Alex menatap istrinya, "kamu kembali lah bersama mama ke hotel aku akan mengurus semua nya" ucap Alex, "baiklah" kata Aurel menuntun Sinta pergi dari rumah sakit
~
Setelah prosesi pemakaman Asyila, mereka semua langsung pulang ke rumah masih-masih kecuali Sinta, Alex dan Aurel, "ma ayo pulang, ini udah mau gelap" ajak Alex, "mama nggak akan ninggalin Asyila disini sendirian" ucap Sinta yang terus menatap papan nisan yang ia pegang, "mama jangan seperti ini, Asyila pasti sedih lihat mama kayak gini" kata Alex, "tap--" perkataan Asyila terpotong dengan perkataan Alex, "sudah ma, kita ikhlasin Asyila, kasihan dia kalau mama seperti ini" kata Alex, akhir nya Sinta menurut dan kembali ke mansion.
__ADS_1