LEADER OF MAFIA

LEADER OF MAFIA
CHAPTER 117


__ADS_3

"aku tau itu, tapi rasa nya sangat berbeda saat Asyila masih ada di samping ku, dulu aku bisa mengikhlaskan kepergian mu karna masih ada Alex dan Asyila bersama ku tapi sekarang salah satu dari mereka telah pergi bersama mu" ucap Sinta menunduk pelan, "sekali lagi kamu menyiksa Asyila, Sinta" ucap Deon


"maaf" cicit Sinta mengusap air mata nya lalu menegakkan kepala nya tapi sudah tidak melihat sosok Deon di samping nya


"Nyonya Nyonya" panggil seseorang menepuk pelan lengan Sinta, Sinta membuka mata nya dan melihat Andin berdiri di depan nya, "ada apa Andin" tanya Sinta mengelap sisa air mata nya


"maaf menganggu, saya kesini cuma mau bangunin Nyonya karna sebentar lagi udah mau hujan" ujar Andin menunduk, Sinta menatap ke atas dan melihat awan sudah menghitam pertanda akan turun hujan


"tidak masalah, lebih baik kita masuk" ucap Sinta, mereka pun berjalan masuk ke dalam mansion dengan posisi Sinta di depan dan Andin di belakang.

__ADS_1



Andin masih berfikir apa yang membuat Sinta menangis karna tadi saat dia mendekati Sinta ia melihat Sinta sedang menangis, "mbak Andin" panggil Rachel, "mbak Andin" panggil Rachel sekali lagi tapi ini sedikit berteriak, "ah ya ada apa non? maaf mbak Andin nggak denger" kata Andin


"mbak Andin ngelamunin apa sih, kok sampe aku panggil nggak kedengeran" tanya Rachel sedikit kesal, "mbak Andin nggak mikirin apa-apa kok, maaf ya" ucap Andin, Rachel mengangguk lalu meneruskan kegiatan nya memakan es krim coklat kesukaannya


"huff itu kan urusan Nyonya kenapa aku yang pusing" gumam Andin, "mbak Andin mengatakan sesuatu" tanya Rachel karna ia tak sengaja mendengar Andin berbicara walau pun itu sangat pelan, "tidak non, mbak Andin nggak ngomong apa-apa kok" kilah Andin


"nggak non, mbak Andin nggak mau kalau sampe non Rachel sakit karna hujan-hujanan" ujar Andin, "mbak Andin ma nggak seru" rengut Rachel, "ada apa ini? loh kamu kenapa sayang" tanya Aurel

__ADS_1


"mbak Andin jahat ma" ucap Rachel, "ada apa Andin" tanya Aurel, "itu Nyonya, non Rachel bilang kesaya mau main hujan-hujanan di luar tapi saya larang karna nanti non Rachel nya bisa sakit" jelas Andin, Aurel memindahkan Rachel ke dalam pangkuan nya


"Rachel dengerin mama, yang di katakan mbak Andin itu bener. nanti kalau Rachel sakit gimana kan Rachel nggak bisa main lagi nanti" ucap Aurel, "tapi aku pengen main hujan-hujanan" rengek Rachel


"tapi nanti kamu bisa sakit Rachel" ucap Aurel, "non Rachel lebih baik nurut sama mama aja ya" timpal Andin, "nanti setelah hujan nya reda nanti mbak Andin aja keliling sekitar sini" bujuk Andin


"janji?" kata Rachel mengulurkan jari kelingking nya, "baiklah janji" balas Andin menautkan kelingking nya, "boleh kan Nyonya kalau cuma sebentar" tanya Andin, "nggak papa, asal hati-hati" jawab Aurel


"kamu lanjutin makan es krim nya mama mau masak buat makan siang nanti" lanjut Aurel mendudukkan kembali Rachel di kursi, "hmm" dehem Rachel

__ADS_1


sesuai janji Andin tadi, setelah hujan reda Andin mengajak Rachel berkeliling sekitar mansion.


__ADS_2