
"kakak" panggil gadis kecil itu, "hmm" anak laki-laki itu menoleh ke arah gadis kecil di samping nya itu
"aku mau makan es krim" rengek gadis itu, "mama bilang kita nggak boleh makan es krim, tadi malam kita udah abis banyak" ucap anak laki-laki itu
"ayolah kak Alex, aku ingin es krim" rengek gadis kecil itu, "kakak takut Asyila, nanti kalau mama marah gimana, lebih baik jangan" kata Alex
"kita makan sembunyi-sembunyi" usul Asyila, "ide mu tidak buruk" Alex dan Asyila masuk secara perlahan menuju dapur lalu membuka kulkas dan mengambil sekotak es krim
"Tuan, nona kenapa kalian mengendap-endap" tanya bi Tuti, "stuttt bibi pelan-pelan bicara nya, kita mau makan es krim tapi bibi jangan bilang sama mama oke" bujuk Asyila, bi Tuti hanya mengangguk
Alex dan Asyila memilih bersembunyi di bawah meja makan karna menurut mereka itu tempat yang paling aman, tidak lama dari itu terdengar suara langkah kaki dari arah tangga
"bi, kemana anak-anak? saya dari tadi tidak melihat mereka" tanya Sinta, "mm…itu…mm" kata bi Tuti, "ada apa bi, apa bibi lihat anak-anak" tanya Sinta, bi Tuti menunjuk ke arah bawah meja makan, Sinta mengikuti arah tunjuk bi Tuti
__ADS_1
Sinta paham apa yang di maksud bi Tuti pun mengangguk, perlahan Sinta berjalan ke arah meja makan, "Alex, Asyila kalian di mana" tanya Sinta lalu duduk di kursi
Alex dan Asyila menghentikan aktivitas nya memakan es krim agar tidak menimbulkan suara, "kakak bagaimana ini" bisik Asyila, "stuttt diam atau kita akan kena marah" balas Alex
"jangan bersembunyi, keluarlah! mama nggak akan marah" ucap Sinta menengok ke bawah meja sambil memotret mereka yang kepergok memakan es krim, Alex dan Asyila kaget saat Sinta menemukan mereka
Alex dan Asyila keluar dari tempat persembunyian nya lalu mendekat ke arah Sinta sambil menunduk, "kenapa menunduk" tanya Sinta, "maaf ma" ucap mereka, "ada apa hm" tanya Sinta, Asyila memperlihatkan kotak es krim yang hampir habis yang ia sembunyikan di belakang nya
"mama jangan marah sama kak Alex, aku yang salah, aku yang ngajak kak Alex makan es krim, walaupun mama sudah melarang" jelas Asyila yang tidak mau kakak nya kena marah, "nggak ma, aku yang mengajak Asyila makan es krim, jangan marahi dia aku yang salah" sahut Alex yang juga tidak mau adik nya kena marah oleh Sinta
"kalian sudah melanggar perintah mama, jadi kalian harus di kasih hukuman" ucap Deon, "aku saja" sahut Alex dan Asyila secara bersamaan, "tidak kak, ini salah ku jadi aku yang harus dihukum" ucap Asyila
"aku yang salah yah, ayah bisa menghukum ku tapi jangan hukum Asyila" pinta Alex, "ayah, aku yang salah! aku yang ngajak kakak makan es krim, tadi kakak sudah melarang ku tapi aku masih tetap mengajak kakak" jelas Asyila menunduk pelan
__ADS_1
"kemarilah" ucap Sinta, Alex dan Asyila tetap diam di tempat, "apa kalian akan tetap menunduk dan tidak mau memeluk mama kalian hm" tanya Sinta. Alex dan Asyila mendongakkan kepala mereka lalu tersenyum dan menghampiri Sinta
"maaf" cicit mereka lalu memeluk Sinta, "nggak papa, asal jangan di ulangi, kalian boleh makan es krim tapi secukupnya saja karna itu tidak baik untuk kesehatan" jelas Sinta, Alex dan Asyila mengangguk.
"mm…apa ayah akan tetap menghukum kami mm maksud ku menghukum ku" tanya Alex ragu, "haha ayah tadi hanya bercanda, mana mungkin ayah tega menghukum kalian hanya karna makan es krim" ucap Deon merentangkan kedua tangan nya
Alex dan Asyila paham apa yang diinginkan Deon pun langsung berlari dan masuk ke dalam pelukan Deon. "mama, aku lapar" ucap Asyila melepas pelukan nya lalu menghampiri Sinta, "bukan nya tadi kamu sudah makan" Asyila mengangguk
"baiklah, kamu mau makan apa" sambung Sinta, "omelet sosis" jawab Asyila cepat, "aku juga mau" sahut Alex, "kalian duduk, mama buatin omelet buat kalian" Alex dan Asyila mengangguk lalu duduk di meja makan
"sayang aku juga mau" ucap Deon memeluk Sinta dari belakang, "mas, disini ada anak-anak" tegur Sinta, "biarin, mereka juga nggak ngerti" balas Deon sambil memainkan benda berharga Sinta, "mas" tegur Sinta menahan d***h*n**a
"sebentar saja, aku hanya ingin bermain" balas Deon, "ekhem" dehem Arini, Sinta dan Deon terkejut mendengar suara deheman dari Arini. Sinta menundukkan kepala nya karna malu, "kalian itu liat-liat tempat, disini ada anak-anak" ujar Arini
__ADS_1
"kamu juga Deon, udah tau istri lagi masak buat anak-anak malah nyari kesempatan" ketus Arini, "apa tidak bisa kamu menahan sampai nanti malam" sambung Arini, "mami ganggu aja" keluh Deon.