
Di dalam ruang rahasia, semua sedang berkumpul untuk penyerangan malam ini
"apa semua nya sudah siap" tanya Asyila
"sudah, tapi di sana penjagaan nya sangat ketat" jawab Jack
"tidak masalah" kata Asyila
"apa Tuan Garry sama Nyonya Erika masih hidup" tanya Asyila
"sesuai perintah mu, mereka berdua masih hidup" jawab Fely
mereka pun berbincang-bincang sampai malam hari, kini mereka sudah bersiap menuju kediaman Winata.
~
~
~
~
~
Sampai di sana pasukan yang di bawa Asyila berpencar di seluruh sudut mansion Winata, setelah mendapat instruksi dari Asyila mereka langsung melumpuhkan penjagaan di sana.
Asyila dkk masuk kedalam mansion dan beruntung nya keluarga itu sedang berkumpul
keluarga Winata mendengar suara langkah kaki pun menengok siapa yang berani masuk kedalam tanpa ijin
"selamat malam Tuan, Nyonya Winata yang terhormat" ucap Asyila sedikit membungkuk
__ADS_1
"siapa kau?! berani sekali kau masuk kedalam tanpa ijin ku!" bentak Angga
"turunkan nada bicara mu Tuan" ucap Jack
Asyila tersenyum miring lalu berbalik dan memperlihatkan jubah yang ia pakai
"bawa mereka semua, dan hancurkan mansion ini" perintah Ziyan, beberapa anggota pun membawa seluruh keluarga Winata menuju markas dan yang lain menghancurkan mansion Winata.
~
~
~
~
~
~
"lepaskan kami!! kami tidak memiliki masalah dengan kalian!!" teriak Tuan besar Winata
"stuuuut lebih baik kalian diam, dari pada Leader kami marah" ucap Fely menepuk pundak Tuan besar Winata
tak tak tak tak
suara langkah kaki terdengar di ruangan itu, orang itu mendekat ke arah Tuan dan Nyonya Eliezer dan keluarga Winata
"apa kalian sudah siap menjemput ajal kalian" tanya nya
"Tuan Winata dia itu Asyila dari keluarga Nugraha" ucap Garry lemah, ucapan Garry membuat keluarga Winata menjadi tegang
__ADS_1
"kenapa Tuan Winata? apa kau tau dimana letak kesalahan mu terhadap keluarga ku" tanya Asyila selembut mungkin
"tidak! aku tidak punya masalah dengan keluarga mu" elak Angga
srettt akhhh
Asyila menyayat kasar pipi Angga hingga menjerit kesakitan
"mau mengaku atau tidak hm" tanya Asyila
"baiklah, kalau kau tidak mau mengaku itu tidak masalah, karna aku sudah memiliki rekaman dimana orang suruhan mu yang kau suruh untuk membunuh ayah ku, dan untuk Tuan dan Nyonya Eliezer kalian juga yang sudah menyuruh anak buah kalian untuk menghabisi ku hingga aku masuk masuk kedalam jurang, dan apa kalian tau orang suruhan dan anak buah kalian sudah ku kirim mereka ke neraka" ucap Asyila panjang lebar
"oh ya untuk kematian anda Tuan Winata, aku serahkan semua nya ke kakak ku, karna aku lah yang akan menghabisi keluarga mu di depan matamu sendiri" sambung Asyila menyeringai
"jangan sentuh mereka! urusan mu denganku bukan mereka!" teriak Angga
"Oooo itu menurutmu tapi tidak dengan ku, semua nya akan habis di tangan ku tanpa ada yang tersisa" ucap Asyila tersenyum miring
"oh ya aku mau ngasih tau kalau yang menculik Tuan muda Alden dan Edgar itu aku, dan aku lah yang sudah membunuh mereka" sambung Asyila
"kau iblis!!! anak ku tidak ada sangkut paut nya dengan mu tapi kenapa kau menghabisi nya!!!" bentak Sindy
"aku hanya bersenang-senang, apa masalah nya" ujar Asyila santai
NB:
Hanya sekedar informasi! Saya membuat cerita ini hanya untuk bersenang-senang, saya tidak pernah mengaharapkan kalian untuk vote, like, dan komen karna saya membuat cerita hanya sekedar bersenang-senang dan mengisi waktu luang. Mungkin terdengar aneh, tapi memang seperti itu. Kalau saya buat cerita hanya untuk bersenang-senang dan tidak mengharapkan apa-apa dari kalian.
Saya juga tidak pernah memaksa kalian untuk membaca cerita saya, jadi jika kalian tidak suka lebih baik tidak usah di baca! dari pada komen negatif dan membuat mood saya turun!
Terima kasih!
__ADS_1