LEADER OF MAFIA

LEADER OF MAFIA
CHAPTER 110


__ADS_3

Di dalam pesawat Sinta termenung ia masih memikirkan keadaan Asyila, ya setelah dari rumah sakit Sinta, Alex, Aurel dan Baby Rachel langsung terbang ke negara S menyusul Asyila


kenapa? kenapa dia tidak memberitahu mama nya tentang ini, kenapa dia malah memilih berjuang sendiri dan memendam rasa sakit itu sendiri, menutupi rasa sakit dengan senyuman hanya demi membuat mama nya tenang. batin Sinta


"ma, mama tidur lah, nanti kalau sudah sampai aku bangun bangunin" ucap Aurel, "tidak, mama tidak mengantuk" kata Sinta, "tapi mama butuh istirahat, mama tidur lah, mama juga butuh tenaga nanti" bujuk Aurel, "baiklah" Sinta hanya memejamkan mata nya saja, ia tidak akan bisa tidur kalau belum melihat keadaan Asyila


Pesawat yang di tumpangi Sinta, Alex, Aurel dan Baby Rachel sudah mendarat dengan selamat, mereka berempat keluar dari bandara dan masuk kedalam mobil yang sudah di persiapan Alex


Mobil yang di tumpangi Alex dan yang lain sudah berhenti di sebuah hotel dan itu hotel yang sama dengan hotel yang tinggali Asyila selama di negara S, "mama, Aurel kalian istirahat lah, aku akan melacak keberadaan Asyila" ucap Alex saat mereka sudah berada di depan pintu kamar Alex, Alex memesan 2 kamar untuk nya dan untuk Sinta


"baiklah, kalian istirahat mama akan masuk" kata Sinta lalu masuk ke kamar begitu juga dengan Alex dan Aurel


Alex mengotak-atik laptop nya sedari tadi tapi tidak kunjung mendapat posisi Asyila, "ini semua pasti sudah di rencanakan Asyila, makannya susah untuk melacak nya" gumam Alex, "ada apa mas?" tanya Aurel meletakkan teh panas di atas meja, "aku tidak bisa melacak keberadaan Asyila" jawab Alex, "memang nya kenapa" tanya Aurel, "ini sudah di rencana Asyila jadi aku susah untuk melacak nya" jawab Alex memijit pelipis nya


"bersabarlah, kita pasti bisa nemuin Asyila" kata Aurel memegang pundak Alex, "bagaimana kalau kita bikinin Rachel adik" ucap Alex menatap Aurel, "dasar mesum!" pekik Aurel

__ADS_1


~


Di pagi hari Asyila baru saja mengerjapkan mata nya, ia melihat sekeliling nya dan melihat suster sedang mengganti cairan infus nya, "nona anda sudah bangun, mari saya bantu membersihkan diri" ucap suster itu, "tidak perlu, saya bisa sendiri kalau sudah selesai kau boleh pergi" tolak Asyila, "baiklah kalau butuh apa-apa panggil saja" kata suster lalu pergi dari ruang rawat Asyila


mama gimana ya? semoga mama nggak nemuin laporan dari rumah sakit, aku takut kalau mama sampai nemuin laporan itu, kesehatan mama akan menurun. batin Asyila, ia memutuskan untuk membersihkan diri setelah itu ia akan menghubungi Alex untuk menanyakan kabar mereka yang ada di rumah. pikir Asyila


Asyila mengambil handphone nya lalu menghubungi kakak nya, tak lama Alex mengangkat telfon nya


"hallo kak"


"..."


"..."


"aku lagi di kantor, maaf aku baru bisa menghubungi kakak karna pekerjaan ku sangat banyak disini"

__ADS_1


"..."


"ya aku baik-baik saja, kakak jangan khawatir"


"..."


"aku tutup dulu, aku masih ada pekerjaan sampai nanti" belum sempat Alex menjawab, Asyila sudah memutus telfon nya


maaf, aku tidak tahu nanti aku pulang dengan keadaan sehat atau malah sebalik nya. batin Asyila


"permisi nona, ini sudah waktu nya untuk pengobatan" Asyila hanya mengangguk, suster mendorong kursi roda Asyila menuju ke ruangan di mana Asyila akan terapi


Di sisi lain, setelah mendapat telfon dari Asyila, Alex menggunakan kesempatan itu untuk melacak keberadaan Asyila, "ketemu, aku berhasil menemukan keberadaan Asyila" ucap Alex, "kita kesana sekarang" ujar Sinta


mereka bertiga di tambah baby Rachel pergi ke rumah sakit di mana Asyila melakukan penyembuhan.

__ADS_1


__ADS_2