
Sinta masuk ke kamar dengan membawa teh panas untuk suami nya, Sinta meletakkan cangkir itu di depan Deon, "di minum dulu mas" ucap Sinta seraya mendudukkan diri nya di samping suami nya, "terimakasih" Sinta hanya mengangguk
"apa anak-anak sudah tidur" tanya Deon, "baru saja, kalau mereka belum tidur nggak mungkin aku kesini" ucap Sinta sedikit bercanda, "ini sudah malam lebih baik, kita istirahat" kata Sinta beranjak dari duduk nya, belum sempat melangkah, Deon menarik tangan Sinta hingga sang istri duduk di pangkuan nya
__ADS_1
"mas!" gumam Sinta terkejut
"ada apa hm? anak-anak sudah tidur, tidak ada yang bisa mengganggu kita" ujar Deon mencium singkat bibir Sinta, "ini sudah malam, besok kamu kerja kan" kata Sinta menyenderkan kepala nya di bahu Deon, "kita sudah lama tidak berduaan seperti, karna kamu sibuk dengan anak-anak" keluh Deon
__ADS_1
"anak-anak masih kecil, jadi aku harus lebih memerhatikan mereka, yang terpenting aku tidak lupa melakukan kewajiban ku kepada mu" balas Sinta, Deon menggendong bridal Sinta dan membawa nya ke atas kasur
Pagi hari, semua nya sudah berada di meja makan, "Alex, hari ini kamu sekolah sama pak Damar dulu ya" ucap Deon, "iya yah" kata Alex, "mama, itu leher mama merah-merah kenapa" tanya Asyila yang tidak sengaja melihat tanda merah di leher Sinta, Sinta terkejut dengan penuturan Asyila, "mm…itu..tadi malam ada nyamuk sayang" bohong Sinta, "nyamuk nya gede ya Sinta" sahut Arini meledek Deon
__ADS_1
Sinta hanya tersenyum malu, "kalau nyamuk nya gigit lagi, pukul aja Sinta nggak usah takut" tambah Rendra melirik ke arah Deon, "aku sayang sama nyamuk nya pi, jadi nggak tega kalau di pukul" timpal Sinta
"sudah-sudah, nanti nyamuk nya marah" lerai Arini, mereka melanjutkan sarapan mereka dengan tenang. selesai sarapan, Deon pamit untuk pergi ke perusahaan.
__ADS_1