
sebuah boneka berlumuran darah dan ada secarik kertas, Sinta membuka kertas itu dan membacanya
'ANAK GADIS MU ADA DI TANGANKU'
setelah membaca tulisan dari kertas itu Sinta reflek berdiri dan menjatuhkan kertas dan kotak yang ada di pangkuan nya. "A...Asyila nggak nggak mungkin Asyila pasti baik-baik saja, mungkin ini hanya orang iseng" ucap Sinta berusaha berfikir positif, "Asyila" lirih Sinta terduduk lemas di lantai dengan air mata yang mengalir deras di pipi, ia takut kalau terjadi apa-apa sama putri kesayangan nya itu.
tiba-tiba pak Agung datang membawa kotak, "maaf nyonya ini ada paket untuk anda" ucap pak Agung (satpam di keluarga Nugraha). "iya pak, makasih" ucap Sinta, setelah pak Agung pergi Sinta membuka kotak itu, isi nya lagi-lagi boneka dan dan kertas, Sinta mengambil kertas itu dan membacanya
'BERSIAP LAH KELUARGA MU AKAN HANCUR'
__ADS_1
"ASYILA!!!" teriak Sinta, para pelayan yang mendengar teriakan Sinta pun menghampiri nya, "Nyonya ada apa" tanya bi Ira, Sinta terdiam, "Nyonya" panggil bi Ira, "bi, tolong telfon Alex, suruh dia pulang sekarang" pinta Sinta
"i..iya nyonya, sebentar" ucap bi Ira lalu menelfon Alex untuk pulang, "sudah nyonya, Tuan muda menuju kemari" ucap bi Ira, "Nyonya mari duduk" ajak bi Jani, Sinta hanya mengangguk lalu duduk di sofa, ia terus menangis ia khawatir dengan Asyila, Sinta berusaha berfikir positif tetapi tidak bisa fikiran nya sudah tak karuan setelah membaca kertas tadi.
beberapa saat kemudian terdengar suara mobil, Sinta yakin itu suara mobil Alex. dan tak lama Alex masuk dan menghampiri Sinta. "ada apa ma" tanya Alex, Sinta terdiam, "bi mama kenapa? kok nangis" tanya Alex pada bi Tuti, "kami juga tidak tau Tuan muda, saat kami berada di belakang kamu mendengar teriakan Nyonya, dan saat kami mendekat Nyonya sudah terduduk di lantai" ujar bi Tuti
"ma mama kenapa? coba cerita sama Alex" tanya Alex, "Asyila" lirih Sinta menundukkan kepala nya, "Asyila? Asyila kenapa ma?" tanya Alex, Sinta menunjuk ke arah kotak yang ia terima tadi, Alex pun mengambil kotak itu dan di samping kotak itu ada secarik kertas. Alex membaca tulisan yang berada di kertas itu, amarah Alex langsung memuncak setelah membaca tulisan yang ada di kertas itu.
"bentar aku telfon teman-teman nya dulu yang ada disana mungkin dia ada disana dan paket itu hanya orang iseng" ucap Alex lalu menelfon Ziyan, setelah menelfon Ziyan ia menelfon Asyila tapi tidak ada jawaban tetapi ia tak menyerah ia terus mencoba untuk menelfon Asyila tapi hasil nya nihil. "bagaimana dia ada di sana" tanya Sinta, Alex menggelengkan kepala nya
__ADS_1
"terus Asyila ada di mana, mama takut hiks"
"mama tenang saja aku akan mencari Asyila sekarang" kata Alex lalu keluar mansion, saat ingin masuk kedalam mobil nya, mobil Asyila baru saja terparkir di samping mobil Alex. "Asyila" panggil Alex mendekat ke arah mobil Asyila, "iya kak ada apa" tanya Asyila yang baru saja turun
Grepp
Alex langsung memeluk erat Asyila, ia bersyukur Asyila tidak kenapa-kenapa. "kak ada apa" tanya Asyila, "kamu dari mana aja hm" tanya Alex melepas pelukan nya sampai tak sadar air mata nya menetes, "tadi aku habis kuliah aku minta di jemput sama Jack terus pergi ke markas kakak karna aku bosen aku pergi ke perusahaan, dan aku pergi ke perusahaan pesen taxi dan aku minta Jack untuk balik ke markas karna di perusahaan kan aku ada mobil buat pulang" jelas Asyila
"syukurlah" ucap Alex, "terus kenapa handphone kamu nggak bisa di hubungin" tanya Alex, "masa sih" balas Asyila, "coba lihat dulu" kata Alex, Asyila pun mengambil handphone, "handphone ku lowbat kak" ucap Asyila, "ada apa sih kak kok aneh banget" tanya Asyila
__ADS_1
"masuk dulu nanti kakak jelasin" ajak Alex, Asyila pun mengangguk lalu mereka berdua pun masuk ke dalam mansion.