LEADER OF MAFIA

LEADER OF MAFIA
CHAPTER 119


__ADS_3

Di tengah malam, Sinta mendengar suara isakan tangis seseorang selain itu ia juga merasakan bahwa ada tangan yang menggenggam tangan nya. Sinta membuka mata nya perlahan dan melihat siapa yang memegang tangan nya karna


siapa dia? kenapa dia menangis. batin Sinta, ia tidak bisa melihat dengan jelas siapa yang menggenggam tangan nya karna cahaya nya hanya menggunakan cahaya dari luar


Sinta membiarkan orang itu dan memilih untuk memejamkan mata nya tidak lama dari itu ada sesuatu yang menempel pada pipi nya, Sinta merasakan kehangatan dalam bibir yang menyentuh pipi nya


Sinta kembali membuka mata nya setelah ia mendengar suara pintu dan pertanda orang itu sudah keluar dari kamar nya. Sinta merubah posisi nya menjadi duduk dan bersandar di kepala ranjang


"siapa dia? apa mungkin Alex, tapi kenapa Alex menangis diam-diam begini" gumam Sinta, "lebih baik aku tanyakan saja langsung besok, mungkin dia lagi ada masalah" lanjut Sinta lalu kembali merebahkan tubuh nya dan memejamkan mata nya

__ADS_1


Pagi harinya setelah sarapan Sinta meminta Alex datang ke kamar nya, tak lama Alex masuk ke dalam dan melihat Sinta duduk di tepi ranjang, Alex berjongkok di hadapan Sinta, "ada apa ma, kenapa mama memanggil ku" tanya Alex


"apa tadi malam kamu ke kamar mama" tanya Sinta, Alex mengerutkan kening nya, "tidak, untuk apa aku ke kamar mama" jawab Alex, "memang nya ada yang datang ke kamar mama tadi malam" tanya Alex, "ya, mama melihat dia menangis sambil menggenggam tangan mama, dan sebelum dia pergi di mencium pipi mama, mama kira itu kamu" jelas Sinta


"mungkin mama hanya bermimpi" kata Alex, "tidak Alex, mama nggak mungkin bermimpi, mama ngerasain sendiri orang itu megang tangan mama" ujar Sinta, "yang berani berani berbuat seperti itu hanya 3 orang, ayah mu, kamu dan..." sambung Sinta


"Asyila" tambah Alex, "tapi itu tidak mungkin, huff kamu mungkin benar mama cuma mimpi" timpal Sinta


"apa masih ada yang mau mama tanya kan" ucap Alex, "tidak, kamu bisa pergi" kata Sinta, "baiklah, lebih baik mama istirahat" ujar Alex lalu keluar dari kamar Sinta

__ADS_1


"apa benar aku cuma bermimpi, tapi..." sampai sekarang Sinta masih merasakan bibir yang menyentuh pipi nya, "apa mungkin Aurel? itu tidak mungkin kalau Alex tidak kesini dan ada dikamar berarti Aurel juga ada di sana"


"hmm Andin? mana berani dia kesini tanpa ijin, ya Tuhan ada apa ini" ucap Sinta, Sinta memutuskan untuk keluar dari kamar menuju taman belakang mungkin dengan dia di sana pikiran nya bisa lebih jernih.


Di taman belakang Sinta terus memikirkan kejadian tadi malam


"oma!" teriak Rachel menghampiri Sinta yang duduk di kursi taman, "eh cucu oma, ada apa hm" tanya Sinta mendudukkan Rachel di sebelahnya, Rachel menggelengkan kepala nya, "tadi aku liat oma melamun jadi aku kesini" kata Rachel


"kamu kesini sendiri? mbak Andin nya mana" tanya Sinta, "itu" kata Rachel menunjuk Andin yang berjalan menuju ke arah mereka, "Andin, ada yang ingin saya bicarakan dengan mu, Rachel kamu masuk dulu ya" ucap Sinta, Rachel mengangguk lalu masuk ke dalam

__ADS_1


Sinta mempersilahkan Andin untuk duduk di sebelah nya, "ada apa Nyonya, apa saya berbuat salah" tanya Andin, "tidak, saya hanya ingin tanya sama kamu, apa tadi malam kamu ke kamar saya" tanya Sinta.


__ADS_2