
"maaf" cicit Asyila mempererat pelukan nya
"i...ini beneran kamu kan Asyila?" tanya Sinta mengusap kedua pipi Asyila
"ya, ini aku Asyila" Sinta mendengar jawaban itu langsung memeluk Asyila kembali
"kau kemana saja hiks" tangis Sinta pecah, ia merasa bahagia anak perempuan nya sudah kembali
"sudah, aku sudah disini mama jangan menangis lagi" Asyila mengusap air mata Sinta
"kita duduk dulu" kata Asyila
"kamu kemana saja, dan bagaimana bisa mobil mu masuk ke laut" tanya Sinta
"itu semua adalah rencanaku, dan selama ini aku ada di markas" jawab Asyila
"kenapa kau melakukan ini, kau bisa saja kehilangan nyawa mu sayang" ucap Sinta
"aku tau itu, tapi aku terpaksa melakukan ini ya walaupun harus melukai hati mama dengan mendengar kabar itu" jelas Asyila
"coba ceritakan semua nya" Asyila menarik nafas nya lalu menceritakan awal rencana nya sampai dengan melakukan penyerangan 2 keluarga. Sinta mendengar cerita dari Asyila pun tak habis fikir, bagaimana bisa anak perempuan nya mengambil resiko begitu besar tanpa memberitahu keluarga nya terlebih dahulu. apalagi menyerang 2 keluarga yang penjagaan nya yang super ketat.
"kenapa aku melakukan ini? karna aku nggak mau mama terlibat, kalau kakak ku beritahu? pasti mama tau kalau kakak berbohong karna kakak sama aku nggak pandai berbohong apalagi sama mama" ucap Asyila tersenyum
__ADS_1
"itu pasti, karna kalian anak mama, apapun yang berhubungan sama kalian mama pasti tau" kata Sinta
"dan mama nggak mau kamu bertindak seperti ini lagi apalagi sampai nyawa kamu jadi taruhannya" sambung Sinta
"iya mama cantik" ucap Asyila, Asyila merasa kepala nya sangat berat tapi ia berusaha bersikap biasa saja karna ia tidak mau melihat Sinta khawatir
"Asyila kamu kenapa" tanya Sinta saat melihat wajah Asyila sedikit pucat
"memang nya aku kenapa?" Asyila masih berusaha menahan sakit di kepala nya
"itu wajah kamu kok pucet gitu"
"masa sih, nggak ah, mama salah liat kali, yaudah aku mau ke kamar" ucap Asyila beranjak dari duduk nya menuju kamar nya.
Asyila duduk di balkon kamar nya sambil memainkan handphone nya
"kemana saja kamu" tanya Alex tiba-tiba
"astaga kakak! kenapa bisa tiba-tiba ada disini" tanya Asyila, ia terkejut karna kakak nya tiba-tiba ada di sebelahnya
"jawab dulu pertanyaan kakak tadi" ketus Alex
"aku di markas" ucap Asyila
__ADS_1
"markas? jangan boong, kakak pernah ke sana tapi kamu nya nggak ada" kata Alex
"yaampun kakak! kalau nggak percaya tanya aja kak Ziyan atau yang lain" kesal Asyila
"Ziyan? berarti mereka tau semua ini" Asyila mengangguk santai
"aku yang meminta" ujar Asyila cepat, karna ia tahu kalau kakak nya pasti bertindak
"kenapa" tanya Alex
"hanya bermain, kau tenang saja keluarga Winata dan Eliezer sudah ada di markas ku" jawab Asyila
"waw mainan baru! besok kita ke markas" kata Alex berlalu pergi dari kamar Asyila
"cih"
NB:
Hanya sekedar informasi! Saya membuat cerita ini hanya untuk bersenang-senang, saya tidak pernah mengaharapkan kalian untuk vote, like, dan komen karna saya membuat cerita hanya sekedar bersenang-senang dan mengisi waktu luang. Mungkin terdengar aneh, tapi memang seperti itu. Kalau saya buat cerita hanya untuk bersenang-senang dan tidak mengharapkan apa-apa dari kalian.
Saya juga tidak pernah memaksa kalian untuk membaca cerita saya, jadi jika kalian tidak suka lebih baik tidak usah di baca! dari pada komen negatif dan membuat mood saya turun!
Terima kasih!
__ADS_1