LEADER OF MAFIA

LEADER OF MAFIA
CHAPTER 131


__ADS_3

"seandainya aku tidak kembali lagi, apa mama akan tetap seperti itu" tanya Andin, "mungkin, mama selalu melihat bayangan mu bukan hanya itu, mama juga sering mendengar suara mu disini" ucap Sinta, air mata nya berhasil lolos dari pelupuk mata nya, "sesayang itu kah" kata Andin, "kamu itu bicara apa, tentu saja mama sangat sayang kepada mu dan juga kakak mu, kalian itu anak mama dan seberapa besar kasih sayang mama kepada kalian jangan di tanya" ucap Sinta


"mama bisa melakukan apapun demi kalian, asal kalian selalu ada disisi mama" sambung Sinta mempererat pelukan nya


Andin yang merasa sangat nyaman di pelukan Sinta pun tertidur. tidak lama Sinta menyadari kalau Andin sudah tertidur di pelukan nya, "kebiasaan ini tidak akan hilang sampai kapan pun" ucap Sinta lalu membaringkan Andin di tempat tidur, "mama bahagia kamu kembali walaupun tidak di tubuh mu yang asli tetapi itu sudah cukup" kata Sinta mencium singkat kening Andin. Sinta ikut berbaring di sebelah Andin dan ikut terlelap.


Sore hari Andin bangun, ia melihat Sinta masih terlelap di samping nya, "aku sayang sama mama" ucap Andin mencium pipi Sinta. Andin beranjak dari tempat tidur lalu keluar dari kamar Sinta dengan hati-hati agar sinta tidak terbangun


Andin berjalan menuju kamar kakak nya, ia mengetuk pintu setelah mendapat ijin ia masuk ke dalam, "ada apa Andin" tanya Aurel, "kak Alex di mana" tanya Andin, "mas Alex keluar sebentar katanya ada urusan" jawab Aurel, Andin mengangguk, "ya sudah kalau begitu, makasih" ucap Andin di angguki oleh Aurel


Andin keluar kamar kakak nya lalu masuk ke dalam kamar nya, Andin melangkah kan kaki nya menuju kamar mandi untuk menyegarkan diri nya


selesai menyegarkan diri Andin langsung membuka laptop nya, "keamanan di mansion sudah sangat ketat tapi itu tidak akan bisa sepenuhnya diandalkan untuk berjaga" ucap Andin memantau keamanan sekitar mansion


Andin mengambil handphone nya lalu menelfon Alex


tutt tutt

__ADS_1


"hallo kak"


"..."


"kakak di mana"


"..."


"apa mereka mau buka mulut"


"..."


Di tempat lain seseorang sedang meluapkan amarah nya dengn barang-barang yang ada di dekat nya setelah mendapat laporan dari anak buah nya yang berhasil lolos dari Ardana dan Kayra


cyarrr cyarrr cyarrr


"bod*h! cuma menangkap wanita saja tidak bisa!" umpat Gernald, "maaf bos! mereka ternyata sudah mengetahui kalau kita mengikuti mereka" ucap pria 1 menunduk

__ADS_1


"aku tidak mau tau kalian harus menghabisi keluarga Nugraha tanpa sisa" tegas Gernald lalu pergi


"bagaimana pun cara nya aku harus mendapatkan kekayaan mereka, kak Garry sama kak Erika sampai sekarang belum juga di temukan, di mana mereka" gumam Gernald lalu masuk ke dalam mobil


Gernald selama ini masih terus mencari keberadaan Garry, Erika, dan Laura tapi tidak ada hasil sama sekali, ia sudah menggeledah seluruh mansion Eliezer tapi tidak menemukan mereka.


~


Di mansion Nugraha, Andin sudah dengan pakaian rapi, ia berencana akan pergi ke markas Blood Diamond, "kak, nanti kalau mama nyariin aku bilang aja aku ke markas" ucap Andin ke Aurel, "iya hati-hati" kata Aurel


Andin masuk ke dalam mobil lalu meninggalkan halaman mansion. Di perjalan Andin melihat sebuah cafe ia memutuskan untuk mampir membeli makanan untuk Alex, Ardana dan Kayra


saat masuk ia tidak sengaja menabrak seseorang


brukk


"maaf saya nggak sengaja" ucap nya membantu Andin berdiri, "tidak masalah" balas Andin dingin. Andin merasa orang itu memperhatikan nya pun menatap orang itu, "apa ada masalah" tanya Andin, "tidak, wajah dingin mu mengingatkan ku dengan seseorang" ucap nya

__ADS_1


"hmm" Andin berlalu meninggalkan orang itu lalu memesan makanan. "Aldo jangan berharap lebih, dia sudah tiada" gumam Aldo lalu pergi dari cafe itu.


__ADS_2