
Cyarrrr
Asyila tidak sengaja menjatuhkan vas bunga kesayangan Sinta, "yahhh bagaimana ini, pasti mama marah" gumam Asyila mengumpulkan pecahan vas itu, "awhhs" rintih Asyila saat tidak sengaja terkena pecahan vas yang tajam, "Asyila, ada apa sayang" tanya Sinta yang mendengar sesuatu yang terjatuh
__ADS_1
Asyila menundukkan kepala nya, Sinta mensejajarkan tubuh nya dengan Asyila lalu memegang dagu nya, "ada apa hm? katakan saja" ujar Sinta, "mama, aku minta maaf" ucap Asyila pelan tapi masih bisa didengar oleh Sinta, "kenapa kamu meminta maaf" tanya Sinta, Asyila memperlihatkan pecahan vas yang ada di tangan nya
"kenapa bisa begini" tanya Sinta, ia bukan menanyakan tentang vas bunga nya melainkan tangan Asyila yang berdarah, "ta…tadi aku nggak sengaja mecahin vas kesayangan mama, mama bisa menghukum ku" ucap Asyila menahan air mata nya
__ADS_1
"sudah selesai" kata Sinta sambil membereskan kotak obat nya, "Asyila" panggil Sinta, "hmm" dehem Asyila yang sedari tadi menunduk, ia tidak berani menatap ke arah Sinta dan ia juga merasa bersalah karna memecahkan vas kesayangan Sinta. Sinta mengubah posisi Asyila menjadi duduk di pangkuan nya
"kenapa Asyila menunduk" tanya Sinta, Asyila menggelengkan kepala nya, "apa mama marah pada ku" tanya Asyila, "kenapa harus marah" balas Sinta, "tadi--"
__ADS_1
"nggak papa sayang, vas itu tidak lebih berharga daripada keselamatan mu, vas itu masih bisa di beli. mama malah bangga padamu karna kamu mau berkata jujur dan mengakui kesalahan mu" jelas Sinta mencium pipi Asyila.