
siang ini Asyila sudah berada di A'N COMPANY ia sedang memeriksa berkas-berkas yang mulai menumpuk kegiatannya terhenti ketika sekretaris mengetuk pintu
tokbtok tok
"masuk"
"maaf nona mengganggu ini ada undangan dari Tuan Angga Winata" ucapnya sambil menyerah kan undangan tersebut, "acara apa ini" ucap Asyila melihat kartu Undang nya
"besok malam Tuan Angga mengadakan pesta besar-besaran atas kelahiran anak kedua nya nona" ucapnya, "oke kita akan datang kesana" kata Asyila
"baiklah kalau begitu saya permisi" ucap nya langsung keluar
anak nya hilang kenapa dia menggelar pesta? apa dia sudah tidak peduli dengan anak nya sampai-sampai anak nya menghilang dia malah mengadakan pesta. pikir Asyila
"coba tanya kakak apa dia juga di undang" gumam Asyila lalu menelfon kakak nya
^^^"hallo kak"^^^
"...."
^^^"apa kakak mendapat undangan dari tuan Angga"^^^
"..."
^^^"apa kakak akan datang"^^^
"...."
^^^"aku juga datang tapi nanti kakak datang dengan siapa"^^^
"..."
^^^"oh aku datang bersama sekretaris ku nanti"^^^
__ADS_1
"..."
^^^"nanti aku pakai masker kak jadi jangan khawatir"^^^
"...."
^^^"oke sampai ketemu besok malam" lalu mematikan telfonnya^^^
setelah menelfon kakak nya ia langsung kembali bertempur dengan setumpuk kertas di depan nya
~
• Mansion Nugraha
"malam ma" Asyila menuruni tangga, "malam sayang, ayo makan dulu" ucap Sinta
"ma besok malam aku sama kak Alex mau keluar" ijin Asyila, "kemana" tanya Sinta, "ada urusan sedikit ma aku sama kak Alex" kata Asyila, "tapi jangan pulang terlalu malam" Asyila hanya mengangguk
"kita akan kemana" tanya Sinta, "udah mama ikut aja nanti mama pasti suka" ucap Alex, "baiklah" mereka pun makan dengan tenang
~
"ayo kak aku sudah siap" ucap Asyila, "ya sudah ayo kita jalan" ajak Alex
mereka bertiga menggunakan 1 mobil agak jauh di belakang mereka ada 1 mobil suruhan Alex untuk menjaga mereka
sampai di pinggir danau kakak beradik itu menggelar tikar dan menata makanan yang sudah Alex dan Asyila siapkan tanpa sepengetahuan Sinta
"ini indah sekali" ucap Sinta melihat pemandangan di depannya, "ma sini" Asyila melambaikan tangan nya memanggil Sinta, "kalian yang menyiapkan semua ini" kata mama Sinta
"iya lah, ini ceritanya kita piknik walaupun sederhana" kata Asyila, "nggak papa sederhana yang penting kita selalu bersama" ucap Sinta
"andai ayah masih ada" Asyila mulai meneteskan air matanya, "udah jangan sedih ayah sudah tenang disana, kita kan piknik masa sedih" ucap Sinta menghapus air mata Asyila
__ADS_1
mereka pun menikmati pemandangan sejuk di pinggir danau
dari kejauhan ada seseorang yang memperhatikan keluarga Nugraha, orang tersebut mengeluarkan pistol dan mengarahkan pada Sinta. setelah di rasa tepat sasaran ia menarik pelatuk nya dan
Dorr
setelah menembak orang itu langsung pergi. peluru itu tembus dari punggung Sinta, Alex dan Asyila yang lihat itu pun langsung menghampiri Sinta
"ma mama bertahan ma" ucap Asyila khawatir, "kita bawa mama kerumah sakit sekarang" lanjut Asyila
Alex langsung membawa Sinta ke dalam mobil menuju rumah sakit, di dalam mobil Asyila berusaha agar Sinta tak menutup matanya
"Asyi...la mama ngantuk" ucap mama Sinta terbata, "nggak ma mama jangan di tutup matanya. kak cepet dikit!!" ucap Asyila sedikit berteriak
"iya ini udah ngebut" sahut Alex, "ma mama Asyila mohon jangan tinggalin Asyila" air mata Asyila terus mengalir
sampai di rumah sakit Alex langsung membawa Sinta ke dalam
"DOKTER TOLONG MAMA SAYA DOKTER" teriak Alex, "BURUAN ATO GUE BAKAR NI RUMAH SAKIT" teriak Asyila
Dokter dan suster membawa mama Sinta ke ruang UGD sedangkan Asyila dan Alex menunggu di luar. Asyila terus memandangi ke arah ruang UGD air matanya terus mengalir ia takut kejadian beberapa tahun yang lalu terulang lagi
"kak apa orang uruhan mu sudah mencari pelakunya" tanya Asyila, "mereka sedang mencari pelaku nya" jawab Alex memeluk Asyila, "kak aku takut kejadian beberapa tahun yang lalu terulang lagi" ucap Asyila
"stuuut tidak akan terjadi apa-apa sama mama okey" Alex menenangkan Asyila
tak lama dokter keluar dengan wajah sedih
"bagaimana keadaan mama saya dok" tanya Alex, "maaf tuan, pasien sekarang dalam keadaan kritis dan sekarang ia harus melakukan operasi karna peluru yang menembus punggung pasien hampir mengenai jantung nya" jelas Dokter
"lakukan apa saja untuk mama saya" ucap Alex, "baiklah apa disini ada yang mempunyai golongan darah yang sama dengan pasien kita membutuhkan kira-kira 8-10 kantung darah" tanya dokter
"saya dok" ucap mereka berdua, "baiklah kalian ikuti suster untuk mengambil darah" ucap dokter lalu memindahkan Sinta ke ruang operasi.
__ADS_1