
Kini Andin sedang berlatih memanah di taman belakang
prok prok prok
terdengar suara bunyi tepuk tangan dari arah belakang, Andin menengok dan melihat Alex bersama Rachel, "kemampuan mu semakin meningkat" ucap Alex, "tante, aku juga mau di ajarin pake itu" pinta Rachel menunjukkan busur yang ada di tangan Andin
"dengan senang hati, tapi Rachel ijin dulu sama mama" kata Andin mengedipkan sebelah mata nya kepada Alex, Alex yang paham maksud Andin pun mengangguk
"oke" ucap Rachel lalu berlari masuk ke dalam mansion, "aku permudah pekerjaan mu kak" kata Andin, "kau memang pintar" ucap Alex, "permintaan Rachel tidak akan di tolak sama kakak ipar" ujar Andin
"tapi kalau dia melarang" tanya Alex, "Rachel akan menangis dan kau membujuknya" ucap Andin santai, "mau latihan" sambung Andin
"boleh" Alex mengambil busur dan juga panah yang sudah ada di atas kursi taman
mereka berdua berlatih sampai Rachel datang dengan wajah kusut, "papa" rengek Rachel, Alex menghentikan latihan nya lalu melihat ke arah Rachel, Alex melihat wajah Rachel yang kusut pun mengerti
__ADS_1
"ada apa" tanya Alex, "mama jahat! masa aku nggak boleh ikut latihan tante" rengut Rachel, "mungkin mama nggak mau Rachel terluka, ini kan bahaya" ujar Alex, "tapi aku pengen kayak tante" ucap Rachel, "benarkah" tanya Alex bersemangat, Rachel mengangguk cepat
"papa bilang dong sama mama suruh bolehin aku ikut latihan tante" pinta Rachel, Alex menggaruk kepala nya yang tidak gatal
yang ada aku yang kena amuk singa betina. batin Alex
"kak Alex! aku bilangin kakak ipar kalau kakak menyebut kakak ipar dengan sebutan singa betina" ucap Andin, Alex langsung menatap tajam Andin
"jangan macam-macam" ucap Alex, "hanya satu macam" balas Andin diakhiri dengan kekehan, "Rachel, sebaik nya Rachel bujuk papa biar papa mau ngomong sama mama" ucap Andin
"Alex, Andin, Rachel waktu nya makan siang" teriak Aurel dari arah kejauhan, "iya kak!" balas Andin berteriak
"kak, bersiap lah" ucap Andin lalu pergi dari sana, "Andin! awas kau" teriak Alex
~
__ADS_1
Selesai makan siang Andin langsung pergerakan ke halaman mansion, ia sangat bosan berada di dalam mansion sepanjang hari, "Andin kamu kenapa disini" tanya Sinta, karna hari ini matahari nya begitu panas, "aku bosan di dalam terus ma jadi aku keluar kata Andin
"tapi udara nya sangat panas sayang" ucap Sinta, "ikut aku yuk ma" ajak Andin, "kemana siang-siang begini" tanya Sinta, "ikut saja" Andin menarik pelan tangan Sinta masuk ke dalam mansion untuk berganti pakaian
Andin keluar dari kamar nya sudah dengan pakaian rapi, "Andin kamu mau kemana" tanya Alex, "jebak tikus, kakak bersiap lah" jawab Andin
"baiklah, tapi kamu mau pergi sendiri" tanya Alex, "sama mama" kata Andin, "apa tidak berbahaya" ujar Alex, "kakak tenang saja, aku sudah meminta Ardana sama Kayra untuk mengawasi ku dan kakak bersiap" jelas Andin
~
"kita mau kemana Andin" tanya Sinta, mereka sekarang sudah berada di perjalan, tapi Andin masih terus berputar-putar tanpa arah, "awal nya mau ngajak mama keluar tapi karna di belakang ada yang ngikutin jadi aku akan bermain sebentar" jawab Andin santai, Sinta langsung menengok ke arah belakang dan benar saja ada 2 mobil yang mengikuti mobil Andin
"Andin kenapa kamu pelankan laju mobil nya, cepat! mereka pasti berbahaya" ucap Sinta, "tidak ada yang lebih berbahaya di banding anak mama sendiri" ujar Andin
"tapi Andin--"
__ADS_1
"mama tenang saja, Ardana sama Kayra terus memantau kita, dan kak Alex juga ada di belakang mereka" ucap Andin, "jangan membahayakan nyawa kalian nak, mama takut terjadi apa-apa sama kalian" kata Sinta mengusap rambut Andin, "iya ma, aku tau tapi aku dan kak Alex juga tidak bisa tinggal diam kalau mereka mengusik keluarga kita, dan aku tidak akan mengampuni siapa pun yang melukai anggota keluarga kita terutama mama" jelas Andin.