
Sudah hampir 1 bulan Sinta terbaring di rumah sakit dengan keadaan koma tidak ada tanda-tanda ia akan sadar. selama itu juga Alex dan Asyila setia menemani mama nya di rumah sakit walau kadang agak sedikit kerepotan karna keperluan masing-masing.
sedangkan di alam bawah sadar Sinta, ia berada di salah satu taman dengan pemandangan yang sangat indah, "aku dimana? tempat ini sangat indah" gumamnya melihat pemandangan didepan matanya, "sayang" panggil seorang pria paruh baya dari belakang Sinta
Sinta yang mendengar suara yang familiar di telinga nya pun menengok
"Mas Deon" lirih Sinta lalu berlari menghampiri suami nya, "sayang kamu ngapain disini" tanya Deon lembut, "aku kangen sama kamu mas, aku mau sama mas saja disini" Sinta memeluk tubuh Deon dengan erat
"tapi ini bukan tempat mu sayang kau harus kembali apa kau tidak kasihan dengan anak-anak kita di sana" kata Deon melepas pelukan nya, "tapi aku pengen sama mas disini aku kesepian di sana" ucap Sinta
"tapi ini belum saat nya kamu disini sayang, kembalilah anak-anak masih membutuhkan mu disana" ucap Deon, "tapi aku mau sama kamu aja mas disini" kata Sinta, "baiklah ikut lah dengan ku akan memperlihatkan sesuatu kepada mu" Sinta hanya mengganguk
"coba kau lihat kesana" sontak Sinta melihat kearah yang ditunjuk oleh Deon, "apa itu" tanya Sinta, "masuk lah disana ada orang yang sangat merindukan mu" titah Deon, Sinta hanya menuruti perkataan suami nya
Sinta berjalan ke arah dimana cahaya itu berada, cahaya itu tampak silau di mata dan ia merasa ada yang mendorong nya dari arah belakang. "maafkan aku Sinta tapi ini belum waktu nya" ucap Deon setelah mendorong Sinta ke dalam cahaya tersebut
__ADS_1
Kembali ke alam sadar
tangan Alex masih menggenggam tangan Sinta sedari tadi, namun ia merasakan ada pergerakan dijari Sinta, Alex langsung melihat jari Sinta memang bergerak ia menatap dengan mata berkaca-kaca lalu memanggil dokter
"dokter!" panggil Alex
dokter yang mendengar teriakan Alex pun datang ke ruang rawat Sinta
"permisi Tuan biar saya memeriksa pasien" ucap dokter, "alhamdulillah pasien sudah melewati masa kritis nya kita hanya menunggu pasien sadar, kalau begitu saya permisi" pamit dokter
"terima kasih dok" ucap Alex setelah dokter pergi Alex menghampiri Sinta
sore harinya Asyila datang ke rumah sakit dengan membawa 2 kanting plastik untuk makan malam bersama Alex dan 1 kantong cemilan, saat ia masuk ia terkejut melihat mama nya sudah bersandar di kepala ranjang menatap Asyila tersenyum, mata Asyila beralih ke kakak nya yang tertidur dengan posisi duduk
"mama" lirih Asyila tak sadar air matanya terjatuh dan langsung menghampiri Sinta, "mama Asyila kangen sama mama" Asyila memeluk Sinta, "Asyila jangan kenceng-kenceng sakit sayang" keluh Sinta
__ADS_1
"ah maaf ma, aku terlalu bahagia" ucap Asyila tersenyum lebar
Alex yang mendengar ada seseorang yang sedang berbicara pun terbangun saat ia terbangun ia terkejut melihat mama nya sudah sadar
"mama" panggil Alex langsung memeluk Sinta, "kapan mama sadar, biar ku panggil kan dokter" tanya Alex, "hampir 1 jam yang lalu, tidak perlu tadi dokter nya sudah kesini saat mama baru sadar" kata Sinta
"aku tidur lama sekali" gumam Alex masih terdengar di telinga Sinta, "apa kamu kurang tidur? dan berapa lama mama tidur" tanya Sinta
"nggak kok ma Alex tidur nya cukup dan ya mama tidur hampir 1 bulan" jawab Alex, "apa selama mama tidur kalian baik-baik saja" kata Sinta
"ya kami baik-baik saja, kami menjaga mama secara bergantian kalau ada keperluan, tapi kalau nggak ada aku sama kak Alex disini nemenin mama" kata Asyila memeluk Sinta
"maaf mama merepotkan kalian" ucap Sinta, "tidak ma kami tidak merasa di repotkan kami senang bisa merawat mama" ucap Asyila, "apa kakak sudah makan tuh aku bawa makan malam" ucap Asyila menujukan ke meja
"iya kakak juga laper" kata Alex langsung ke arah kantong plastik "mama mau makan apa biar aku suapin" kata Asyila "kamu saja yang makan" ucap Sinta
__ADS_1
"tidak ma, mama juga harus makan biar cepet sehat" ucap Asyila lalu menyuapi Sinta dengan telaten, "kamu nggak makan" tanya Sinta
"aku nanti aja yang penting mama makan dulu biar cepet sehat okey" kata Asyila menyuapi Sinta, "nggak kamu juga harus makan, kita makan bersama" Sinta mengambil alih sendok nya dan menyuapi Asyila.