LEADER OF MAFIA

LEADER OF MAFIA
CHAPTER 69 •


__ADS_3

Malam hari Asyila terbangun, ia merasa asing dengan ruangan ini. ia bangun lalu melangkah ke kamar mandi untuk menyegarkan diri, selesai itu Asyila keluar dengan pakaian lengkap. saat ia keluar ia melihat Sinta ada di dalam kamar.


"Nyonya sedang apa anda disini, terus ini kamar siapa" tanya Asyila, "ini kamar kamu sayang, dan jangan panggil aku Nyonya" ucap Sinta


"lalu?" tanya Asyila


"panggil mama" jawab Sinta tersenyum, "rasanya aneh kalau aku memanggil mu dengan sebutan itu, karna aku tidak mengenal mu" kata Asyila kurang enak


Sinta hanya tersenyum, ia tak bisa memaksakan kehendaknya karna ia sadar kalau Asyila lupa ingatan, "ya sudah terserah kamu aja, ayo kita turun semuanya sudah ada di bawah" ajak Sinta, "apa kakek dan nenek juga ada disini" tanya Asyila penuh harap, "ya mereka ada disini, mereka akan tinggal disini bersama kita" jawab Sinta

__ADS_1


"ayo ke bawah kasian mereka menunggu kita" sambung Sinta. mereka berdua pun turun kebawa menuju meja makan, disana sudah ada kakek, nenek, dan Alex. "kenapa lama sekali, aku sudah lapar" kesal Alex


"tuan, kalau kau lapar tinggal makan, kenapa kau malah menunggu kami" jawab Asyila, "kalau aku makan duluan yang ada aku yang di makan mama" ucap Alex dan langsung mendapat tatapan tajam dari Sinta, "ya sudah ayo makan" mereka pun makan malam dengan tenang. selesai makan mereka langsung pergi ke kamar masing-masing tapi tidak dengan Asyila, ia membantu pelayan membersihkan piring kotor


"non biar bibi saja yang mencuci piring nya, sebaiknya non Asyila istirahat di kamar saja" ucap bi Ina, "tidak papa, aku sudah terbiasa seperti ini bersama nenek" kata Asyila sambil mencuci piring yang ada di tangan nya, "oh ya nama bibi siapa" tanya Asyila menoleh ke arah bi Ina


"apa non Asyila nggak ingat sama bibi" tanya bi Ina, Asyila menggeleng, "panggil aja saya bi Ina" Asyila hanya ber'o'ria, "selesai" ucap Asyila setelah semua piring bersih dan di letakkan di tempat nya


Larut malam Sinta terbangun karna merasa haus ia meraih gelas yang ada di nakas ternyata kosong, Sinta keluar dari kamar menuju dapur untuk mengambil air, selesai mengambil air Sinta kembali ke kamar nya. saat melewati kamar Asyila ia memberhentikan langkah nya karna mendengar suara tangisan di dalam.

__ADS_1


karna khawatir terjadi apa-apa Sinta langsung masuk ia melihat Asyila menangis memeluk kedua lutut nya diatas kasur, Sinta mendekati Asyila lalu duduk di sebelah Asyila


"sayang" panggil Sinta memegang bahu Asyila dan membuat Asyila terkejut, "ah Nyonya, sedang apa Nyonya disini" tanya Asyila dengan mata sembab nya, "mama tadi habis ambil minum di dapur waktu lewat depan kamar mu, mama denger kamu nangis jadi mama masuk, kamu kenapa hm" tanya Sinta


"a..ku tidak papa" jawab Asyila gugup, "cerita saja mungkin kau akan merasa lebih lega" kata Sinta, "tidak papa Nyonya kau tidak perlu khawatir" ucap Asyila, "ya sudah kalau begitu mama mau kekamar" Sinta beranjak dari duduk nya dan ingin pergi tapi tangan Sinta di cekal oleh Asyila


"mm Nyonya, kalau kau tidak keberatan bisakah kau menemani ku tidur disini untuk malam ini saja, entah kenapa aku tiba-tiba merindukan ibu ku, mungkin dengan kau menemani ku rasa rindu ku terobati karna kau juga seorang ibu" pinta Asyila ragu-ragu, Sinta tampak mematung dengan permintaan Asyila


"kalau kau keberatan tidak papa, aku akan tidur dengan kakek dan nenek" ucap Asyila beranjak dari atas kasur, "tidak! mama tidak keberatan, mama akan menemanimu" ucap Sinta tersenyum, Sinta merasa sangat bahagia atas permintaan anak perempuan nya.

__ADS_1


Asyila pun berbaring di temani Sinta yang berada di sebelah nya, Sinta memeluk tubuh anak perempuan nya itu. Sinta melihat kearah Asyila dan melihat kalau Asyila sudah memejamkan matanya, ia pun juga ikut memejamkan matanya.


__ADS_2